DPRK Nagan Raya Gelar RDP Dengan PT. AJB Dan Mifa Bersaudara Ini Penjelasannya.

- Redaksi

Sabtu, 26 April 2025 - 14:37 WIB

50386 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nagan Raya : Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten ( DPRK ) Nagan Raya Provinsi Aceh kembali menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) terkait dugaan penambangan ilegal yang dilakukan oleh PT. Agrabudi Jasa Bersama dan PT. Mifa Bersaudara pada Jum’at, 25 April 2025. diruang banggar gedung DPRK setempat.

Rapat dengan pendapat (RDP ) yang dipimpin langsung oleh Ketua Komisi II Zulkarnain, S.H tersebut digelar secara terpisah antara kedua perusahaan, namun Zulkarnain memberikan kesempatan secara leluasa agar pihak PT. AJB dan PT. Mifa Bersaudara dapat menyampaikan fakta-fakta serta argumentasi yang menguatkan sikap mereka perusahaan masing-masing. Kata Zulkarnain, S.H Fraksi Partai Demokrat.

“Zulkarnain mengukapkan baru Kali ini RDP dilakukan dengan mengundang pimpinan PT. AJB dan PT. Mifa Bersaudara.”

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam RDP tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat Pemkab diantaranya Asisten I Zulkfika, SH, Asisten II Amran Yunus, SP.MT, Kadis Pertanahan Wahidin, SE, Inspektorat, Kadis PUPR Ir. Tamarlan,MT, Kadis Lingkungan Hidup Teuku Zeddy Surachman, SE, Kabag Pemerintahan Dedi Saputra, SH, Camat Kuala Koko Fonna Lonza, S.I.P.,M.Si serta Sekdes Krueng Mangkom, Keuchik Alue Buloh, Keuchik Paya Udeung, Keuchik Kuta Aceh, Keuchik Krueng Mangkom dan sejumlah aparatur Gampong dan tokoh masyarakat setempat.

Rapat yang dipimpin oleh Ketua Komisi II Zulkarnain, S.H tersebut digelar secara terpisah antara kedua perusahaan tersebut, namun Zulkarnain memberikan kesempatan secara leluasa agar pihak PT. AJB dan PT. Mifa dapat menyampaikan fakta-fakta serta argumentasi yang menguatkan sikap mereka masing-masing.

Dalam kesempatan tersebut. PT. AJB yang diwakili oleh saudara Safran Arief Thema turut didampingi Meily Lestari menyampaikan bahwa IUP PT. AJB berada di wilayah Kabupaten Aceh Barat. Yang dikeluarkan oleh Bupati Aceh Barat Ramli, MS. Pada masa dulu. Katanya.

Namun kedua pejabat teras perusahaan tersebut mengakui bahwa PT. AJB melakukan kegiatan eksploitasi Batu Bara di wilayah Gampong Krueng Mangkom Kecamatan Seunagan, Kabupaten Nagan Raya serta melakukan pembebasan lahan lainnya di Gampong Krueng Mangkom dan Alue Buloh dimana kedua Gampong tersebut berada di Kabupaten Nagan Raya.

Namun ketika sejumlah Anggota DPRK Nagan Raya meminta PT. AJB menghentikan kegiatan eksploitasinya, Meily Lesatari dan Safran mengatakan bersedia menghentikan, namun harus ada surat dari Pemkab Nagan Raya untuk penghentian kegiatan. Mereka mengaku memiliki kontrak dengan PLTU 1-2 untuk memasok batu bara. Ucap Safra.

Baca Juga :  Mantan Aktivis Aceh : Neldi Isnayanto Angkat Bicara Terkait Pertambangan Emas

Pada rapat sesi kedua digelar dengan menghadirkan pihak PT. Mifa Bersaudara yang diwakili oleh Section Head CLGR Muhammad Arief, Wakil KTT Abdul Haris dan Ridwan serta didampingi oleh 2 orang lowyer.

