Kurang dari 24 jam Pelantikan Presiden RI terpilih, Ini Harapan Besar Ketum DPP Bapera

WASPADA INDONESIA

- Redaksi

Sabtu, 19 Oktober 2024 - 12:45 WIB

50374 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – Sekali lagi maju atau tidaknya sebuah bangsa bukan dilihat dari sistem demokrasi, bentuk pemerintahan yang monarki atau apapun. kebebasan berfikir untuk kemaslahatan manusia dibebaskan sebebas bebasnya adalah kunci utama kemajuan bangsa, semua ada di mindset. Jadi,bentuk dan sistem negara pilihlah yang mewakili sejarah bangsanya. ucap Fahd El Fouz A Rafiq, ucapnya di Jakarta pada Sabtu, (19/10)

Ketua Umum DPP BAPERA mengatakan, “kesejahteraan hanya di dapat dengan ilmu pengetahuan dan teknologi jadi lebih pada suasananya, ekosistemnya, sintesa antitesanya berargumen itu harus dibangun,tuturnya.

Mantan Ketum PP – AMPG melanjutkan,” Seperti kita ketahui bersama hukum Indonesia sering tumpang tindih terutama masalah ekonomi dan perizinan. Orang yang awam perizinan dengan birokrasi yang rumit membuat masyarakat biasa yang tidak paham aturan main. Ujung ujungnya diselesaikan di bawah kolong meja.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Disamping itu, Indonesia Saat ini terlalu banyak aturan titipan oligarki dunia maupun oligarki lokal lalu bermimpi menjadi negara dengan kekuatan no 5 terbesar di tahun 2030 atau 6 tahun lagi dari sekarang ya mimpilah itu namanya, cita cita boleh, akan tetapi realistis, masih banyak kerusakan mesin di tubuh Indonesia dan harus segera di perbaiki, kita butuh mekanik handal untuk memperbaiki Indonesia kedepan, Teknologi mesin Indonesia saat ini masih ketinggalan zaman butuh banyak upgrade, cetusnya.

Mantan Ketum DPP KNPI ini mengisahkan, “Kita lihat bangsa jerman setelah porak poranda kalah di perang dunia pertama hanya butuh waktu 15 tahun, dan pada perang dunia ke 2 Jerman kembali bangkit dan menjadi aktor utama saat itu. Setelah kalah pada perang dunia ke 2 Jerman bangkit lagi dan sekarang menjadi negara besar yang hingga hari ini Powernya masih disegani di percaturan politik global.

Baca Juga :  Tahap II Komisi Irigasi untuk Pengelolaan Jaringan Irigasi.Pemkab Nagan Raya Gelar Sidang

Lanjutnya Fahd menambahkan, “Ketika politik jadi panglima terdepan maka negara akan penuh dengan lobi lobi politik dan manuver kekuasaan. Ketika politik jadi pemimpin maka anggaran 2500 triliun selalu jadi rebutan, ketika politik menjadi kekuatan membuat negara bergerak terbatas dan mendapat tekanan. Ketika politik selalu di depan maka banyak orang ingin menjadi oligarki untuk mempengaruhi jabatan, mengapa ini terjadi? karena keadaan dan seolah dibiarkan.

Jadi, hari ini Indonesia jalannya tidak bisa ngebut analoginya kita masih pake gigi 2 negara lain udah pake gigi 6, kenapa masih pake gigi 2? pas mau ke gigi 3 dan selanjutnya macet persnelingnya.

Dalam kasus ini kita dibolehkan iri melihat negara negara lain terus mengalami perkembangan pesat, kita harus compare terus Indonesia dengan negara maju, agar kita yang berada dalam payung Indonesia punya satu tujuan menjadikan Indonesia menjadi negara maju dan kembali menjadi kekuatan terbesar di Selatan Khatulistiwa.

Jika melihat fakta sejarah, reneisance adalah zaman pencerahan saat itu kekangan gereja dan tekanan aristokrasi kerajaan dilepas oleh kaum pemikir bebas (free thinker) Seperti galileo galilei, newton, dan davinci. Islam juga mengalami masa kejayaan ketika sampai Persia, ketika Al jabbar, ibnu batuta, ibnu arobi maju dengan pemikiran matematika, kesehatan dan pendidikan. Amerika membebaskan pemikiran sehingga puncaknya adalah dengan melakukan operation paper clipsnya yang mengambil 1100 ilmuwan Jerman sebelum perang dunia ke 2 berakhir.

