KUTACANE, ACEH TENGGARA — Pemeliharaan rutin ruas jalan nasional kembali digiatkan di Kabupaten Aceh Tenggara. Pelaksana Pemeliharaan Jalan Nasional (PPK) 35 mulai melakukan perbaikan di sejumlah titik pada lintasan Batas Gayo Lues–Kutacane–Batas Sumatera Utara. Perbaikan difokuskan pada pengaspalan dan penutupan badan jalan yang berlubang, sekaligus pemasangan marka kejut di titik rawan kecelakaan.
Pantauan di lapangan menunjukkan beberapa lokasi yang telah diperbaiki antara lain kawasan Kota Kutacane, Purwodadi, dan Kampung Melayu, Kecamatan Babussalam. Di Kampung Melayu, yang dikenal sebagai salah satu titik rawan kecelakaan, PPK 35 memasang marka kejut untuk mengurangi kecepatan kendaraan yang melintas.
“Di titik itu sering kali terjadi laka lantas, terutama karena kontur jalan dan kecepatan kendaraan. Maka dipasang marka kejut sebagai langkah preventif,” ujar Jaya Juliadi, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK 35), Sabtu (1/11/2025).
Perbaikan ini merupakan bagian dari program swakelola rutin di bawah kendali Dinas PUPR. Beberapa titik lain yang juga menjadi sasaran pekerjaan, antara lain wilayah Kuning, Lawe Sigalagala, Gurah Ketambe, dan sejumlah titik lainnya yang tersebar di sepanjang jalur nasional tersebut.
Menariknya, material aspal yang digunakan tidak berasal dari perusahaan lokal. Melainkan, aspal didatangkan langsung dari Asphalt Mixing Plant (AMP) di Kuta Buluh, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, demi menjaga kualitas dan daya tahan hasil perbaikan.
“Pengaspalan ini kami pastikan sesuai standar. Harapannya, pengendara lebih nyaman dan aman saat melintasi jalur nasional ini,” jelas Jaya.
Respons positif datang dari pemerintah daerah. Bupati Aceh Tenggara, H.M. Salim Fakhry, menyambut baik pengaspalan badan jalan yang berlubang, namun juga menekankan pentingnya pengerjaan saluran drainase jalan nasional, yang kerap menimbulkan masalah saat musim hujan.
Menurutnya, genangan air menjadi permasalahan tahunan yang belum kunjung terselesaikan. Di sejumlah titik seperti Lumbang Jaya, Pulo Latong, Bambel Gumpang, Kelapa Gading dan Terutung Seperei, air kerap menggenang hingga setinggi lutut, menyebabkan kendaraan sulit melintas, dan kerusakan jalan kembali terjadi dalam waktu singkat.
“Saya harap selain pengaspalan, perlu juga dibenahi paritnya, karena saat musim hujan air tergenang di jalan nasional dan bikin perjalanan pengguna jalan terganggu,” ujar Bupati.
Pihak PPK mengaku telah mencatat dan menerima masukan tersebut untuk disampaikan dalam laporan akhir dan koordinasi lanjutan dengan instansi terkait. Pemerintah juga mengimbau masyarakat agar berhati-hati saat melintasi titik-titik perbaikan, dan bersama-sama menjaga infrastruktur yang ada.
“Ini jalan kita bersama. Mari kita jaga dan rawat agar manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang,” ucap Jaya.
Hingga awal November ini, proses perbaikan masih berlangsung. Diharapkan seluruh titik yang telah dipetakan bisa tertangani sebelum tutup tahun anggaran. Pekerjaan dilakukan bertahap dengan menyesuaikan kondisi cuaca dan lalu lintas kendaraan.
Laporan : Salihan Beruh

































