Nasir Djamil Desak Pemerintah Usut Kelangkaan Semen di Aceh Pasca Bencana

REDAKSI BANDA ACEH

- Redaksi

Minggu, 21 Desember 2025 - 12:44 WIB

50219 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Waspadaindonesia.com | BANDA ACEH — Anggota Komisi III DPR RI daerah pemilihan Aceh, H.M. Nasir Djamil, mendesak kementerian yang membidangi sektor industri segera turun tangan menindaklanjuti informasi kelangkaan semen di Aceh pasca bencana hidrometeorologi yang melanda provinsi tersebut.

Menurut Nasir, kelangkaan semen di tengah situasi darurat bencana merupakan persoalan serius yang tidak boleh dibiarkan berlarut-larut. Ia juga berharap komisi di DPR RI yang membidangi sektor industri ikut mempertanyakan penyebab tersendatnya pasokan barang strategis yang sangat dibutuhkan masyarakat dalam masa pemulihan.

“Saya berharap komisi yang membidangi industri di DPR RI mempertanyakan secara serius penyebab kelangkaan barang yang sangat dibutuhkan masyarakat di tengah duka bencana Aceh,” ujar Nasir Djamil saat dihubungi dari Banda Aceh, Sabtu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu menegaskan, peran aktif instansi terkait dan pelaku industri semen menjadi sangat krusial untuk meredam keresahan publik sekaligus mengembalikan kondisi ke situasi normal. Pasalnya, semen merupakan material utama dalam upaya perbaikan dan pembangunan kembali infrastruktur yang rusak akibat bencana.

Baca Juga :  Wali Nanggroe: Saya Tidak Akan Tinggal Diam, Bantuan Harus Masuk, Alam Harus Dipulihkan

Ironisnya, Nasir mengungkapkan, Aceh sejatinya memiliki pabrik semen, yakni PT Solusi Bangunan Andalas (SBA) yang berlokasi di Kecamatan Lhoknga, Kabupaten Aceh Besar. Namun, fakta di lapangan justru menunjukkan kelangkaan semen terjadi di Banda Aceh dan Aceh Besar.

“Saya gusar dan kecewa ketika mendapat informasi semen langka di Banda Aceh dan Aceh Besar, padahal pabriknya ada di Lhoknga. Ini jelas sangat merugikan Aceh, baik secara material maupun immaterial,” tegasnya.

Nasir menyoroti alasan tidak beroperasinya PT SBA yang disebut-sebut akibat terganggunya pasokan listrik dari PT PLN. Menurutnya, alasan tersebut terkesan menempatkan Aceh sebagai wilayah yang tidak dianggap penting, padahal daerah ini sedang berada dalam masa pemulihan pasca bencana.

Ia memahami bahwa bencana hidrometeorologi yang melanda 18 kabupaten/kota di Aceh telah menyebabkan kerusakan serius pada infrastruktur publik, termasuk robohnya sejumlah menara listrik milik PLN yang berdampak pada terganggunya suplai energi. Namun demikian, Nasir menilai perusahaan sebesar PT SBA seharusnya telah memiliki langkah antisipatif.

“Seharusnya PT SBA memiliki genset atau sistem cadangan listrik agar operasional tetap berjalan saat suplai PLN terganggu. Apalagi PT SBA merupakan bagian dari holding Semen Indonesia Grup,” katanya.

Baca Juga :  Yahdi Hasan Tegaskan Sekda Aceh Tetap On The Track: Saat Bencana, Bukan Waktunya Saling Menyalahkan

Lebih lanjut, Nasir menekankan pentingnya manajemen kebencanaan di tubuh perusahaan, mengingat Aceh merupakan wilayah yang rawan bencana.

“Perusahaan semen sebesar itu semestinya sudah diperkuat dengan manajemen bencana yang matang, karena Aceh adalah daerah bencana,” tambahnya.

