Proyek Jembatan Mbarung-Lamban, Warga Aceh Tenggara Desak Rekanan dan PUPR Tanggap Selesaikan Pekerjaan

WASPADA INDONESIA

- Redaksi

Selasa, 25 November 2025 - 22:53 WIB

50420 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh Tenggara — Komponen masyarakat di Kabupaten Aceh Tenggara mendesak agar rekanan proyek pembangunan jembatan rangka baja ruas Mbarung–Kedataran segera mempercepat pekerjaan. Sorotan publik menguat lantaran progres pembangunan jembatan yang menghubungkan Kecamatan Babussalam dengan beberapa kecamatan lainnya seperti Lawe Alas dan Darul Hasanah itu dinilai berjalan lambat, padahal tenggat waktu penyelesaian proyek semakin dekat.

Proyek pembangunan jembatan senilai Rp7,8 miliar yang bersumber dari Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) 2025 tersebut dimulai pada bulan Agustus lalu. Kini, dengan sisa waktu kurang dari 40 hari menuju akhir masa kontrak pada Desember 2025, progres pelaksanaan baru mencapai sekitar 30 persen. Kondisi ini menimbulkan kecemasan serius di tengah masyarakat karena jembatan tersebut berstatus vital sebagai penghubung ekonomi dan akses masyarakat antarwilayah.

Amalun Selian, salah seorang tokoh masyarakat, menyatakan bahwa keterlambatan pembangunan jembatan akan berdampak langsung terhadap sejumlah sektor, khususnya pertanian, pariwisata, dan perdagangan lokal. “Jika pembangunan selesai lebih lama dari waktu seharusnya, otomatis akan membuat pendapatan pengelola wisata dan petani menurun drastis. Akses ke sentra perkebunan hingga objek wisata sangat terganggu,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Jupri Yadi, pegiat masyarakat lainnya, juga angkat bicara. Ia mengkritik kinerja rekanan CV Karya Abadi yang dianggap tidak maksimal sejak awal pengerjaan. Ia menyindir lemahnya penggunaan alat di awal proyek yang menghambat pengerjaan fondasi dan struktur dasar jembatan. “Gunakan alat yang memadai. Jangan seperti awal proyek dimulai, alat pengeruk dan pembuat pondasinya bahkan terlalu lamban untuk ukuran proyek senilai itu,” cetusnya.

Baca Juga :  Banjir Terjang Enam Desa di Aceh Tenggara, Ratusan Warga Terdampak

Kekhawatiran masyarakat tidak hanya tertuju kepada pelaksana proyek saja, tetapi juga ditujukan kepada pihak pengawas dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Aceh Tenggara. Warga mendesak agar Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan konsultan pengawas lebih tegas dan hadir memastikan kualitas serta ketepatan waktu pekerjaan. Apalagi, jembatan ini merupakan salah satu infrastruktur penghubung utama yang paling sering digunakan masyarakat di tiga kecamatan wilayah seberang.

Informasi yang dihimpun dari berbagai sumber menyebutkan bahwa proyek tersebut dikerjakan oleh CV Karya Abadi, namun dijalankan oleh pelaksana lapangan bernama Sukeri, yang diketahui merupakan mantan pejabat di lingkungan Setdakab Aceh Tenggara. Konsultan pengawas proyek diketahui adalah CV Karya Rahmah Perkasa.

Pejabat Pembuat Komitmen proyek, Sujarno, saat dikonfirmasi pada Senin (24/11/2025) membenarkan bahwa progres pembangunan jembatan hingga kini baru menyentuh angka 30 persen. Ia belum dapat memastikan apakah pembangunan dapat selesai tepat waktu atau tidak. “Kita belum bisa pastikan apakah bisa selesai sebelum akhir Desember atau tidak. Bila tidak, bisa saja dilakukan CCO (Contract Change Order),” kata Sujarno.

Baca Juga :  Bupati Salim Fakhry Lakukan Kunker Perdana di Desa Pedalaman Kecamatan Leuser

Meski demikian, Sujarno menegaskan bahwa pihaknya tidak akan berkompromi soal kualitas pekerjaan. Ia berjanji akan memberikan teguran tegas kepada rekanan apabila pelaksanaan proyek tidak sesuai dengan spesifikasi teknis (bestek). “Soal kualitas, kita tidak akan main-main. Kalau tidak sesuai bestek, kami akan tegur langsung,” tegasnya.

