PRINGSEWU – Muslimat NU Ranting Pekon Kedaung, Kecamatan Pardasuka, menggelar pengajian triwulan yang dirangkaikan dengan kegiatan halal bihalal pada Minggu (17/05/2026). Kegiatan tersebut berlangsung di halaman SDN 1 Kedaung dan diikuti ribuan jamaah dari 12 pekon se-Kecamatan Pardasuka.
Acara yang dimulai pukul 08.30 WIB ini turut dihadiri oleh Ustadz Abdul Mun’im, Kepala Pekon Kedaung Bahtarim beserta jajaran, serta para tamu undangan lainnya. Pembukaan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Ustadzah Rusmanah.
Dalam ceramahnya, Ustadz Abdul Mun’im menekankan pentingnya menjaga silaturahmi dan memperkuat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat.
“Halal bihalal ini bukan sekadar tradisi, tetapi wujud nyata perintah Allah untuk saling memaafkan dan memperkuat ukhuwah Islamiyah. Muslimat NU harus menjadi pelopor kerukunan di masyarakat,” ujarnya di hadapan jamaah.
Ia juga menyoroti pentingnya menjaga persaudaraan dalam berorganisasi. Menurutnya, keharmonisan menjadi kunci utama dalam menjalankan program organisasi secara efektif.
“Sering kali organisasi tidak berjalan bukan karena programnya kurang baik, tetapi karena konflik personal, suudzon, dan ego. Jika ukhuwah dijadikan prioritas, maka anggota akan lebih mudah saling memahami, terbuka terhadap kritik, dan fokus pada tujuan bersama,” tambahnya.
Baca Juga
Sementara itu, Kepala Pekon Kedaung, Bahtarim, berharap kegiatan tersebut dapat semakin mempererat hubungan antarwarga dan organisasi kemasyarakatan di wilayahnya.
“Ukhuwah Islamiyah jangan hanya terjalin di majelis, tetapi harus menjadi modal utama dalam mengoptimalkan peran organisasi seperti NU, Muslimat, Karang Taruna, dan RT/RW dalam membangun pekon,” ungkapnya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk mengedepankan musyawarah dalam menyikapi perbedaan.
“Hindari perpecahan karena perbedaan pendapat. Utamakan tabayyun dan musyawarah. Kemajuan pekon bukan hanya tugas kepala pekon, tetapi tanggung jawab kita bersama,” tegasnya.
Di kesempatan yang sama, Kepala Dusun 01, Jahri Yahya, menyampaikan bahwa kegiatan berjalan lancar dan sukses.
“Alhamdulillah, acara berlangsung sesuai harapan. Jumlah jamaah yang hadir dari 12 pekon diperkirakan mencapai 2.500 orang,” ujarnya.
Kegiatan ini diharapkan dapat terus memperkuat kebersamaan dan meningkatkan peran aktif masyarakat dalam pembangunan sosial dan keagamaan di Pekon Kedaung.





































