LSM JATI: Ditemukan Dugaan Penyimpangan Anggaran Pekon Gedung Kecamatan Cukuh Balak Kabupaten Tanggamus

hayat

- Redaksi

Kamis, 8 Januari 2026 - 22:08 WIB

50169 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TANGGAMUS, Lampung – Lembaga Swadaya Masyarakat Jaringan Transparansi Kebijakan Indonesia (JATI) Provinsi Lampung menuntut transparansi dan kejelasan atas realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) Pekon Gedung, Kecamatan Cukuh Balak, Kabupaten Tanggamus, tahun 2024. LSM yang diketuai oleh Ahmad Padlan, S.H. ini menemukan dugaan serius indikasi korupsi dalam beberapa kegiatan, berupa kekurangan volume pekerjaan fisik dan praktek mark up harga.

Dugaan ini muncul dari analisis mendalam yang dilakukan tim JATI terhadap dokumen anggaran dan realisasi lapangan di Pekon Gedung. Ahmad Padlan menyatakan bahwa pihaknya telah mengumpulkan bukti awal yang cukup untuk menduga adanya penyimpangan yang merugikan keuangan daerah dan masyarakat.

“Kami telah mendalami data anggaran dan mengecek kondisi di lapangan. Temuan kami sangat mengkhawatirkan dan mengindikasikan praktik tidak sehat. Jika tidak ada kejelasan dari pihak berwenang, kami siap melaporkan kasus ini kepada aparat penegak hukum dalam waktu dekat,” tegas Ahmad Padlan, S.H., Ketua JATI Provinsi Lampung, dalam pernyataan resminya, Kamis (8/1/2026).

Baca Juga :  Polsek Pematangsawa Lakukan Identifikasi di Lokasi Kebakaran Rumah Warga Pekon Karang Brak

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Analisis Temuan Dugaan Penyimpangan
Berdasarkan data yang dihimpun JATI, setidaknya terdapat beberapa pos anggaran dengan nilai fantastis yang patut dipertanyakan korelasi antara biaya yang dikeluarkan dengan output yang diterima masyarakat. Berikut adalah tabel analisis atas beberapa temuan krusial:

Nomor Uraian Kegiatan (Berdasar Data) Nilai Anggaran Temuan & Analisis JATI
1 Penyelenggaraan Informasi Publik Desa (Poster/Baliho) Rp 83.100.000 Nilai tidak wajar untuk pembuatan media informasi desa. Diduga kuat terjadi mark up harga yang signifikan.
2 Pembuatan Rambu-rambu di Jalan Desa (15 Unit) Rp 90.000.000 Rata-rata Rp 6 juta per rambu. Harga ini dinilai sangat tidak realistis dan jauh di atas harga pasar.
7 & 8 Pembangunan Jalan Rabat Beton (Total 280 m) Rp 133.789.000 Mengikuti pola temuan LSM lain di Lampung Selatan, rawan kekurangan volume dan ketebalan serta kualitas material rendah. Perlu audit fisik mendalam.
21 Peningkatan Produksi Tanaman Pangan (Bibit Alpukat 2.400 Unit) Rp 144.000.000 Rp 60.000 per bibit. Harga sangat tinggi dan mirip dengan kasus dugaan korupsi pengadaan bibit alpukat senilai Rp 2,1 Miliar di Dinas Kehutanan Lampung yang sedang diusut.
Konteks dan Pola Serupa di Lampung

Baca Juga :  Lapas Kotaagung Gelar Donor Darah dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis Peringati HBP ke-62

Tuntutan dan Langkah Selanjutnya
Ahmad Padlan menegaskan bahwa tujuan utama JATI adalah memastikan akuntabilitas dan pencegahan kerugian negara. “Kami mendesak Pemerintah Kabupaten Tanggamus, melalui Inspektorat dan Badan Pengelola Keuangan Desa, untuk segera melakukan audit investigatif khusus terhadap APBDes Pekon Gedung tahun 2024. Masyarakat berhak tahu uang mereka digunakan untuk apa dan dengan kualitas seperti apa,” tambahnya.

