ACEH TENGGARA – Hujan deras yang mengguyur sejak dini hari, Sabtu (26/9/2026), menyebabkan banjir merendam enam desa di empat kecamatan di Kabupaten Aceh Tenggara. Sebanyak 49 kepala keluarga atau 186 jiwa terdampak banjir yang terjadi akibat meluapnya debit sungai dan jebolnya tanggul di sejumlah titik.
Plt Kepala Pelaksana BPBD Aceh Tenggara, Mohd Asbi, melalui Kabid Rehabilitasi dan Rekonstruksi, Dodi Sukmariga Tajmal, menjelaskan curah hujan tinggi mulai turun sekitar pukul 00.15 WIB hingga pagi, mengakibatkan debit Sungai Lawe Kisam dan Sungai Lawe Kinga naik drastis. Kondisi ini memicu jebolnya tanggul Sungai Lawe Kisam di Dusun Nasi, Desa Terutung Megare Lawe Pasaran, Kecamatan Lawe Sumur, sehingga air meluap dan merendam rumah serta lahan pertanian.
Enam desa yang terdampak banjir meliputi Desa Terutung Megare Lawe Pasaran (Dusun Nasi) dan Desa Kisam Gabungan di Kecamatan Lawe Sumur, Desa Terutung Seperai dan Desa Pancar Iman di Kecamatan Bambel, Desa Maha Singkil di Kecamatan Bukit Tusam, serta Desa Kati Maju di Kecamatan Ketambe. Selain merendam permukiman, banjir juga memengaruhi sekitar 40 hektare tanaman padi berusia 45 hari di Desa Terutung Megare Lawe Pasaran dan 10 hektare sawah di Desa Kisam Gabungan.
Bencana banjir disertai longsor juga dilaporkan terjadi di ruas Jalan Nasional Kutacane-Blangkejeren, Desa Kati Maju, Kecamatan Ketambe. Longsor ini menyebabkan tiang listrik PLN tumbang dan sempat memadamkan listrik di sejumlah kawasan.
Tak hanya itu, arus deras Sungai Lawe Bulan turut menggerus kamar mandi umum di Dusun Lawe Bulan, Desa Batu Mbulan Asli, Kecamatan Babussalam, sehingga fasilitas umum tersebut terancam hanyut.
Meski banjir berdampak luas, BPBD memastikan tidak ada laporan korban jiwa maupun luka-luka. Tim BPBD telah menurunkan satu unit alat berat excavator ke area tanggul jebol untuk melakukan penutupan dan pengerukan sungai. Saat ini, kondisi air di sejumlah desa terdampak dilaporkan mulai surut, namun petugas masih terus melakukan pemantauan serta penanganan lanjutan di lokasi bencana.
Laporan : Salihan Beruh


































