Rakit Terbalik di Pameu: Momentum Tanggap Darurat untuk Benahi Pembangunan Aceh Pasca-Banjir, Desak Isa Alima

REDAKSI BANDA ACEH

- Redaksi

Senin, 22 Desember 2025 - 10:18 WIB

50197 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Waspadaindonesia.com | Pameu – Insiden rakit darurat terbalik yang menimpa rombongan Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, saat mendistribusikan bantuan sembako kepada warga Pameu, Aceh Tengah, hari ini, menjadi sorotan tajam di tengah upaya pemulihan pasca-banjir gelondongan kayu dan longsor yang melanda Aceh. Pemerhati Sosial dan Kebijakan Publik Aceh, Isa Alima, menyebut kejadian ini sebagai tamparan keras bagi pembangunan Aceh yang belum merata, khususnya di wilayah yang terdampak bencana.

“Di tengah duka akibat banjir dan longsor, insiden rakit terbalik ini menunjukkan betapa rentannya infrastruktur kita. Ini momentum untuk evaluasi total pembangunan Aceh, utamanya di wilayah hulu dan daerah terdampak bencana,” tegas mantan Ketua Komisi C DPRK Pidie.

Baca Juga :  Dari Aceh, Pesan untuk Indonesia: Bangkit Bersama, Hadapi Bencana dengan Solidaritas

Menurutnya, banjir gelondongan kayu dan longsor yang memutus jembatan dan akses jalan seharusnya menjadi wake-up call. Negara, kata Isa, belum hadir sepenuhnya di wilayah hulu, memaksa warga dan pejabat menggunakan rakit darurat sebagai akses.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Ini bukan hanya soal Wagub tercebur, tapi soal mengapa rakyat Pameu harus terisolasi pasca-bencana, hingga Wagub pun terpaksa naik rakit berisiko demi mengantarkan bantuan?”

Isa menilai, jika pejabat saja harus mempertaruhkan nyawa, bagaimana dengan nasib warga yang setiap hari menghadapi risiko serupa? Ini adalah kejahatan struktural yang tak boleh dinormalisasi. Bantuan sembako penting, tapi perbaikan infrastruktur yang rusak jauh lebih mendesak.

Baca Juga :  Pembangunan Tuntas, Puskesmas Kutaraja Siap Beroperasi untuk Warga Banda Aceh

“Keberanian pemimpin tak boleh menutupi kelalaian sistemik! Evaluasi total, transparansi anggaran, dan percepatan pembangunan infrastruktur adalah kunci,” tegas Isa.

Ia mendesak agar pemerintah pusat dan daerah bersinergi memprioritaskan pembangunan infrastruktur yang tahan bencana di wilayah rawan. “Aceh tidak butuh simpati musiman, tapi solusi permanen agar rakit darurat tak lagi jadi pilihan!”

Banjir boleh menerjang, jembatan boleh putus, tapi tanggung jawab negara tak boleh ikut hanyut! pungkas Isa Alima. [Redaksi]

Berita Terkait

Ketua L CAPA Provinsi Aceh Minta Konsultan Pengawasan SD Drin Tujoh Nagan Raya Bersama Kita Buktikan Pernyataan Kepsek di Media Online
Surat Wali Kota,Untuk CV.Lae Saga,Dianggap Angin Lalu
“Ketika Rasa Hilang dari Kekuasaan” “Pemimpin dan Empati yang Retak” “Kontroversi yang Lahir dari Sunyinya Kepekaan”
Ketua PWM Aceh A. Malik Musa Berikan Arahan pada Kegiatan Dukungan Psikososial Korban Banjir dan Longsor di SMA Unggul Pidie Jaya
KASAD KIRIM ALAT BERAT, SURYADI DJAMIL ANGKAT SUARA
Diyakini Publik dan Akademisi, Salim Fakhry: Pemimpin yang Hadir di Titik Lelah Rakyat, Bekerja dengan Hati untuk Aceh Tenggara
Ketua DPRK Aceh Singkil Bersilaturahmi dan Ngopi Bareng Pemerhati Sosial Aceh
Kak Na Apresiasi Sumbangsih Relawan Pada Masa Tanggap Darurat Banjir Aceh

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 16:12 WIB

Maling Motor, Mantan Kades di Lampung Timur Ditangkap Polisi

Jumat, 28 Agustus 2026 - 13:42 WIB

Bupati Lampung timur Ikuti Kebijakan Rahmat M Djauzal Gubernur Lampung Meminjam Dana Ke PT SMI Untuk Pembangunan Infrastruktur Jalan

Jumat, 8 Mei 2026 - 19:39 WIB

Wakil Presiden RI Tinjau Kampung Nelayan Merah Putih di Kabupaten Lampung Timur

Sabtu, 18 April 2026 - 13:26 WIB

Festival UMKM dan Pasar 1001 Malam Resmi Dibuka, 51 Ribu Pelaku Usaha Jadi Tumpuan Ekonomi Lamtim

Sabtu, 18 April 2026 - 12:19 WIB

Dari Tuduhan ke Tekanan Uang : Oknum Wartawan Diduga Peras Warga Sribawono

Senin, 6 April 2026 - 04:29 WIB

Ketua DPC ASWIN Lampung Timur Himbau Seluruh Elemen Masyarakat Dukung HUT ke-27 Lampung Timur

Minggu, 15 Maret 2026 - 09:46 WIB

Curiga 5 Hari Tak Keluar Rumah, Pria di Lampung Timur Ditemukan Tewas Membusuk

Minggu, 8 Maret 2026 - 07:26 WIB

Napi Corvek Kasus Penggelapan Kabur dari Rutan Sukadana

Berita Terbaru

BANDA ACEH

MBG Jangan Jadi Eksperimen: SPPG Ditinggalkan, Kantin Dipaksakan

Kamis, 10 Sep 2026 - 22:45 WIB