Proyek Siluman Tampa Papan Informasi, Revitalisasi Saluran Irigasi Way Nenep di Pekon Tambah Rejo Diduga Rendah Kualitas

hayat

- Redaksi

Senin, 5 Januari 2026 - 20:41 WIB

50120 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PRINGSEWU, – Pekerjaan revitalisasi Saluran Irigasi Way Nenep yang berlokasi di kawasan persawahan Dusun RW 005 RT 009, Pekon Tambah Rejo, Kabupaten Pringsewu, diduga bermasalah dan menuai sorotan tajam dari warga setempat. Proyek yang tidak memiliki papan nama identifikasi bahkan disebut sebagai proyek siluman oleh sebagian masyarakat setempat. Senin (5/1/2026).


Menurut data yang dihimpun, proyek ini dibiayai dari dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2025. Namun, besaran anggaran yang dialokasikan untuk pekerjaan tersebut hingga saat ini belum terungkap, karena tidak adanya papan informasi terkait proyek tersebut.

Seorang warga yang meminta untuk tidak disebutkan namanya mengungkapkan bahwa selama proses pengerjaan yang hingga kini baru mencapai 50% penyelesaian.

Baca Juga :  Bupati Pringsewu H. Riyanto Pamungkas Buka Puasa Bersama Imam dan Qori Masjidil Haram Syeikh Abdurrahman Al 'Ausy

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pekerja proyek telah tiga kali ditegur langsung oleh warga terkait cara pemasangan batu yang tidak rapi dan kualitas adukan semen yang tidak memenuhi harapan, dan semen yang digunakan bukan semen tigaroda,jelas kwalitas pengerjaan proyek ini jauh dibawah kwalitas, ucap seorang warga.

“Setiap kali mendapat teguran, mereka baru mengerjakan dengan lebih baik, tapi tidak lama kemudian kualitasnya kembali dipertanyakan,” ujarnya.

Hasil pengecekan langsung awak media di lapangan menunjukkan bahwa sebagian bangunan revitalisasi yang baru saja dikerjakan telah mengalami keretakan di beberapa bagian.

Lebih mengkhawatirkan, pada bagian bawah plesteran ditemukan material yang diduga hanya berupa pasir tanpa campuran semen, sehingga kuat diduga pekerjaan tidak sesuai dengan spesifikasi teknis yang telah ditetapkan.

Baca Juga :  Dinas Perpustakaan & Kearsipan Kabupaten Pringsewu Gelar Festival Literasi

Temuan tersebut menimbulkan kekhawatiran masyarakat terhadap daya tahan dan fungsi optimal bangunan irigasi ke depan.

Warga berharap instansi terkait dapat segera melakukan pemeriksaan menyeluruh di lokasi serta mengambil langkah tegas apabila ditemukan pelanggaran dalam pelaksanaan proyek.

“Mudah-mudahan pekerjaan revitalisasi ini bisa dikerjakan secara maksimal dan sesuai standar kualitas. Kami menginginkan bangunan irigasi ini benar-benar kuat, tahan lama, dan berfungsi optimal untuk kepentingan masyarakat agar tidak menimbulkan kerugian di kemudian hari,” ucap salah satu warga.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak pekerja maupun penanggung jawab kegiatan belum dapat dimintai keterangan resmi terkait dugaan masalah pada proyek tersebut.

(HT)

Berita Terkait

Pemkab Pringsewu Gelar Apel Peringatan Hari Desa Nasional
Kanit Intel WN88 Subdit 13 Pesawaran Amankan Tiga Pelaku Pencurian Buah Alpukat
Realisasi Anggaran Dana Desa Pekon Bandung Baru Tahun 2024 Sudah Tepat Dan Tidak Melanggar Aturan
Realisasi Anggaran Dana Desa Pekon Bandung Baru Tahun 2024 Sudah Tepat Tidak Melanggat Aturan
DPD ASWIN Lampung Kritisi Protokol Wali Kota Metro yang Dinilai Arogan dan Menghalangi Tugas Wartawan
Pemerintah Pekon Banyumas kecamatan Banyumas Kabupaten Pringsewu Membuka Sosialisasi Kelas Ibu Hamil
Pekon Ambarawa Gelar Musdes RKP 2026, Warga Antusias Sampaikan Aspirasi
Pekon Sukaratu Tuntaskan Pembangunan Rabat Beton untuk Mempermudah Akses Anak-Anak Sekolah

Berita Terkait

Jumat, 16 Januari 2026 - 04:24 WIB

Kamis, 15 Januari 2026 - 03:09 WIB

Kejati Malut diminta segera menetapkan tersangka kasus dugaan korupsi tunjangan anggota DPRD Provinsi Maluku Utara

Selasa, 13 Januari 2026 - 22:04 WIB

RKAB PT HSM Dipersoalkan Aktivis Maluku Utara Datangi Dirjen Minerba dan PT CNGR

Senin, 12 Januari 2026 - 19:51 WIB

PDIP Ungkap 8 Tantangan Utama Bangsa dalam Penutupan Rakernas I

Sabtu, 10 Januari 2026 - 16:34 WIB

DARURAT PEMBUNGKAMAN PERS: AKPERSI Bongkar Rangkaian Teror, Kekerasan, dan Kriminalisasi Wartawan Sepanjang 2025

Sabtu, 10 Januari 2026 - 16:23 WIB

IACN Desak KPK dan Kejagung Bongkar Dugaan Korupsi Bupati Nias Utara Amizaro Waruwu Senilai Rp.75 Miliar

Sabtu, 10 Januari 2026 - 09:36 WIB

DARURAT PEMBUNGKAMAN PERS: AKPERSI Bongkar Rangkaian Teror, Kekerasan, dan Kriminalisasi Wartawan Sepanjang 2025

Jumat, 9 Januari 2026 - 20:41 WIB

Dugaan Korupsi Menggurita di Halmahera Timur: Sekda Diduga Jadi Otak Manipulasi Anggaran Miliaran

Berita Terbaru