Bupati Aceh Tenggara Letakkan Batu Pertama Jembatan Gantung Garuda, Harapan Baru untuk Akses dan Ekonomi Warga

WASPADA INDONESIA

- Redaksi

Sabtu, 4 April 2026 - 22:30 WIB

5094 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_131072

Oplus_131072

KUTACANE |  Pagi yang cerah di Desa Kumbang Jaya, Kecamatan Badar, Aceh Tenggara, menjadi saksi dimulainya pembangunan jembatan gantung perintis Garuda. Pada Jumat, 3 April 2026, Bupati Aceh Tenggara, H. M. Salim Fakhry, memimpin langsung prosesi peletakan batu pertama, menandai babak baru bagi masyarakat yang selama ini menghadapi keterbatasan akses akibat bencana banjir. Kegiatan tersebut dihadiri oleh berbagai unsur pimpinan daerah, mulai dari Anggota DPRK, Kapolres Aceh Tenggara, Sekretaris Daerah, pejabat eselon II dan III, para camat, kepala desa, hingga masyarakat setempat yang antusias menyambut pembangunan infrastruktur vital ini.

Dalam sambutannya, Bupati Fakhry menegaskan bahwa pembangunan jembatan gantung Garuda merupakan hasil kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat. Ia menyoroti pentingnya jembatan ini sebagai penghubung antar desa dan kecamatan, yang diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi warga. “Jembatan ini bukan hanya menghubungkan antar desa, tetapi juga menjadi akses penting antar kecamatan yang dapat mendorong peningkatan perekonomian masyarakat,” ujarnya di hadapan para undangan dan warga yang hadir. Bupati juga menyampaikan terima kasih kepada Presiden Republik Indonesia atas perhatian dan dukungan terhadap pembangunan di Aceh Tenggara, sebuah bentuk sinergi antara pemerintah pusat dan daerah yang nyata dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Baca Juga :  Masyarakat Pulo Kedondong Apresiasi Kinerja PLN-ULP Kutacane Aceh Tenggara

Pembangunan jembatan gantung Garuda sepanjang 170 meter ini menjadi solusi atas kesulitan akses yang dialami warga pasca banjir yang melanda beberapa waktu lalu. Dandim 0108/Agara, Czi Aryo Murdyantoro, menjelaskan bahwa jembatan ini akan menghubungkan Kecamatan Badar dan Darul Hasanah, dua wilayah yang selama ini terisolasi akibat rusaknya infrastruktur lama. Ia menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah pusat melalui TNI untuk membantu masyarakat, khususnya dalam meningkatkan akses transportasi yang menjadi urat nadi kehidupan ekonomi dan sosial warga. “Program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah pusat melalui TNI untuk membantu masyarakat, khususnya dalam meningkatkan akses transportasi,” jelasnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kapolres Aceh Tenggara, AKBP Yulhendri, turut mengajak seluruh masyarakat untuk mendukung penuh pembangunan jembatan ini. Ia menekankan bahwa keberadaan jembatan gantung Garuda akan menjadi penopang utama aktivitas ekonomi warga, mulai dari distribusi hasil pertanian hingga akses pendidikan dan kesehatan. “Mari kita bersama-sama mendukung program TNI untuk masyarakat, karena akses ini merupakan urat nadi perekonomian warga,” katanya, menegaskan pentingnya peran serta seluruh elemen masyarakat dalam menjaga dan memanfaatkan infrastruktur yang akan dibangun.

Baca Juga :  Siswa SMP Negeri Perisai Kutacane Lolos ke SMA Taruna Nusantara, Bukti Kualitas Pendidikan Daerah

Pembangunan jembatan ini ditargetkan rampung dan dapat digunakan pada bulan Mei 2026. Harapan besar pun disematkan agar proses pembangunan berjalan lancar tanpa hambatan, sehingga manfaatnya dapat segera dirasakan oleh masyarakat. Bagi warga Desa Kumbang Jaya dan sekitarnya, kehadiran jembatan gantung Garuda bukan sekadar infrastruktur fisik, melainkan simbol harapan dan kebangkitan setelah masa-masa sulit akibat bencana.