Berbeda dengan PT. AJB, rapat pada sesi kedua ini berjalan sangat alot. Sebab pihak PT. Mifa Bersaudara tidak mengakui melakukan eksplorasi dan eksploitasi di wilayah Kabupaten Nagan Raya. Mereka mengatakan kegiatannya masih dalam lingkup batas IUP yang diberikan pemerintah kepada PT. Mifa Bersaudara yakni di wilayah Kabupaten Aceh Barat.

Dan mereka mengatakan bahwa permasalahan tersebut sebenarnya antara pemerintah Nagan Raya dengan pemerintah Aceh Barat dan mereka berharap kedua Kabupaten tersebut segera menyelesaikan permasalahannya.

Atas sanggahan PT. Mifa Bersaudara, Ketua Komisi II Zulkarnain.SH menyodorkan bukti-bukti dimana PT. Mifa Bersaudara telah melakukan eksploitasi Batu bara dalam wilayah Kabupaten Nagan Raya tepatnya di Gampong Paya Udeung. Kecamatan Seunagan.

Tidak hanya itu, Zulkarnain juga menyampaikan bukti-bukti bahwa PT. Mifa Bersaudara telah banyak melakukan transaksi jual beli tanah/lahan dengan masyarakat di wilayah Gampong Alue Buloh, Paya Udeung, Kuta Aceh dan Krueng Ceuko Kecamatan Seunagan Kabupaten Nagan Raya.

“Transaksi jual beli tersebut terjadi dalam wilayah Nagan Raya dan secara administrasinya pun dibuat di Kabupaten Nagan Raya”.

Cukup banyak bukti dan saksi yang kami miliki untuk membantah seluruh argumentasi pihak PT. Mifa Bersaudara. Terang Zulkarnain dari Fraksi Demokrat.

Lebih lanjut Ketua Komisi II Zulkarnain, yang didampingi Ketua Komisi I Heri Yanda, S.AB, Ketua Komisi III Junid Arianto, Ali Sadikin dan sejumlah Anggota DPRK lainya yang hadir memaparkan fakta-fakta dimana PT. Mifa Bersaudara telah mencaplok wilayah Nagan Raya tanpa izin sehingga sangat merugikan pemerintah dan masyarakat Nagan Raya.

Untuk itu DPRK dan Pemkab Nagan Raya meminta agar PT. Mifa Bersaudara menghentikan kegiatan eksploitasi tambang Batu bara dalam wilayah Nagan Raya sampai adanya penyelesaian sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Ungkap Zulkarnain Politisi Partai Demokrat.

Baca Juga :  PJ Bupati Nagan Raya Lepas Balon Tanda Pasar Minggu Ceria dan Launching Car Free Day.

Hal itu penting dilakukan oleh PT. Mifa Bersaudara agar proses penyelesaiannya dapat berjalan dengan aman dan damai. Sebab sikap PT. Mifa Bersaudara yang tidak mengakui area yang telah digarapnya itu berada di wilayah Nagan Raya.

Sementara mereka dengan sadar telah banyak membebaskan tanah dibeberapa Gampong seperti Alue Buloh, Paya Udeung, Kuta Aceh dan Krueng Ceuko, Kecamatan Seunagan telah memantik reaksi keras dari masyarakat Nagan Raya dimana kondisi ini harus bisa dikendalikan dengan baik agar tidak terjadi hal-hal diluar keinginan kita.

Maka menghentikan kegiatan untuk sementara waktu merupakan langkah bijak dari PT. Mifa Bersaudara hingga adanya penyelesaian masalah secara baik dan komprehensif.

Pasca rapat, PT. Mifa Bersaudara menandatangani Berita Acara Rapat bersama DPRK dan Pemkab pada pukul 22.00 Wib. Sementara PT. AJB tidak bersedia menandatangani berita acara dengan alasan tidak diizinkan oleh pimpinannya.

“Padahal diawal rapat Pak Safran perwakilan PT. AJB mengatakan memiliki kapasitas untuk mengambil sikap dan keputusan atasnama PT. AJB”.

Namun terakhir yang bersangkutan tidak .elu menandatangani Berita Acara, padahal isi dari Berita acara tersebut adalah pernyataan-pernyataan yang mereka sendiri sampaikan didalam rapat.

