PRINGSEWU – Aksi unjuk rasa yang digelar Dewan Pimpinan Cabang (DPC) LSM Trinusa di halaman Sekretariat DPRD Pringsewu berjalan aman dan kondusif. Keamanan lokasi aksi dijaga ketat oleh gabungan aparat Kepolisian dan Satuan Polisi Pamong Praja (Pol PP) guna memastikan ketertiban serta kelancaran penyampaian aspirasi massa.

Dalam orasi yang disampaikan di hadapan massa, perwakilan LSM Trinusa yang terdiri dari Sekretaris Jenderal (Sekjen) dan Tim Investigasi Provinsi Lampung menegaskan, langkah ini diambil demi menuntut keadilan. Mereka menekankan bahwa seluruh anggaran yang dikelola pemerintah adalah milik rakyat, sehingga pengelolaannya harus transparan dan dapat dipertanggungjawabkan. Pihak LSM pun memohon dan berharap agar perwakilan DPRD dapat menemui mereka secara langsung untuk menerima dan menanggapi aspirasi terkait dugaan kuat penyimpangan pengelolaan anggaran daerah tahun 2025.

Namun, harapan untuk bertemu dengan pimpinan maupun anggota dewan tidak terpenuhi. Yang hadir menerima perwakilan massa hanyalah staf Sekretariat DPRD, Herman. Ia menyampaikan permohonan maaf atas ketidakhadiran seluruh elemen dewan, dikarenakan ada kegiatan resmi yang wajib diikuti.

“Pimpinan kami beserta seluruh anggota dewan, mulai tanggal 19 hingga 23 Mei ini, sedang mengikuti undangan dari Kementerian Dalam Negeri terkait kegiatan TOT atau Training of Trainer. Seluruh anggota mendapatkan undangan tersebut, sehingga belum bisa menemui Bapak-bapak sekalian. Kami mohon maaf jika hal ini menimbulkan kekecewaan,” jelas Herman di hadapan massa aksi.
Merespons penjelasan tersebut, Sekjen LSM Trinusa, Faqih, menyampaikan kekecewaan mendalam. Ia menjelaskan bahwa pihaknya sebenarnya telah berupaya menyampaikan aspirasi melalui jalur resmi jauh sebelum aksi digelar. Terkait ketidakhadiran anggota dewan, Faqih menegaskan bahwa sikap diam dan tidak ada tanggapan dari DPRD menjadi alasan utama pihaknya mengambil langkah hukum.
“Kami pihak Trinusa sudah dua kali mengirimkan surat resmi ke sekretariat DPRD, tepatnya pada tanggal 23 April dan 4 Mei lalu. Namun, sampai hari ini kami tidak mendapatkan jawaban maupun tanggapan sama sekali. Maka dari itu, hari ini kami tegaskan secara resmi, dugaan penyimpangan anggaran tahun 2025 ini akan segera kami laporkan ke aparat penegak hukum,” tegas Faqih di tengah sorak sorai pendukung.
Setelah penyampaian pernyataan tersebut, massa aksi membubarkan diri secara tertib. Sesuai dengan pernyataan yang disampaikan, perwakilan LSM Trinusa diketahui langsung bergerak menuju kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Pringsewu untuk menyerahkan berkas laporan dugaan penyimpangan anggaran tersebut, guna meminta proses hukum yang adil dan transparan demi kepentingan masyarakat luas, tegas pihak trinusa.
(Red)





