Baca Juga :  Wakili Kapolri, Komjen Agus Andrianto Hadiri Rapat Terkait Kekeringan dan Kelaparan di Papua Tengah

Untuk menggapai Indonesia Raya Republik ini perlu banyak perbaikan. Lagu Indonesia Raya itu siratan Cita cita Founding Fathers kita. Dan kita sebagai generasi penerus ditugaskan menggapai hal tersebut.

Maka dari itu para ilmuwan Indonesia dari berbagai bidang di harapkan terus konsisten memberikan masukan terbaik untuk bangsa dan negeri ini dengan narasi narasi yang dapat memicu adrenalin para generasi muda untuk dapat bergerak melakukan hal yang terbaik.

Beberapa jam lagi kita akan menyaksikan Pelantikan Presiden baru Indonesia NKRI yaitu Bapak Prabowo Subianto dan Mas Gibran Rakabuming Raka sebagai Presiden dan Wakil Presiden. DI pundak beliaulah Perahu Indonesia ini akan dibawa, kita sebagai Pemuda di harapkan mendukung penuh pemerintahan Bapak Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka sebagai nahkoda baru Nusantara untuk menggapai Indonesia Raya seperti yang dicita citakan para Founding Fathers kita, tutup Dosen di negeri Jiran (Malaysia) ini.

ASW

Berita Terkait

Presiden Labeli Wartawan Sebagai Londo Ireng, Kasihhati : Preseden Buruk, Berpotensi Memicu Intimidasi Jurnalis
Masih Adakah Pers Nasionalis? Ini Jawaban AKPERSI untuk Presiden
Penahanan Febrie Tanpa Rompi dan Borgol , di Pertanyakan Keistimewaan Febrie Adriansyah: Siapa yang Melindungi?
Dari Persaudaraan Menuju Pengabdian, XTC Indonesia Kota Cirebon Gelar Bakti Sosial Jumat Berkah
PW GP Al Washliyah : Pesan dari Kalimantan Menggema hingga Jakarta, Lagu “Teruslah Melangkah” Karya Mayjen TNI Krido Pramono Menjadi Inspirasi Generasi Muda Indonesia
Prof DR Sutan Nasomal Meminta Presiden RI Membuat Aturan Ketat Jaga Ibu & Anak Indonesia
Safrizal ZA Dorong Enam Kota Indonesia Jadi Penggerak Smart City ASEAN
Berani lawan Judol dan Pinjol, DPR RI Yasonna H. Laoly Diteror Puluhan Telepon Misterius, PW GP Al Washliyah Desak Kemkomdigi Usut Tuntas

Berita Terkait

Minggu, 26 Juli 2026 - 17:32 WIB

Asap Pabrik PT JATIM Meresahkan Kesehatan Anak-anak

Kamis, 23 Juli 2026 - 20:33 WIB

Merasa Bangga Berperkara,Pengelola Kebun Akui Perintah Pengrusakan Sawit Milik Warga Saat Mediasi

Kamis, 23 Juli 2026 - 09:13 WIB

Rusak 53 Pokok Sawit Milik Warga,Penglola Kebun 400 Haktare Mengaku Bertindak Atas Perintah Sahat Pardede

Rabu, 22 Juli 2026 - 06:31 WIB

Truk Kembali Terpuruk di Depan Kantor Kelurahan Teluk Merbau,Jalan Poros Kubu Rusak Parah

Senin, 20 Juli 2026 - 16:22 WIB

Dinilai Gagal Kelola Program Pertanian Diminta Ganti Kepala DKPP Rokan Hilir

Senin, 20 Juli 2026 - 10:03 WIB

Truk Sawit Terbalik Warga Sorot Janji Kampanye

Sabtu, 18 Juli 2026 - 18:51 WIB

BP Layak Diperiksa,Diduga Ratusan Ton Benih Padi Bantuan IP200 Program Oplah Menghilang,Realisasi Tanam Minim

Rabu, 15 Juli 2026 - 22:41 WIB

Ratusan Ton Benih Padi Program Oplah Mengendap di Gedung,Petani Rokan Hilir Trauma Gagal Panen dan Enggan Tanam Kembali

Berita Terbaru

PRINGSEWU

Pemkab Pringsewu Kembali Gelar Seleksi Magang Ke Jepang

Senin, 27 Jul 2026 - 18:31 WIB

PRINGSEWU

Bupati Pringsewu Sampaikan Rancangan Perubahan KUA-PPAS 2026

Senin, 27 Jul 2026 - 18:24 WIB