A Malik Musa: Jangan Biarkan Rakyat Aceh Kelaparan, Penanganan Bencana Harus Dilakukan Lewat Udara

REDAKSI BANDA ACEH

- Redaksi

Kamis, 18 Desember 2025 - 14:07 WIB

50267 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Waspadaindonesia.com | Banda Aceh — Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Aceh, A. Malik Musa, S.H., M.Hum, menegaskan bahwa bencana banjir bandang dan longsor yang melanda Aceh saat ini memiliki karakter berbeda dengan tsunami laut 2004 silam.

Jika tsunami laut datang dari samudra, maka bencana yang kini dihadapi Aceh merupakan “tsunami darat” yang menghantam dari gunung, lembah, dan sungai, sehingga membutuhkan pola penanganan yang jauh lebih khusus dan cepat.

Menurut Malik Musa, pada tsunami 2004 pemerintah segera membuka kran status bencana nasional sehingga bantuan internasional dapat masuk dengan cepat. Namun dalam bencana kali ini, penanganan dinilai berjalan lamban karena akses darat terputus, jembatan runtuh, dan lokasi terdampak berada di wilayah pegunungan yang sulit dijangkau.

Baca Juga :  Malik Musa Serahkan Bantuan untuk PDM Aceh Tengah, Wujud Kepedulian Muhammadiyah

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Akibatnya, banyak masyarakat terisolasi dan tidak dapat keluar untuk mencari makanan maupun kebutuhan dasar.

“Saya paling sedih melihat masyarakat yang belum meninggal tapi berada di ambang kelaparan. Kalau yang wafat kita ikhlaskan, tapi yang hidup ini kelaparan, itu menyayat hati,” ujar Malik Musa.

Ia menambahkan, kondisi ini juga berdampak serius terhadap pendidikan dan ekonomi masyarakat, di mana anak-anak sulit bersekolah dan harga bahan makanan melonjak tinggi.

Malik Musa menilai bahwa dalam kondisi darurat seperti ini, pola penanganan harus mengedepankan jalur udara atau yang ia sebut sebagai “pola langit”. Menurutnya, jika distribusi bantuan hanya mengandalkan jalur darat, prosesnya bisa memakan waktu berbulan-bulan, sementara masyarakat tidak bisa menunggu karena kebutuhan pangan bersifat mendesak. “Kalau bukan udara yang dikerahkan, rakyat bisa keburu lapar,” tegasnya.

Baca Juga :  140 Mahasiswa UNIGHA Turun Langsung Bantu Korban Banjir di Meunasah Bie, Pidie Jaya

Selain itu, Malik Musa menyarankan Presiden untuk menggerakkan solidaritas nasional dengan melibatkan provinsi-provinsi yang tidak terdampak bencana. Ia mengusulkan agar daerah-daerah tersebut berbagi peran, misalnya ada yang fokus membantu sektor kesehatan, pendidikan, maupun logistik, dengan memanfaatkan dana darurat provinsi.

Ini akan lebih cepat terasa dampaknya dan menunjukkan kebersamaan sebagai satu bangsa. Jangan sampai rakyat di daerah bencana menunggu terlalu lama hanya karena proses anggaran,” pungkasnya.

Berita Terkait

Ketua L CAPA Provinsi Aceh Minta Konsultan Pengawasan SD Drin Tujoh Nagan Raya Bersama Kita Buktikan Pernyataan Kepsek di Media Online
Surat Wali Kota,Untuk CV.Lae Saga,Dianggap Angin Lalu
“Ketika Rasa Hilang dari Kekuasaan” “Pemimpin dan Empati yang Retak” “Kontroversi yang Lahir dari Sunyinya Kepekaan”
Ketua PWM Aceh A. Malik Musa Berikan Arahan pada Kegiatan Dukungan Psikososial Korban Banjir dan Longsor di SMA Unggul Pidie Jaya
KASAD KIRIM ALAT BERAT, SURYADI DJAMIL ANGKAT SUARA
Diyakini Publik dan Akademisi, Salim Fakhry: Pemimpin yang Hadir di Titik Lelah Rakyat, Bekerja dengan Hati untuk Aceh Tenggara
Ketua DPRK Aceh Singkil Bersilaturahmi dan Ngopi Bareng Pemerhati Sosial Aceh
Kak Na Apresiasi Sumbangsih Relawan Pada Masa Tanggap Darurat Banjir Aceh

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 16:12 WIB

Maling Motor, Mantan Kades di Lampung Timur Ditangkap Polisi

Jumat, 28 Agustus 2026 - 13:42 WIB

Bupati Lampung timur Ikuti Kebijakan Rahmat M Djauzal Gubernur Lampung Meminjam Dana Ke PT SMI Untuk Pembangunan Infrastruktur Jalan

Jumat, 8 Mei 2026 - 19:39 WIB

Wakil Presiden RI Tinjau Kampung Nelayan Merah Putih di Kabupaten Lampung Timur

Sabtu, 18 April 2026 - 13:26 WIB

Festival UMKM dan Pasar 1001 Malam Resmi Dibuka, 51 Ribu Pelaku Usaha Jadi Tumpuan Ekonomi Lamtim

Sabtu, 18 April 2026 - 12:19 WIB

Dari Tuduhan ke Tekanan Uang : Oknum Wartawan Diduga Peras Warga Sribawono

Senin, 6 April 2026 - 04:29 WIB

Ketua DPC ASWIN Lampung Timur Himbau Seluruh Elemen Masyarakat Dukung HUT ke-27 Lampung Timur

Minggu, 15 Maret 2026 - 09:46 WIB

Curiga 5 Hari Tak Keluar Rumah, Pria di Lampung Timur Ditemukan Tewas Membusuk

Minggu, 8 Maret 2026 - 07:26 WIB

Napi Corvek Kasus Penggelapan Kabur dari Rutan Sukadana

Berita Terbaru

BANDA ACEH

MBG Jangan Jadi Eksperimen: SPPG Ditinggalkan, Kantin Dipaksakan

Kamis, 10 Sep 2026 - 22:45 WIB