KUTACANE, WASPADAINDONESIA | Upaya pemulihan sarana dasar bagi masyarakat terdampak banjir terus dilakukan di sejumlah wilayah di Aceh Tenggara. Salah satunya dilakukan oleh Kodim 0108/Aceh Tenggara (Agara), yang pada Kamis (11/12/2025) melaksanakan pemasangan pipanisasi air bersih di Desa Lawe Mamas Indah, Kecamatan Darul Hasanah, Kabupaten Aceh Tenggara. Kegiatan ini merupakan respon cepat atas permintaan langsung warga yang kesulitan mengakses air bersih pascabanjir yang melanda wilayah tersebut.
Danposramil Darul Hasanah, Peltu Dedi Cahyadi menjelaskan, banjir yang terjadi sebelumnya menyebabkan jaringan pipa air bersih di Desa Mamas Gabungan rusak parah dan hanyut terbawa arus. Akibatnya, seluruh warga desa mengalami kesulitan mendapatkan air untuk keperluan sehari-hari selama hampir dua pekan.
“Bantuan pemasangan pipanisasi air bersih ini merupakan bentuk tanggapan langsung dari Dandim 0108/Agara, Letkol Czi Arya Murdiyantoro, S.T., atas permintaan warga saat penyaluran bantuan bencana pada Rabu (10/12/2025),” ujar Dedi Cahyadi.
Dalam pelaksanaannya, seluruh personel dari Posramil Darul Hasanah bersama warga setempat turut bergotong royong menyambung dan memasang pipanisasi, mengarahkan aliran dari sumber air bersih ke kawasan pemukiman warga. Langkah ini sekaligus menjadi bentuk sinergi nyata antara aparat TNI dan masyarakat dalam menjaga ketahanan lingkungan dan keberlangsungan hidup pascabencana.
Menurut Dedi, dengan lancarnya kembali pasokan air bersih ke rumah-rumah warga, masyarakat kini dapat kembali melaksanakan aktivitas harian seperti memasak, mencuci, dan mandi tanpa harus menempuh jarak jauh.
Camat Darul Hasanah yang diwakili oleh Sekcam, Azman Juhri, turut hadir dalam kegiatan tersebut dan mengapresiasi langkah cepat yang diambil oleh jajaran Kodim 0108/Agara. Ia menyampaikan rasa terima kasih sebesar-besarnya atas respon tanggap yang diberikan TNI terhadap kesulitan warga di lapangan.
“Saya mewakili seluruh masyarakat Desa Mamas Gabungan mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Dandim 0108/Agara dan seluruh jajarannya. Kini, warga kami dapat kembali menikmati aliran air bersih setelah 14 hari tanpa pasokan akibat bencana. Ini bukan hanya soal air, tapi tentang harapan,” ujarnya.
Azman juga menambahkan, mulai terlihat senyuman di wajah masyarakat seiring kembali berfungsinya fasilitas dasar ini. Ia berharap para prajurit TNI yang terus berada di garis depan dalam penanganan bencana di daerah-daerah terdampak, senantiasa diberikan kesehatan dan kekuatan untuk membantu pemerataan pemulihan.
Kebahagiaan serupa juga diungkapkan oleh Salimah, seorang ibu rumah tangga dari Desa Mamas Gabungan. Baginya, bantuan ini sangat berarti karena ia kini tidak perlu lagi berjalan jauh ke desa tetangga untuk mengambil air bersih, yang selama ini terpaksa dilakukan setiap hari dengan jarak yang cukup menyulitkan.
“Terima kasih yang tak terhingga kepada Bapak Dandim dan semua bapak-bapak tentara yang sudah membantu kami. Sekarang air sudah ada di depan rumah, kami tidak harus lagi berjalan kaki 350 meter hanya untuk mandi dan memasak. Semoga Allah SWT selalu melindungi dan membalas kebaikan para prajurit yang telah peduli pada kami,” ucapnya haru.
Kehadiran air bersih di tengah masyarakat terdampak banjir tidak hanya memulihkan aspek fisik, tetapi juga menghidupkan kembali semangat warga untuk menjalani hari-hari pascabencana. Upaya seperti ini diharapkan terus berlanjut sebagai bagian dari misi kemanusiaan dan pengabdian TNI kepada masyarakat.
Laporan: Salihan Beruh




































