IWOI Aceh Sudah 90 Persen Siap Sambut Hari Jadi IWO Indonesia ke-3 di Provinsi Aceh

WASPADA INDONESIA

- Redaksi

Jumat, 31 Oktober 2025 - 15:42 WIB

50182 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Banda Aceh | Ikatan Wartawan Online Indonesia (IWO Indonesia) telah hampir delapan tahun berdiri di tingkat pusat sejak dideklarasikan pada 9 Februari 2018 di Sumatera Barat. Sementara itu, di Provinsi Aceh, kepengurusan IWOI telah berjalan hampir tiga tahun sejak terbentuk pada 20 Desember 2022.

Menjelang peringatan Hari Jadi IWO Indonesia ke-3, persiapan di Provinsi Aceh telah mencapai sekitar 90 persen. Mulai dari pembentukan panitia hingga pengumpulan data masyarakat yang akan menerima bantuan telah dilakukan. Kini, hanya tersisa sekitar 10 persen tahap akhir, yakni penggalangan dana bagi masyarakat yang benar-benar layak dibantu.

Ketua IWOI Aceh, Dimas KHS AMF, mendesak seluruh pengurus IWO Indonesia di Provinsi Aceh untuk benar-benar menjalin kerja sama dan kemitraan dengan berbagai pihak, baik Polri, TNI, instansi pemerintah provinsi, kabupaten/kota, BUMN, BUMD, maupun pihak swasta (BUMS). Tujuannya adalah menciptakan hubungan yang harmonis serta menumbuhkan kepercayaan terhadap keberadaan IWO Indonesia di Aceh.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia juga berharap seluruh instansi dapat membedakan antara IWO Indonesia dengan organisasi lain yang memiliki nama serupa, agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, terutama yang dapat merusak nama baik organisasi pers tersebut.

Baca Juga :  Relawan cinta Aceh (RCA) deklarasi kan Bustami Hamzah sebagai gubernur Aceh tahun 2025-2030

Dalam keterangan persnya, Jumat (31/10/2025), Dimas KHS AMF menyampaikan bahwa IWOI Aceh telah siap sekitar 90 persen untuk memperingati Hari Jadi IWO Indonesia ke-3.

“Sisanya tinggal bagaimana kita menggalang dana di seluruh Provinsi Aceh agar dapat menunaikan nazar kita, yaitu membantu masyarakat Aceh — khususnya di Banda Aceh — yang selama ini luput dari perhatian pemerintah, baik pusat, provinsi, kabupaten/kota, maupun tingkat gampong/desa,” jelasnya.

Menurutnya, kegiatan ini juga bertujuan agar para kepala desa (keuchik) mengetahui masih ada warganya yang belum memperoleh bantuan dalam bentuk apa pun. Ia menyinggung pernyataan Presiden RI Prabowo Subianto yang berkomitmen memberikan bantuan langsung kepada masyarakat, namun pelaksanaannya di lapangan belum merata.

“Masih banyak masyarakat yang sebenarnya tidak layak justru mendapat bantuan, sedangkan warga yang benar-benar membutuhkan malah terlewatkan. Ini bukan kesalahan pemerintah pusat, tetapi lemahnya pendataan di tingkat gampong. Karena itu, inilah yang menjadi fokus (progress) kerja IWO Indonesia Provinsi Aceh,” tegas Dimas.

Baca Juga :  Aminullah Usman dan Isnaini Dianggap Layak Lanjutkan Bangun Kota Banda Aceh

Lebih lanjut, Dimas juga menegaskan agar seluruh pengurus IWO Indonesia di Aceh menjaga nama baik organisasi dan bekerja secara profesional serta terpercaya di mata publik.

“Saya berharap seluruh pengurus IWO Indonesia di Aceh dapat menjaga nama baik organisasi di mata publik, menjadi jurnalis yang profesional, dan tidak mencoreng nama besar IWO Indonesia. Kami juga meminta seluruh instansi — baik kepolisian, TNI, kejaksaan, pemerintah daerah, BUMN, BUMD, maupun BUMS — untuk dapat membedakan antara kami dengan organisasi lain yang memiliki nama hampir sama,” ujar Dimas yang akrab disapa Bejo.

Ia menegaskan, bila ada oknum yang mengatasnamakan IWO Indonesia namun melakukan tindakan yang mencemarkan nama baik, memeras, atau memaksa pihak lain, maka masyarakat diminta segera melapor.

“Apabila ada pengurus IWO Indonesia di Aceh yang melakukan pelanggaran, laporkan kepada pihak berwajib atau langsung kepada saya. Saya pastikan akan menindak sesuai kode etik dan hukum yang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tutup Dimas tegas. (*)

Berita Terkait

Sayuti Achmad Road Show ke Pantai Barat Selatan, Dapat Sambutan Antusias Demi Pembaruan PWI Aceh
Ketua Fast Respon Counter Polri DPW Aceh : Mari Kawal Program Kapolri Baru, Komitmen Pengawasan Dan Sinergi Tak Boleh Kendur
Gubernur Aceh Lantik Taufik sebagai Penjabat Sekda demi Jaga Stabilitas Pemerintahan
Marzuki Kadis DTPHP Nagan Raya Terima Piagam Penghargaan pada Workshop Sasaran Indikatif Tanaman Pangan 2027
Fast Respon DPW Aceh Sampaikan Selamat kepada Komjen Pol. Suyudi Ario Seto atas Persetujuan Komisi III DPR
Ketua Fast Respon Counter Polri Nusantara DPW Aceh Ucapkan Selamat Hari Ulang Tahun Kapolda Aceh
Bea Cukai Aceh Turut Bahas Sekuritas Bandara Sultan Iskandar Muda
Bea Cukai Aceh Musnahkan Barang Hasil Penindakan Senilai Rp1,83 Miliar

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 23:39 WIB

Prof DR Sutan Nasomal : Jangan Tidak Peka Presiden RI Dengan Air Mata Rakyat Akibat Di Bakarnya Hutan

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:05 WIB

Rakerwil GPA Sultra Perkuat Kaderisasi, Gerakan Sosial, Dan Kemandirian Ekonomi Pemuda Konawe Utara

Jumat, 23 Oktober 2026 - 00:47 WIB

Prof. Dr. Sutan Nasomal Bela Pemkab Siak di Tengah Tekanan APBD: Jangan Terburu-buru Salahkan Bupati Afni, Rakyat Harus Tetap Jadi Prioritas!

Jumat, 23 Oktober 2026 - 00:27 WIB

Petugas Rutan Jakarta Pusat Gagalkan Upaya Penyelundupan Barang Terlarang Dduga ETOMIDATE

Kamis, 22 Oktober 2026 - 14:09 WIB

Suryadi Djamil Apresiasi Kapolri Suyudi Ario Seto, Minta Sikat Narkoba hingga ke Pabrik

Selasa, 20 Oktober 2026 - 22:59 WIB

PPD: Pentingnya Pemerataan Kualitas Pendidikan di Berbagai wilayah Indonesia

Selasa, 20 Oktober 2026 - 22:44 WIB

Dari Energi Air ke Pasar Dunia, Inalum Perkenalkan Low Carbon Aluminium Indonesia

Selasa, 20 Oktober 2026 - 11:44 WIB

Ketum Golkar Segera Pecat Ahmad Doli Kurnia dan PAW Dari Senayan

Berita Terbaru