Aceh Social Development Apresiasi Langkah Cepat Bupati Aceh Tamiang Tangani Banjir

REDAKSI BANDA ACEH

- Redaksi

Jumat, 2 Januari 2026 - 20:32 WIB

5098 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Waspadaindonesia.com | Kuala Simpang — Banjir besar yang melanda Aceh Tamiang pada penghujung 2025 menjadi ujian serius bagi kepemimpinan daerah. Dalam situasi krisis seperti ini, publik tidak hanya menuntut kehadiran negara, tetapi juga mengharapkan kepemimpinan yang sigap, terukur, dan berpihak pada pemulihan rakyat. Di bawah kepemimpinan Bupati Armia Fahmi, pemerintah daerah menunjukkan sejumlah capaian kinerja patut di apresiasi, meskipun masih ada pekerjaan besar membentang ke depan.

Pada fase tanggap darurat, pemerintah kabupaten bergerak cepat dengan mengaktifkan posko tanggap darurat, mengonsolidasikan OPD, serta membuka jalur koordinasi langsung dengan BNPB dan kementerian terkait. Hasilnya terlihat: akses jalan utama yang sebelumnya terputus kini kembali terbuka, distribusi bantuan logistik berjalan, dan wilayah-wilayah terisolasi berhasil dijangkau. Pemerintah juga memprioritaskan pemulihan layanan dasar, fasilitas publik, percepatan pembersihan sekolah agar proses belajar mengajar dapat kembali berlangsung, serta penyediaan puluhan titik air bersih mencegah krisis sanitasi dan wabah penyakit pascabanjir.

Baca Juga :  Ratusan Korban Banjir Aceh Tamiang Antusias Ikuti Pengobatan Gratis PDI Perjuangan

Capaian penting lainnya adalah keberhasilan pemerintah daerah mengamankan dukungan konkret dari pemerintah pusat. Bantuan hunian sementara, pengerahan alat berat untuk normalisasi sungai dan pemukiman, serta fasilitasi rehabilitasi infrastruktur menunjukkan bahwa kepemimpinan daerah mampu membangun komunikasi vertikal yang efektif.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bahkan, inisiatif Bupati mengusulkan pemanfaatan material sisa banjir sebagai bahan rehabilitasi mencerminkan pendekatan adaptif dan berbasis solusi lapangan.
Namun demikian, keberhasilan fase awal tanggap darurat ini, awal dari tantangan masa pemulihan dan rehab rekon.

Tantangan terbesar justru pada fase pemulihan jangka menengah dan panjang. Banjir di Aceh Tamiang tidak berdiri sendiri sebagai peristiwa alam, melainkan terhubung dengan persoalan struktural: kerusakan lingkungan, alih fungsi lahan, lemahnya pengawasan daerah aliran sungai, dan tata ruang yang abai terhadap risiko bencana. Di sinilah ujian kepemimpinan berikutnya bermula apakah pemerintah daerah berani menjadikan tragedi ini sebagai titik balik kebijakan pembangunan.

Baca Juga :  Warga Pujakesuma di Aceh Sepakat Coblos dan Menangkan Prabowo-Gibran Satu Putaran

Publik menunggu keberanian pemerintah untuk memperkuat regulasi lingkungan, menertibkan aktivitas eksploitasi lahan, serta memasukkan mitigasi bencana sebagai arus utama pembangunan daerah. Sebab, kepemimpinan pascabanjir bukan semata tentang kecepatan distribusi bantuan, melainkan tentang membangun sistem yang mencegah penderitaan serupa terulang. Aceh Tamiang hari ini membutuhkan lebih dari respons darurat; ia membutuhkan visi keberlanjutan.[Redaksi]

Berita Terkait

A. Malik Musa Dampingi Mendikdasmen RI Abdul Mu’ti Hadiri Hari Pertama Sekolah di Aceh Tamiang
Rahmat Syahreza, Kepala Samsat Banda Aceh, Pimpin Langsung Penyambutan Praja IPDN untuk Pemulihan Aceh Pascabencana
PPA Hadir di Tengah Bencana, Fokus Selamatkan Pendidikan Anak-anak Aceh Tamiang
Paska Banjir Dan Longsor Tri Rismaharini Ketua DPP Baguna PDI -P Tinjau Kondisi Aceh Tamiang
Ratusan Korban Banjir Aceh Tamiang Antusias Ikuti Pengobatan Gratis PDI Perjuangan
DPD PDI Perjuangan Aceh Bantah Isu Penjarahan Mobil di Aceh Tamiang: Warga Hanya Kelaparan, Bukan Merampa
Menko Polkam Kirim Bantuan Darurat untuk Korban Bencana Aceh Tamiang
Paripurna DPR-K Aceh Tamiang tetapkan ARMIA FAHMI-ISMAIL Bupati Aceh Tamiang.

Berita Terkait

Jumat, 16 Januari 2026 - 22:01 WIB

Stok Bantuan Bencana Masih Menumpuk di Gudang BPBD Aceh Tenggara, Publik Pertanyakan Transparansi Distribusi

Jumat, 16 Januari 2026 - 21:33 WIB

Dana Desa Atau Dana Dinasti? LSM Kaliber “Bedah” Borok Anggaran Kuta Tengah!

Jumat, 16 Januari 2026 - 00:42 WIB

Skandal “Gudang Berdebu” BPBD Aceh Tenggara: LSM KALIBER Tuding Birokrasi Khianati Kemanusiaan!

Kamis, 15 Januari 2026 - 22:17 WIB

Pasca Banjir Bandang, Wakil Bupati Ajak Masyarakat Tinggalkan Perpecahan dan Bersatu Bangun Aceh Tenggara

Kamis, 15 Januari 2026 - 06:42 WIB

Mahasiswa dan Pemuda Gelar Aksi di Kantor Bupati Aceh Tenggara, Tuntut Evaluasi Penanganan Bencana dan Dugaan Intimidasi

Kamis, 15 Januari 2026 - 00:26 WIB

Cahaya Harapan di Bumi Sepakat Segenap: Pemkab Aceh Tenggara Salurkan Santunan Bagi Ahli Waris Korban Banjir

Rabu, 14 Januari 2026 - 01:15 WIB

Angin Segar bagi Perangkat Desa: Penantian 4 Bulan Siltap Segera Berakhir di Februari

Selasa, 13 Januari 2026 - 21:55 WIB

THR” yang Sebenarnya Adalah Hak Tertunda

Berita Terbaru