Terkait lambannya progres pekerjaan, ia mengaku telah beberapa kali menyurati dan memberi peringatan kepada pihak rekanan agar meningkatkan volume pekerjaan dan mempercepat proses penyelesaian. Ia menambahkan bahwa percepatan pekerjaan sangat penting mengingat jembatan Mbarung merupakan infrastruktur pengikat mobilitas masyarakat, ekonomi, dan aktivitas strategis lainnya di wilayah tersebut.

Desakan publik ini menjadi pengingat keras agar pembangunan infrastruktur dasar di daerah tidak dibiarkan berjalan tanpa pengawasan ketat. Dalam situasi ekonomi yang masih berproses memulihkan diri, masyarakat sangat membutuhkan jaminan atas konektivitas wilayah, kelancaran distribusi hasil pertanian, dan kemudahan usaha di sektor pariwisata lokal.

Keterlambatan penyelesaian jembatan Mbarung bukan hanya soal waktu, tetapi menyangkut kepercayaan masyarakat terhadap integritas pelaksana dan komitmen pemerintah dalam membangun secara tepat guna dan tepat waktu. Masyarakat berharap, tidak ada kepentingan politik atau pribadi yang membayangi pelaksanaan proyek publik, terutama yang menyentuh langsung kebutuhan dasar rakyat. Masyarakat kini menanti tindakan konkret, bukan janji, dari semua pihak yang terlibat.

Laporan :  Salihan Beruh

Berita Terkait

Ngaku Senang Buron Ketemu, Kalapas Kutacane Sebut Sudah Siapkan Ambulans, Ical Malah Meninggal di RSUD
Relawan Prabowo Ikut Menanggung Malu, Jalan Nasional Kutacane–Medan Berulang Kali Terendam, Jembatan Kuning I Didesak Dibongkar
Satresnarkoba Polres Aceh Tenggara Amankan Dua Pria di Ketambe, 10 Paket Sabu Disita
18 Alat Berat Bantuan Pusat untuk Aceh Tenggara Rusak, Bupati Ngamuk: Jalan Baru Ditimbun Sudah Amblas Lagi
Banjir Kembali Rendam Desa Kuning I, Tanggul Menipis Warga Khawatir Gagal Panen dan Rumah Terendam
Tak Hujan Pun Banjir, Warga Desa Kuning 1 Kecewa Berat ke Pemerintah Aceh dan Titip Harapan ke Gubernur Jawa Barat KDM
Dari Persembunyian di Desa Simpang Semadam Hingga Meninggal di Rumah Sakit, Ada Apa Dalam 24 Jam Terakhir Hidupnya Ical
Buron 19 Bulan, Narapidana Lapas Kutacane Ditangkap di Rumahnya di Simpang Semadam

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 23:39 WIB

Prof DR Sutan Nasomal : Jangan Tidak Peka Presiden RI Dengan Air Mata Rakyat Akibat Di Bakarnya Hutan

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:05 WIB

Rakerwil GPA Sultra Perkuat Kaderisasi, Gerakan Sosial, Dan Kemandirian Ekonomi Pemuda Konawe Utara

Jumat, 23 Oktober 2026 - 00:47 WIB

Prof. Dr. Sutan Nasomal Bela Pemkab Siak di Tengah Tekanan APBD: Jangan Terburu-buru Salahkan Bupati Afni, Rakyat Harus Tetap Jadi Prioritas!

Jumat, 23 Oktober 2026 - 00:27 WIB

Petugas Rutan Jakarta Pusat Gagalkan Upaya Penyelundupan Barang Terlarang Dduga ETOMIDATE

Kamis, 22 Oktober 2026 - 14:09 WIB

Suryadi Djamil Apresiasi Kapolri Suyudi Ario Seto, Minta Sikat Narkoba hingga ke Pabrik

Selasa, 20 Oktober 2026 - 22:59 WIB

PPD: Pentingnya Pemerataan Kualitas Pendidikan di Berbagai wilayah Indonesia

Selasa, 20 Oktober 2026 - 22:44 WIB

Dari Energi Air ke Pasar Dunia, Inalum Perkenalkan Low Carbon Aluminium Indonesia

Selasa, 20 Oktober 2026 - 11:44 WIB

Ketum Golkar Segera Pecat Ahmad Doli Kurnia dan PAW Dari Senayan

Berita Terbaru