Jangan Main-main!” Ceulangiek Tegaskan Pendataan Korban Banjir Harus Jujur, Bukan untuk Kepentingan Kelompok

REDAKSI BANDA ACEH

- Redaksi

Senin, 29 Desember 2025 - 20:24 WIB

50337 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Waspadaindonesia.com | Bireuen – Wakil Ketua Komisi I DPRA, Rusyidi Mukhtar yang akrab disapa Ceulangiek, meminta seluruh keuchik dan aparatur gampong di Aceh agar bersikap jujur dan objektif dalam mendata korban banjir dan tanah longsor.

Ia menegaskan bahwa pendataan yang tidak akurat berpotensi menimbulkan kecemburuan sosial serta krisis kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah gampong.

Ceulangiek menekankan bahwa pendataan korban tidak boleh hanya berfokus pada rumah yang rusak berat atau hanyut, tetapi juga mencakup rumah warga yang terendam lumpur dan mengalami kerugian material meski bangunan masih berdiri.

Baca Juga :  Kapolres Bireuen Ajak Personel Teladani Akhlak Rasulullah SAW dalam Pelaksanaan Tugas dan Kehidupan Bermasyarakat

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, banyak masyarakat harus mengeluarkan biaya besar untuk membersihkan rumah, mengganti perabot, serta memulihkan kondisi hunian yang terdampak banjir.

“Semua warga yang terdampak harus didata. Jangan hanya yang rumahnya roboh, tapi yang rumahnya tergenang lumpur juga korban. Mereka juga mengeluarkan biaya dan tenaga besar untuk pemulihan,” ujar Ceulangiek kepada wartawan, Senin (29/12/2025).

Ia mengungkapkan adanya laporan dari masyarakat bahwa di sejumlah gampong terjadi praktik pendataan yang tidak objektif, bahkan diduga hanya mengakomodir keluarga atau pihak tertentu.

Baca Juga :  Surat Terbuka dari Anak Desa Untuk AHY Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Republik Indonesia

Jika hal ini dibiarkan, kata Ceulangiek, bukan hanya mencederai rasa keadilan, tetapi juga berpotensi memicu konflik horizontal di tengah masyarakat yang sedang tertimpa musibah.

Karena itu, Ceulangiek meminta pemerintah daerah untuk melakukan pengawasan ketat terhadap aparatur gampong dalam proses pendataan korban.

Ia menegaskan bahwa pendataan yang jujur dan transparan adalah kunci agar bantuan tepat sasaran dan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah tetap terjaga. “Jangan sampai karena data yang salah, masyarakat justru dirugikan dan keadilan sosial terabaikan,” tutupnya.[Redaksi]

Berita Terkait

Kapolres Bireuen Ajak Personel Teladani Akhlak Rasulullah SAW dalam Pelaksanaan Tugas dan Kehidupan Bermasyarakat
Kesiapsiagaan Tim Gabungan Ditegaskan oleh Kapolres Bireuen untuk Menekan Potensi Kebakaran Hutan dan Lahan Tahun 2026
Kapolres Bireuen Ajak Mahasiswa Baru UNIKI Jadi Generasi Profesional dan Mitra Strategis untuk Aceh Maju
Kapolres Bireuen Ajak Mahasiswa Universitas Almuslim Jadi Mitra Polri Jaga Kamtibmas
Kapolres Bireuen Hadiri Haul ke-2 Tusop Jeunieb, Tekankan Kolaborasi Ulama dan Polisi dalam Membangun Harmoni
Aksi Nyata : DPW GR Aceh Gait Mahasiswa Hukum Pidana Islam UIN Ar Raniry Bantu korban banjir dan longsor di Kabupaten Bireuen.
Menjelang Idul Fitri, KCA 99 Play Ground Resmi Dibuka di Bireuen
Ceulangiek Tinjau Proyek Mangkrak RS Regional Bireuen: Harapkan Pemerintah Prioritaskan Penyelesaian

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 22:27 WIB

Pelajar 16 Tahun Diamankan Polisi, Diduga Terlibat Kasus Persetubuhan terhadap Anak di Pringsewu

Rabu, 9 September 2026 - 17:57 WIB

Pemkab Pringsewu Salurkan Bantuan 21,63 Ton Beras Kepada Masyarakat Banyuwangi

Selasa, 8 September 2026 - 13:41 WIB

Bupati Pringsewu Jawab Pemandangan Umum Fraksi-fraksi DPRD Terkait Rancangan Perubahan APBD 2O26

Senin, 7 September 2026 - 20:23 WIB

Bupati Pringsewu Sampaikan Rancangan Perubahan APBD

Jumat, 4 September 2026 - 13:36 WIB

Mantan Kabag Humas Pringsewu Dwi Murniati Fitri Meninggal Dunia di Usia 66 Tahun

Kamis, 3 September 2026 - 14:17 WIB

Wabup Pringsewu Turun Langsung ke Pasar Pagelaran, Sapa Warga & Kendalikan Harga Pangan

Rabu, 2 September 2026 - 20:05 WIB

Si Jago Merah Lalap Satu Hektar Lahan Perkebunan Jati di Ambarawa, Pringsewu

Selasa, 1 September 2026 - 19:47 WIB

Pemkab Pringsewu Adakan Pembinaan SPIP Terintegrasi 2026

Berita Terbaru

BANDA ACEH

MBG Jangan Jadi Eksperimen: SPPG Ditinggalkan, Kantin Dipaksakan

Kamis, 10 Sep 2026 - 22:45 WIB