Sebelumnya, kelangkaan semen telah dikeluhkan masyarakat Banda Aceh dan Aceh Besar sejak sepekan terakhir. Kondisi tersebut berdampak langsung pada terhentinya berbagai proyek pembangunan, termasuk sektor perumahan.

Seorang pengusaha properti di Banda Aceh, Putra, mengaku terpaksa menghentikan sementara pembangunan rumah akibat sulitnya memperoleh semen di pasaran.

“Saya sudah menghentikan pembangunan rumah. Para pekerja juga saya minta berhenti dulu sampai ada kepastian ketersediaan semen di pasar,” ujarnya.

Kelangkaan semen di tengah upaya pemulihan pasca bencana ini pun diharapkan segera mendapat perhatian serius dari pemerintah pusat dan seluruh pemangku kepentingan, agar proses rehabilitasi dan rekonstruksi di Aceh tidak semakin terhambat. [Redaksi]

Berita Terkait

“Ketika Rasa Hilang dari Kekuasaan” “Pemimpin dan Empati yang Retak” “Kontroversi yang Lahir dari Sunyinya Kepekaan”
Ketua PWM Aceh A. Malik Musa Berikan Arahan pada Kegiatan Dukungan Psikososial Korban Banjir dan Longsor di SMA Unggul Pidie Jaya
KASAD KIRIM ALAT BERAT, SURYADI DJAMIL ANGKAT SUARA
Diyakini Publik dan Akademisi, Salim Fakhry: Pemimpin yang Hadir di Titik Lelah Rakyat, Bekerja dengan Hati untuk Aceh Tenggara
Ketua DPRK Aceh Singkil Bersilaturahmi dan Ngopi Bareng Pemerhati Sosial Aceh
Kak Na Apresiasi Sumbangsih Relawan Pada Masa Tanggap Darurat Banjir Aceh
Dorongan PPA Kepada Presiden Agar Pengelolaan Dana Rehap Rekon Bencana Diserahkan ke Aceh, Bukan Pusat
Relawan ASN Bersihkan Fasilitas Pendidikan di Tamiang, Sekda Pantau Langsung ke Lapangan

Berita Terkait

Jumat, 29 Mei 2026 - 20:18 WIB

Membanggakan, Kabupaten Pringsewu Kembali Raih Opini WTP Ke-11

Senin, 25 Mei 2026 - 14:28 WIB

LSM PKPN Lampung Soroti Pengelolaan Keuangan MAN 1 Pesawaran: Dugaan Markup Anggaran hingga Anomali LHKPN Kepala Sekolah

Senin, 25 Mei 2026 - 09:56 WIB

LSM TRINUSA Ungkap 10 Kejanggalan Laporan Keuangan Bank Lampung 2024, Desak OJK dan Kejati Turun Tangan

Senin, 25 Mei 2026 - 07:56 WIB

Putra Anggota Kodim 0410/KBL Raih Juara 1 Tinju Gubernur Cup 2026

Senin, 25 Mei 2026 - 07:32 WIB

Deteksi Dini Gangguan Kamtib, Kalapas Narkotika Bandar Lampung Turun Langsung Razia Blok Hunian

Minggu, 24 Mei 2026 - 03:33 WIB

TEMUAN BPK UNGKAP DUGAAN KORUPSI DAN MALADMINISTRASI PT LAMPUNG JASA UTAMA (PERSERODA): LSM TRIGA NUSANTARA INDONESIA DPD LAMPUNG MENUNTUT PENEGAK HUKUM SEGERA BERTINDAK

Sabtu, 23 Mei 2026 - 09:08 WIB

DANA ANTAR BANK NAIK RP380 MILIAR, KREDIT DAN TRANSAKSI BERELASI DISOROT LSM TRIGA NUSANTARA INDONESIA

Sabtu, 23 Mei 2026 - 08:03 WIB

LSM TRINUSA DPD Provinsi Lampung Sorot LHKPN Kabag Kesra Kota Bandar Lampung: Ada Kejanggalan Perbandingan Harta 2024–2025

Berita Terbaru