Efisiansi RI menutup satu celah KORUPSI tetapi membuka ratusan pintu TIKUS KORUPTOR baru

WASPADA INDONESIA

- Redaksi

Kamis, 13 Maret 2025 - 04:03 WIB

50196 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA | Masyarakat sadar hukum memperhatikan kasus kasus KORUPSI saat ini. Di mana terjadi Jumlah KORUPSI yang luar biasa di dalam PERTAMINA.
Sehingga kerugian tersebut bisa tembus Rp 1 KUADRALIUN
(Rp 1.000.000.000.000.000)

Apa yang sebenarnya terjadi dalam pengawasan dari para satgas migas sehingga keadaan pengoplosan BBM bisa liar terjadi.
Apakah ikut andil melanggar hukum dan menjadi bagian team yang memuluskan KORUPSI karena seperti sangat aman dilakukannya dalam 5 tahun kebelakang pengoplosan BBM.

KORUPTOR menguasai mekanisme hukum sepertinya. Bermain di dalam sistem yang senyap di manfaatkan banyak para elit pejabat saat ini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

PROF DR KH SUTAN NASOMAL SH,MH pemerhati kasus kasus KORUPSI sangat miris melihat kinerja APH dan KPK KEJAGUNG dll yang pilih pilih dalam menentukan siapa yang harus di jadikan tersangka para aktor utama KORUPTOR.

PROF DR KH SUTAN NASOMAL SH,MH menghimbau Presiden RI Jendral Haji Prabowo Subiyanto agar lebih berani melakukan bersih bersih di Pemerintahan yang di pimpinnya saat ini.

Baca Juga :  Kelangkaan BBG di Nias Jelang Nataru, Aktivis Minta Pemerintah Segera Cari Solusi

Masyarakat melihat seperti banyak aktor KORUPTOR di lindungi atas kesepakatan politik tertentu. Maka terjadilah negosiasi abu abu dengan saling mengamankan agar di dalam gerbong yang lain ikut DIAM dan tidak akan bersuara apa apa.

PROF DR KH SUTAN NASOMAL SH.MH juga memperhatikan keputusan Pimpinan Tertinggi Negara Indonesia nyaitu Presiden RI Jendral Haji Prabowo Subiyanto mengenai efesiansi.
Efisiansi RI menutup satu celah KORUPSI tetapi membuka ratusan pintu TIKUS KORUPTOR baru

Masyarakat sangat terkejut pak Presiden.
Pemerintahan yang baru beberapa bulan ini memimpin INDONESIA telah menghadapi gelombang besar KORUPSI yang luar biasa. Artinya ada PR berat yang harus di bereskan oleh PRESIDEN RI bahwa peristiwa kasus kasus KORUPSI saat ini adalah jejak masalah di pemerintahan yang lalu.
Masyarakat Indonesia Berharap penuh kepada Pak Prabowo mampu melaksanakan penegakkan HUKUM dan membongkar semua rekening gendut dan kekayaan yang tidak wajar para pejabat yang pernah duduk manis selama 15 tahun ini dan memperkaya diri dengan uang dari hasil KORUPSI selama sebagai pejabat pemerintah.

Baca Juga :  Analis: Ungkapan “Estafet Kepemimpinan” Polri Masih Dalam Koridor Netralitas

Kesempatan Bersih Bersih KORUPTOR jangan di sia siakan karena waktu takkan mengulang kembali.

DUNIA menunggu dan melihat adakah putra terbaik di INDONESIA yang mampu memiskinkan KORUPTOR dan menegakkan hukum seberat beratnya bagi para TIKUS kelompok senyap yang menguras uang NEGARA INDONESIA dan memiskinkan Masyarakat.

Jangan sampai pupus harapan Masyarakat karena hukum tajam ke bawah dan tumpul ke atas

Semoga Masyarakat masih mau terus berjuang melawan para KORUPTOR agar di jerat hukum yang berat

Narasumber : PROF DR KH SUTAN NASOMAL SH,MH

Berita Terkait

Prof DR Sutan Nasomal : Jangan Tidak Peka Presiden RI Dengan Air Mata Rakyat Akibat Di Bakarnya Hutan
26 Tahun HIMLAB Raya Jakarta: Abdul Manaf Siregar Resmi Pimpin Organisasi, Bawa Semangat Baru Mahasiswa Labuhanbatu di Perantauan
Rakerwil GPA Sultra Perkuat Kaderisasi, Gerakan Sosial, Dan Kemandirian Ekonomi Pemuda Konawe Utara
Prof. Dr. Sutan Nasomal Bela Pemkab Siak di Tengah Tekanan APBD: Jangan Terburu-buru Salahkan Bupati Afni, Rakyat Harus Tetap Jadi Prioritas!
Petugas Rutan Jakarta Pusat Gagalkan Upaya Penyelundupan Barang Terlarang Dduga ETOMIDATE
Suryadi Djamil Apresiasi Kapolri Suyudi Ario Seto, Minta Sikat Narkoba hingga ke Pabrik
PPD: Pentingnya Pemerataan Kualitas Pendidikan di Berbagai wilayah Indonesia
Dari Energi Air ke Pasar Dunia, Inalum Perkenalkan Low Carbon Aluminium Indonesia

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 18:26 WIB

Satresnarkoba Polres Aceh Tenggara Amankan Dua Pria di Ketambe, 10 Paket Sabu Disita

Senin, 26 Oktober 2026 - 02:58 WIB

18 Alat Berat Bantuan Pusat untuk Aceh Tenggara Rusak, Bupati Ngamuk: Jalan Baru Ditimbun Sudah Amblas Lagi

Minggu, 25 Oktober 2026 - 19:49 WIB

Banjir Kembali Rendam Desa Kuning I, Tanggul Menipis Warga Khawatir Gagal Panen dan Rumah Terendam

Minggu, 25 Oktober 2026 - 19:23 WIB

Tak Hujan Pun Banjir, Warga Desa Kuning 1 Kecewa Berat ke Pemerintah Aceh dan Titip Harapan ke Gubernur Jawa Barat KDM

Minggu, 25 Oktober 2026 - 00:47 WIB

Dari Persembunyian di Desa Simpang Semadam Hingga Meninggal di Rumah Sakit, Ada Apa Dalam 24 Jam Terakhir Hidupnya Ical

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 21:49 WIB

Buron 19 Bulan, Narapidana Lapas Kutacane Ditangkap di Rumahnya di Simpang Semadam

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 21:09 WIB

Yahdi Hasan Kawal Langsung Pemulangan Jenazah Warga Asal Aceh Tenggara dari Malaysia hingga Tiba di Kualanamu

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 01:31 WIB

Sidang Kedua Dugaan Korupsi Proyek Jembatan Silayakh Jilid II Agara Digelar, Jaksa Agendakan Pemeriksaan Saksi

Berita Terbaru