KALIBER ACEH: Jangan Ganggu Petani! Aceh Tenggara Butuh Pembangunan, Bukan Kegaduhan

WASPADA INDONESIA

- Redaksi

Minggu, 9 Agustus 2026 - 23:24 WIB

50211 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

​KUTACANE — WASPADA INDONESIA – Ketua KALIBER ACEH Zul kanedi seliian,menyampaikan apresiasi mendalam atas meluncurinya berbagai program strategis pemerintah di Kabupaten Aceh
Tenggara.

Salah satu yang menjadi sorotan utama adalah Pembangunan Irigasi Kecil berbasis masyarakat (P3-TGAI), yang dinilai menjadi angin segar bagi para petani dalam mengatasi kendala pasokan air sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.

​Namun, di tengah bergulirnya program-program positif ini, KALIBER ACEH memberikan catatan tegas: program pembangunan harus dikawal bersama, bukan justru diganggu.
​Pengawasan Wajib, Tapi Jangan Berubah Jadi Intimidasi

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Menurut KALIBER ACEH, fungsi pengawasan masyarakat dan lembaga memang sangat krusial. Kendati demikian, proses pengawasan wajib berjalan sesuai koridor hukum, berbasis data konkrit, dan menghormati mekanisme yang berlaku.

​Pihaknya menyayangkan jika ada oknum yang memanfaatkan dalih “pengawasan” untuk melakukan tekanan psikologis atau intimidasi terhadap kepala desa maupun kelompok tani di lapangan.
​
Kita sangat mendukung pengawasan. Tapi ingat, jangan sampai pengawasan itu berubah bentuk menjadi tekanan atau intimidasi. Jika ada dugaan penyimpangan, buktikan dan laporkan ke pihak berwenang. Jangan buat petani kita takut bekerja!” tegas Ketua KALIBER ACEH.

Baca Juga :  Ronal Halomoan: Anak Meninggal Karena Bullying Adalah Alarm Bahaya Sistem Pendidikan Kita

​KALIBER juga memberikan apresiasi khusus kepada para wakil rakyat di DPR RI yang dinilai aktif memperjuangkan aspirasi dan membawa program-program pusat ke Aceh Tenggara. Semakin banyak kucuran program dari pusat, semakin besar pula manfaat nyata yang dirasakan oleh masyarakat bawah.
​Mendorong Mitigasi Bencana Rp2 Triliun & Menolak Stigma Negatif

​Di sisi lain, KALIBER ACEH mengingatkan publik agar tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu liar atau informasi negatif yang belum terverifikasi, yang sengaja dihembuskan untuk membangun stigma buruk terhadap Aceh Tenggara. Kritik tentu sangat dibutuhkan sebagai kontrol sosial, namun harus disampaikan secara bertanggung jawab dan didukung fakta yang valid.

​Saat ini, Aceh Tenggara juga tengah didorong untuk mendapatkan program strategis nasional berupa mitigasi bencana hulu-ke-hilir, termasuk rencana penataan Kali Alas dan Kali Bulan dengan nilai investasi diperkirakan mencapai lebih dari Rp2 triliun.

Baca Juga :  Saat Pemerintah Diam, Warga 13 Desa di Aceh Tenggara Harus Turun Tangan Perbaiki Irigasi demi Selamatkan Sawah

Jangan setiap program yang masuk langsung dicurigai secara sepihak. Kalau memang ada indikasi kesalahan, bongkar dengan bukti yang sah. Tapi kalau program itu jelas-jelas baik bagi rakyat, jangan dihalangi. Aceh Tenggara butuh pembangunan, bukan kegaduhan,” tambahnya.
​Seruan Keberanian: Lawan Pungli dan Pemerasan!

​Sebagai penutup, KALIBER ACEH menyerukan kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), para kepala desa, kelompok tani, hingga elemen masyarakat luas untuk tidak ragu mengambil tindakan tegas jika menemukan praktik penyelewengan di lapangan.

​Jika terjadi indikasi pungutan liar (pungli), tekanan politik, maupun upaya pemerasan dari pihak mana pun, masyarakat diminta untuk berani melaporkannya secara resmi ke aparat penegak hukum.

​Sudah saatnya Aceh Tenggara membuka pintu selebar-lebarnya bagi kemajuan pembangunan, memperkuat barisan pengawasan yang transparan, dan menutup rapat ruang bagi pihak-pihak yang hanya ingin menciptakan kegaduhan demi kepentingan tertentu.
Laporan: Aliasa

Berita Terkait

Kasus Dugaan Korupsi Jembatan Silayar Jilid II Segera Disidangkan di Tipikor Banda Aceh
Tanggul Darurat Jembatan Natam di Aceh Tenggara Jebol, Akses Lumpuh Total
Banjir Terjang Enam Desa di Aceh Tenggara, Ratusan Warga Terdampak
Empat Fraksi Sepakati Perubahan Anggaran 2026, DPRK dan Pemkab Aceh Tenggara Teken Raqan APBK
Fraksi Golkar Soroti Defisit dan Peningkatan PAD dalam Pembahasan Qanun Perubahan APBK Aceh Tenggara 2026
Fraksi Selayakh DPRK Aceh Tenggara Setujui Rancangan Qanun Perubahan APBK 2026
Fraksi Hanura Perjuangan Bangsa Setujui Perubahan APBK Aceh Tenggara 2026 dengan Sejumlah Catatan
Wajah Baru Pelayanan BPN Aceh Tenggara: Transparan, Sesuai Aturan, dan Diharapkan Bawa Program PTSL ke Babul Rahmah pada 2027

Berita Terkait

Kamis, 24 September 2026 - 19:49 WIB

Kapolsek Teluk Meranti Hadir di Malam Akrab Polres Pelalawan

Kamis, 20 Agustus 2026 - 07:49 WIB

Apresiasi Kapolda Riau Camat Teluk Meranti Sukseskan Ekspedisi Merah Putih

Sabtu, 11 Juli 2026 - 18:08 WIB

Wujudkan Sekolah Ramah Anak, Bhabinkamtibmas Teluk Meranti dan Mahasiswa KKN UNRI Beri Edukasi di SDN 015

Selasa, 7 Juli 2026 - 07:27 WIB

Bhabinkamtibmas Polsek Teluk Meranti Cek Lahan Cabai Warga Dukung Ketahanan Pangan

Minggu, 5 Juli 2026 - 23:31 WIB

Syukuran HUT Bhayangkara & Kenaikan Pangkat 3 Personel Polsek Teluk Meranti Meriah

Sabtu, 4 Juli 2026 - 09:42 WIB

Jabat Erat Tangan Kapolres, 3 Personel Teluk Meranti Resmi Sandang Pangkat Baru

Sabtu, 20 Juni 2026 - 13:00 WIB

Bhabinkamtibmas Polsek Teluk Meranti Kawal Lahan Warga Menuju Swasembada Pangan

Sabtu, 13 Juni 2026 - 21:40 WIB

Bhabinkamtibmas Teluk Meranti Dukung Swasembada Pangan Petani

Berita Terbaru

SIAK

Jagung 0,5 Ha di Sabak Auh Tumbuh Subur, Usia 40 Hari

Selasa, 6 Okt 2026 - 18:45 WIB