Dari Tuduhan ke Tekanan Uang : Oknum Wartawan Diduga Peras Warga Sribawono

hayat

- Redaksi

Sabtu, 18 April 2026 - 12:19 WIB

5052 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lampung Timur — Praktik dugaan pemerasan dengan mengatasnamakan lembaga perlindungan konsumen terbongkar di Kabupaten Lampung Timur. Seorang oknum berinisial FND diamankan aparat kepolisian setelah diduga menekan seorang warga hingga menyerahkan uang dalam jumlah besar.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, peristiwa bermula pada 22 Februari 2026. FND bersama beberapa rekannya mendatangi rumah korban berinisial HLN (28) di Desa Sribawono, Kecamatan Bandar Sribawono. Dengan narasi yang terkesan serius, pelaku mengklaim adanya korban yang mengalami kerusakan kulit akibat penggunaan produk hand body yang dijual oleh korban.

Tak hanya itu, pelaku juga menyebut persoalan tersebut telah dilaporkan ke Pihak berwajib,sebuah pernyataan yang diduga digunakan untuk memperkuat tekanan psikologis terhadap korban. Namun saat diminta menunjukkan identitas pihak yang mengaku dirugikan, pelaku tidak mampu membuktikannya.

Situasi tersebut diduga dimanfaatkan untuk menekan korban. Dalam kondisi terintimidasi, korban akhirnya menyerahkan uang sebesar Rp15 juta. Dugaan praktik pemerasan ini tidak berhenti di situ. Pada Jumat, 17 April 2026 sekitar pukul 16.33 WIB, pelaku kembali mendatangi korban dan diduga mengulangi aksinya.

Baca Juga :  Menjelang Ha 3 Pencoblosan Panwaslih Nagan Raya Melakukan Patroli Keliling

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Aparat yang menerima laporan langsung bergerak. Tim Tekab 308 Polres Lampung Timur akhirnya mengamankan terduga pelaku untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

KBO Reskrim Polres Lampung Timur, Ipda Erwin, menegaskan bahwa proses hukum masih berjalan dan belum pada tahap penetapan status akhir.

“Untuk saat ini sedang dilakukan pemeriksaan dan akan kami lakukan gelar perkara terlebih dahulu, baru bisa menentukan kepastian hukum terhadap terduga pelaku,” ujar Ipda Erwin.

Secara yuridis, tindakan yang disangkakan kepada pelaku mengarah pada ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP. Perbuatan memaksa seseorang untuk menyerahkan uang dengan ancaman atau tekanan dapat dijerat sebagai tindak pidana pemerasan sebagaimana diatur dalam Pasal 482 KUHP.

Baca Juga :  Tokoh Muda Nasional Jamaluddin Idham Anggota DPR RI Jika Pasangan JOZ Menang Pupuk Gratis Untuk Petani.

Selain itu, keterlibatan beberapa orang dalam aksi tersebut membuka kemungkinan penerapan ketentuan mengenai penyertaan dalam tindak pidana, serta potensi pasal penipuan apabila terbukti terdapat rangkaian kebohongan yang sengaja dibangun untuk mengelabui korban.

Kasus ini menjadi peringatan keras bagi masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap pihak yang mengatasnamakan lembaga tertentu tanpa dasar hukum dan identitas yang jelas. Di sisi lain, aparat penegak hukum diharapkan mengusut tuntas perkara ini guna mencegah praktik serupa kembali terjadi di tengah masyarakat.

Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman dan pengembangan kasus. Penetapan status hukum terhadap terduga pelaku akan ditentukan setelah proses gelar perkara dilakukan.

Berita Terkait

Festival UMKM dan Pasar 1001 Malam Resmi Dibuka, 51 Ribu Pelaku Usaha Jadi Tumpuan Ekonomi Lamtim
Ketua DPC ASWIN Lampung Timur Himbau Seluruh Elemen Masyarakat Dukung HUT ke-27 Lampung Timur
Curiga 5 Hari Tak Keluar Rumah, Pria di Lampung Timur Ditemukan Tewas Membusuk
Napi Corvek Kasus Penggelapan Kabur dari Rutan Sukadana
Warga Srimenanti Lampung Timur Desak Kades Transparan Pengelolaan Wisata Alam Kali Medek
Dukung Jembatan Merah Putih, HIPMI Lamtim Desak Pusat Segera Realisasikan Anggaran Jembatan Permanen
Aksi Koboy Dua Warga Labuhan Maringgai Bawa Senjata Api Ke Mapolsek Dan Ancam Tembak Debkolektor
DPC ASWIN Lampung Timur Perdana Audiensi dengan Wakil Bupati, Bahas Sinergi dan Kemajuan Daerah

Berita Terkait

Kamis, 2 April 2026 - 12:53 WIB

Lambannya Penyidikan Proses Hukum Dugaan Penyimpangan Dana Bos; Ketua DPC Grib Jaya Angkat Bicara

Rabu, 1 April 2026 - 15:52 WIB

Protes Hasil Pemeriksan, Korban Penganiayaan Laporkan Oknum Penyidik Ke Wasidik Polda Lampung

Sabtu, 28 Maret 2026 - 18:07 WIB

Sinergi Keluarga Korban dan Penasehat Hukum Rahma Amin, S.H. & Partners Apresiasi Gerak Cepat Polres Pesibar

Minggu, 18 Januari 2026 - 12:32 WIB

LSM Amunisi Desak Kejati Lampung Periksa Kadiskes Pesisir Barat Terkait Dugaan Indikasi KKN dalam Realisasi Anggaran 2025

Kamis, 8 Januari 2026 - 21:34 WIB

Ketua DPRD Pesisir Barat Laporkan Dugaan Pemalsuan Tanda Tangan Undangan Pertama di Pelantikan PAW

Kamis, 8 Januari 2026 - 12:00 WIB

LSM AMUNISI Desak Transparansi, Ancam Laporkan Dinas Kesehatan Pesisir Barat ke Kejati Lampung

Rabu, 24 Desember 2025 - 14:22 WIB

DPC Asosiasi Wartawan Internasional (ASWIN) Resmi Berdiri di Kabupaten Pesisir Barat

Senin, 22 September 2025 - 12:51 WIB

LSM SIMULASI Lampung Soroti Dugaan Kecurangan Rp 12 Miliar di Dinas Kesehatan Pesisir Barat

Berita Terbaru

DAERAH

Praktik Pengoplosan Gas LPG Subsidi Dibongkar Polda Babel

Sabtu, 18 Apr 2026 - 13:13 WIB