Namun Zulkarnain mengatakan mereka semua tidak dapat mengelak dari fakta-fakta yang terungkap dalam rapat. Meskipun tidak bersedia menandatangani Berita acaranya, namun DPRK memiliki rekaman CCTV dimana semua gambar dan suara terekam dengan baik.Tegas Zulkarnain.

Untuk itu.Peserta rapat baik dari pihak DPRK Nagan Raya maupun pihak Pemkab Nagan Raya sepakat rekomendasikan kepada Bupati Nagan Raya dengan segala kewenangan serta kekuasaannya agar melakukan penyegelan atau penghentian kegiatan terhadap lokasi tambang PT. AJB. Dan lokasi tambang PT. Mifa Bersaudara sampai permasalahan tersebut selesai dengan baik.

Disamping itu Bupati juga diminta untuk menuntut segala kerugian daerah dan masyarakat kepada kedua perusahaan tersebut serta meminta Gubernur dan Kementerian terkait untuk merevisi IUP PT. AJB dan PT. Mifa Bersaudara dengan mengeluarkan lokasi yang berada di wilayah Nagan Raya.Atau kedua perusahaan tersebut dapat mengurus perizinannya sehingga kegiatan yang dilakukan nantinya sesuai dengan prosedur hukum dan didukung oleh masyarakat. Tutupnya. ( Red )

Berita Terkait

Keluarga Besar RAPI Wilayah Nagan Raya Apresiasi Capaian Opini WTP ke-18 Pemkab Nagan Raya
Dekelerasi Tujuh Kecamatan Komit Perkuat Keamanan dan Ketertiban Masyarakat di Kabupaten Karo
Peringatan Hari Kelahiran Pancasila Kapolres Karo Ajak Generasi Muda Karo Menjadikan Pancasila Kompas Dalam Belajar, Berteman dan Bertindak.
Puluhan Personil Brimob Batalyon C Pelopor Ikuti Upacara Hari Lahir Pancasila
Fraksi Partai GOLKAR: Apresiasi Bupati TRK, Investasi Rp 200 Triliun Prospek Masa Depan Nagan Raya
Kabupaten Karo Kembali Raih Opini WTP 7 Kali Berturut-turut Dari BPK RI
Ustat Romi Mahendra.LC Bertindak Sebagai Khatib Shalat Idul Adha di Masjid AL Ikhlas
Bupati Nagan Raya TRK Berhasil Lobi Investasi 200 Triliun. DPD APDESI Aceh Turut Apresiasi

Berita Terkait

Selasa, 2 Juni 2026 - 10:53 WIB

Enam Bulan Pasca Korban Banjir Bandang Desa Lubuk Pusaka Yang Terparah Tak Kunjung Dibantu Pemerintah

Senin, 1 Juni 2026 - 19:11 WIB

AKPERSI Ultimatum APDESI: Usut Tuntas Dugaan Intimidasi Senpi Ketua DPD Jabar, Jangan Kebal Hukum  

Minggu, 31 Mei 2026 - 09:59 WIB

Sebanyak 1.052 Narapidana dan Anak Binaan Terima RK dan PMP Khusus Waisak Tahun 2026

Jumat, 29 Mei 2026 - 12:19 WIB

Bertemu di Paris,Prabowo Dorong Percepatan IEU-CEPA dan Investasi Prancis ke Indonesia

Kamis, 28 Mei 2026 - 20:42 WIB

” Jokowi Dijadwalkan Kunjungi Lampung Akhir Juni 2026 : Jawaban Atas Kerinduan Masyarakat “

Rabu, 27 Mei 2026 - 21:00 WIB

Dukung Astacita Prabowo-Gibran, BRN Dorong Penguatan Komunikasi Politik Lintas Elemen Bangsa

Selasa, 26 Mei 2026 - 02:44 WIB

Bustami Zainudin Pembina BRN Dampingi Jokowidodo di Lampung,Siap perkuat Dukungan PSI Sesusai Arahan

Senin, 25 Mei 2026 - 23:44 WIB

AKPERSI Tegaskan FGD Pendidikan Digelar Mandiri dan Tidak Ada Kewajiban Iuran bagi Kepala Sekolah

Berita Terbaru