Setelah prosesi peletakan batu pertama, rombongan Bupati dan jajaran melanjutkan kunjungan ke Desa Leuser, Kecamatan Ketambe, sebagai bagian dari agenda kerja yang menandai komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat pembangunan di berbagai sektor. Di tengah tantangan geografis dan bencana alam yang kerap melanda, pembangunan jembatan gantung Garuda menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi antara pemerintah, TNI, dan masyarakat mampu menghadirkan solusi bagi kebutuhan dasar warga. Jembatan ini diharapkan menjadi penghubung yang tidak hanya memperlancar mobilitas, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru, mempererat hubungan sosial, dan memperkuat ketahanan masyarakat Aceh Tenggara dalam menghadapi masa depan.

Laporan: Salihan Beruh

Berita Terkait

Bupati Aceh Tenggara Tutup Pintu Rapat untuk Tegakkan Disiplin Pejabat
Anak Curi Motor Milik Orang Tua, Polres Aceh Tenggara Tangkap MRH di Lawe Sigala-Gala
Polres Aceh Tenggara Musnahkan 4,6 Ganja dan 90,97 Gram Sabu
Wakil Bupati Aceh Tenggara Tinjau Pembangunan Jembatan Sementara Pascabanjir di Desa Mbarung
Polsek Bambel Respon Cepat, Lakukan Pengamanan Banjir di Desa Kuning I, Jalan Nasional Sempat Tergenang Air
Program P3-TGAI Mengalirkan Harapan Baru Bagi Pettani Aceh Tenggara
Wujud Komitmen Nyata, Polres Aceh Tenggara Musnahkan Ratusan Gram Sabu dan Ganja
Ratusan Warga Kutambaru Bercawan Dukung Sahidil Ahmad Maju Pilkades

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 13:36 WIB

Anak Curi Motor Milik Orang Tua, Polres Aceh Tenggara Tangkap MRH di Lawe Sigala-Gala

Rabu, 9 September 2026 - 23:30 WIB

Polres Aceh Tenggara Musnahkan 4,6 Ganja dan 90,97 Gram Sabu

Rabu, 9 September 2026 - 23:12 WIB

Wakil Bupati Aceh Tenggara Tinjau Pembangunan Jembatan Sementara Pascabanjir di Desa Mbarung

Rabu, 9 September 2026 - 23:04 WIB

Polsek Bambel Respon Cepat, Lakukan Pengamanan Banjir di Desa Kuning I, Jalan Nasional Sempat Tergenang Air

Rabu, 9 September 2026 - 18:03 WIB

Program P3-TGAI Mengalirkan Harapan Baru Bagi Pettani Aceh Tenggara

Rabu, 9 September 2026 - 13:44 WIB

Wujud Komitmen Nyata, Polres Aceh Tenggara Musnahkan Ratusan Gram Sabu dan Ganja

Minggu, 6 September 2026 - 15:23 WIB

Ratusan Warga Kutambaru Bercawan Dukung Sahidil Ahmad Maju Pilkades

Sabtu, 5 September 2026 - 20:50 WIB

Korban Minta Kasus Pencemaran Nama Baik Akun Facebook Muhammad Saleh Selian di Polres Agara Diambil Alih Polda Aceh

Berita Terbaru

PRINGSEWU

Pemkab Pringsewu Gelar Salat Istisqa

Jumat, 11 Sep 2026 - 12:43 WIB

PRINGSEWU

Pemkab Pringsewu Gelar Lomba Pariwara Antikorupsi

Jumat, 11 Sep 2026 - 09:05 WIB

BANDA ACEH

MBG Jangan Jadi Eksperimen: SPPG Ditinggalkan, Kantin Dipaksakan

Kamis, 10 Sep 2026 - 22:45 WIB