BANYAK DEBU – Seorang pengendara motor menutup hidup dengan jilbab karena banyak debu berterbangan di jalanan, Sabtu (28/3/2026). Debu ini akibat mandeknya perbaikan Jalan Ambarawa-Pardasuka.
Pringsewu – Mandeknya proyek perbaikan ruas jalan Ambarawa–Pardasuka tak hanya menyisakan tanda tanya, tetapi juga memaksa warga turun tangan sendiri demi menjaga kenyamanan lingkungan.
Debu tebal dari material proyek yang tak kunjung dilanjutkan kini menjadi masalah utama. Setiap hari, partikel semen dan tanah kering beterbangan akibat kendaraan yang melintas, bahkan masuk ke dalam rumah warga.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sebagai bentuk inisiatif, masyarakat setempat secara gotong royong melakukan penyiraman jalan untuk menekan debu. Kegiatan ini dilakukan rutin, terutama saat lalu lintas sedang padat.
“Setiap hari kami menyiram jalan, kadang sampai dua kali, siang dan sore,” ujar anggota Komisi III DPRD setempat, Dedi Sutarno, Sabtu (28/3/2026).
Upaya swadaya ini tentu tidak tanpa biaya. Warga harus merogoh kocek sendiri untuk membeli bahan bakar minyak (BBM) demi mengoperasikan mesin penyedot air.
“Sekitar satu liter BBM habis setiap hari untuk penyiraman,” tambahnya.
Meski demikian, warga tetap bertahan melakukan langkah tersebut demi mengurangi dampak debu yang dinilai sudah mengganggu kesehatan dan aktivitas sehari-hari.
Di sisi lain, belum adanya kepastian dari pemerintah provinsi terkait kelanjutan proyek semakin menambah kekhawatiran masyarakat. Keluhan warga pun telah disampaikan ke pemerintah daerah agar diteruskan ke tingkat provinsi.
Warga berharap ada tindakan cepat dari pemerintah agar proyek tersebut segera dilanjutkan, sehingga mereka tidak lagi harus menanggung dampak lingkungan secara mandiri.
“Harapannya tentu segera dilanjutkan. Karena sekarang yang menanggung dampaknya masyarakat,” tegas Dedi.





