JATI memberikan waktu kepada pihak berwenang untuk menindaklanjuti temuan ini. Jika tidak ada tindakan korektif dan transparansi yang memadai, langkah pelaporan ke Kejaksaan Tinggi Lampung dan Kepolisian Daerah Lampung akan segera diambil untuk penyelidikan lebih lanjut.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Pemerintah Pekon Gedung dan Kecamatan Cukuh Balak belum memberikan tanggapan resmi.

(Hayat)

Berita Terkait

Diduga Banyak Penyimpangan Dana Desa : DPC LSM Tirunusa Tanggamus Akan Investigasi 20 Pekon di Talang Padang  
Ruang Diskusi Tercoreng, Gaya Komunikasi Kepala Pekon Di Kecamatan Talang Padang Dinilai Tak Pantas
Tongkat Estafet Berpindah, Sertijab dan Pisah Sambut Kalapas Kotaagung Berlangsung Penuh Makna
Inspektorat Kabupaten Tanggamus Sudah Mulai Memeriksa Pekon Taman Sari Yang Diduga Mark Up Anggaran Dana Desa 
Lapas Kotaagung Gelar Donor Darah dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis Peringati HBP ke-62
Polsek Wonosobo Identifikasi Banjir di Bandar Negeri Semuong
Inflasi Tanggamus 3,48 Persen, Harga Pangan Stabil tapi Cabai Mulai Naik
Dua perawat Puskesmas Martanda, Pematang Sawa, Tanggamus saat mendampingi pasien yang akan melahirkan mengarungi lautan teluk semaka menuju rumah sakit

Berita Terkait

Sabtu, 28 Maret 2026 - 02:51 WIB

Mahasiswa dan Pemuda Bogor Apresiasi Langkah Tegas TNI: Wujud Pertanggungjawaban dan Marwah Institusi

Minggu, 15 Maret 2026 - 09:22 WIB

Selama Ramadhan Mahasiswa dan Pemuda Adakan Giat Pesantren Kilat di Masjid Nurul Iman Kampung Setu 2 Warga Senang 

Rabu, 18 Februari 2026 - 17:54 WIB

Evaluasi Total GMPB: 14 Tuntutan Untuk 1 Tahun Kinerja Bupati Bogor 

Senin, 16 Februari 2026 - 21:26 WIB

GMPB Laporkan Dugaan Tindak Pidana Korupsi di Dinas Pendidikan ke APH Polda Jabar, KPK RI dan Kejari Kab.Bogor

Rabu, 4 Februari 2026 - 23:11 WIB

Usai Laporkan ke KPK, GMPB Kembali Buat Laporan ke Kejari Kabupaten Bogor Terkait Sarpras Dinas Pendidikan

Rabu, 4 Februari 2026 - 14:16 WIB

Kapten Tatang: Wujudkan Lingkungan Bersih, Cibinong Gelar Gabungan Operasi Bersih 

Selasa, 3 Februari 2026 - 07:19 WIB

Gerakan Mahasiswa dan Pemuda Bogor Gelar Aksi Unjuk Rasa di Kejari Cibinong dan Baznas Kabupaten Bogor

Kamis, 22 Januari 2026 - 21:23 WIB

Aktivis Gerakan MAHASISWA dan Pemuda Bogor, Laporkan Dugaan Tindak Pidana Korupsi Pejabat Kabupaten Bogor ke-KPK

Berita Terbaru

BANDAR LAMPUNG

Muswil Cacat Hukum, Ancaman Perpecahan KA KAMMI Lampung

Senin, 20 Apr 2026 - 13:51 WIB

BATU BARA

Inalum Serahkan Bantuan CSR di Kawasan Operasional Paritohna

Senin, 20 Apr 2026 - 12:20 WIB