Swadaya Atasi Debu Proyek Jalan Ambarawa–Pardasuka yang Mangkrak

hayat

- Redaksi

Senin, 30 Maret 2026 - 07:47 WIB

5095 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANYAK DEBU – Seorang pengendara motor menutup hidup dengan jilbab karena banyak debu berterbangan di jalanan, Sabtu (28/3/2026). Debu ini akibat mandeknya perbaikan Jalan Ambarawa-Pardasuka.

Pringsewu – Mandeknya proyek perbaikan ruas jalan Ambarawa–Pardasuka tak hanya menyisakan tanda tanya, tetapi juga memaksa warga turun tangan sendiri demi menjaga kenyamanan lingkungan.

Debu tebal dari material proyek yang tak kunjung dilanjutkan kini menjadi masalah utama. Setiap hari, partikel semen dan tanah kering beterbangan akibat kendaraan yang melintas, bahkan masuk ke dalam rumah warga.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Baca Juga :  Bantuan Rp7 Miliar dari Kementerian untuk Pembangunan Gedung RSUD Pringsewu Belum Jelas; Dana Dinyatakan Sudah Turun Tapi Belum Dilelang

Sebagai bentuk inisiatif, masyarakat setempat secara gotong royong melakukan penyiraman jalan untuk menekan debu. Kegiatan ini dilakukan rutin, terutama saat lalu lintas sedang padat.

“Setiap hari kami menyiram jalan, kadang sampai dua kali, siang dan sore,” ujar anggota Komisi III DPRD setempat, Dedi Sutarno, Sabtu (28/3/2026).

Upaya swadaya ini tentu tidak tanpa biaya. Warga harus merogoh kocek sendiri untuk membeli bahan bakar minyak (BBM) demi mengoperasikan mesin penyedot air.

“Sekitar satu liter BBM habis setiap hari untuk penyiraman,” tambahnya.

Baca Juga :  Wabup Pringsewu: Bersih Desa ke-116 Pekon Wonodadi Perkuat Silaturahmi dan Lestarikan Budaya

Meski demikian, warga tetap bertahan melakukan langkah tersebut demi mengurangi dampak debu yang dinilai sudah mengganggu kesehatan dan aktivitas sehari-hari.

Di sisi lain, belum adanya kepastian dari pemerintah provinsi terkait kelanjutan proyek semakin menambah kekhawatiran masyarakat. Keluhan warga pun telah disampaikan ke pemerintah daerah agar diteruskan ke tingkat provinsi.

Warga berharap ada tindakan cepat dari pemerintah agar proyek tersebut segera dilanjutkan, sehingga mereka tidak lagi harus menanggung dampak lingkungan secara mandiri.

“Harapannya tentu segera dilanjutkan. Karena sekarang yang menanggung dampaknya masyarakat,” tegas Dedi.

Berita Terkait

Nyalip di Tikungan, Pemotor di Pringsewu Tewas Usai Tabrak Truk Pengangkut Pasir
Pemkab Pringsewu Kembali Gelar Seleksi Magang Ke Jepang
Bupati Pringsewu Sampaikan Rancangan Perubahan KUA-PPAS 2026
Wabup Umi Laila Pringsewu Sampaikan Pesan Moral Pada Pengajian Triwulan PAC NU Pagelaran
Pansus DPRD Pringsewu Dorong Restrukturisasi OPD yang Efisien dan Tepat Fungsi
Kejari Pringsewu Tetapkan Dua Tersangka Korupsi Pendataan SPPT PBB-P2, Kerugian Negara Rp1,1 Miliar
Pemkab & Kantah Pringsewu Gelar Rakor Reforma Agraria 2026
Wakil Bupati Pringsewu Umi Laila Ajak Umat Islam Jaga Persatuan

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 18:31 WIB

Pemkab Pringsewu Kembali Gelar Seleksi Magang Ke Jepang

Senin, 27 Juli 2026 - 18:24 WIB

Bupati Pringsewu Sampaikan Rancangan Perubahan KUA-PPAS 2026

Minggu, 26 Juli 2026 - 18:05 WIB

Wabup Umi Laila Pringsewu Sampaikan Pesan Moral Pada Pengajian Triwulan PAC NU Pagelaran

Selasa, 21 Juli 2026 - 18:48 WIB

Pansus DPRD Pringsewu Dorong Restrukturisasi OPD yang Efisien dan Tepat Fungsi

Selasa, 14 Juli 2026 - 18:41 WIB

Kejari Pringsewu Tetapkan Dua Tersangka Korupsi Pendataan SPPT PBB-P2, Kerugian Negara Rp1,1 Miliar

Senin, 13 Juli 2026 - 13:18 WIB

Pemkab & Kantah Pringsewu Gelar Rakor Reforma Agraria 2026

Minggu, 12 Juli 2026 - 07:32 WIB

Wakil Bupati Pringsewu Umi Laila Ajak Umat Islam Jaga Persatuan

Sabtu, 11 Juli 2026 - 20:38 WIB

Ratusan Pembalap Mobil Serbu Sirkuit Non Permamen Komplek Pemkab Pringsewu

Berita Terbaru

BATU BARA

Menjaga Mangrove, Mengamankan Masa Depan Bersama Inalum

Selasa, 28 Jul 2026 - 08:01 WIB