LSM TRINUSA Ungkap 10 Kejanggalan Laporan Keuangan Bank Lampung 2024, Desak OJK dan Kejati Turun Tangan

hayat

- Redaksi

Senin, 25 Mei 2026 - 09:56 WIB

50195 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

*BANDAR LAMPUNG*— Lembaga Swadaya Masyarakat Triga Nusantara Indonesia (TRINUSA) DPD Provinsi Lampung merilis kajian investigatif terhadap laporan keuangan PT Bank Pembangunan Daerah Lampung Tahun Buku 2024. Hasil telaah tersebut mengungkap sederet kejanggalan serius yang dinilai patut menjadi perhatian aparat pengawas dan penegak hukum.

Dalam dokumen kajian tersebut, TRINUSA menemukan tidak kurang dari sepuluh indikator *red flag* yang secara bersamaan mencerminkan kondisi mengkhawatirkan pada bank milik pemerintah daerah Provinsi Lampung itu.

Laba Anjlok 41 Persen dalam Setahun

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Temuan paling mencolok adalah penurunan laba bersih yang drastis. Berdasarkan laporan laba rugi, laba bersih Bank Lampung tercatat Rp175,2 miliar pada 2023, namun merosot tajam menjadi hanya Rp103,1 miliar pada 2024 — penurunan sebesar Rp72,1 miliar atau **41,1 persen** dalam satu tahun buku. Dampaknya berpotensi mengurangi kontribusi dividen kepada pemerintah daerah dan menekan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

CKPN Meledak 141 Persen: Sinyal Kredit Bermasalah?

Yang lebih mencurigakan, lonjakan Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN) mencapai **141 persen** — dari Rp60 miliar pada 2023 menjadi Rp144,6 miliar pada 2024. TRINUSA menilai angka ini sebagai *red flag* utama dalam audit perbankan, mengindikasikan memburuknya kualitas kredit, meningkatnya risiko gagal bayar, atau adanya restrukturisasi kredit yang tidak sehat. TRINUSA bahkan menduga adanya potensi *kredit topengan* dan kredit bermasalah yang sengaja disembunyikan.

Baca Juga :  Gubernur Mirza dan Wagub Jihan Flag Off Lampung Tapis Karnaval Puncak Festival Krakatau XXXV 2026

Kredit Tumbuh, Kas Malah Minus

Di tengah pertumbuhan penyaluran kredit dari Rp6,95 triliun menjadi Rp7,20 triliun, arus kas operasi Bank Lampung justru tercatat **negatif Rp26,97 miliar** pada 2024. Secara logika perbankan yang sehat, pertumbuhan kredit semestinya diikuti peningkatan pendapatan dan cash flow positif. Kondisi sebaliknya ini dinilai sebagai red flag tekanan kualitas kredit dan likuiditas yang serius.

Biaya Bengkak, Deposito Jebol

Beban barang dan jasa naik Rp14 miliar menjadi Rp95,2 miliar — pos yang rawan markup, pengadaan fiktif, dan vendor afiliasi. Lebih mengejutkan, beban non-operasional melonjak **142 persen** dari Rp4,8 miliar menjadi Rp11,6 miliar tanpa penjelasan yang memadai.

Di sisi pendanaan, deposito nasabah turun Rp302 miliar menjadi Rp4,57 triliun — indikasi deposan besar mulai menarik dana. Untuk menambal likuiditas, Bank Lampung meningkatkan dana antar bank dari Rp728 miliar menjadi Rp1,109 triliun, mencerminkan ketergantungan pada sumber dana eksternal jangka pendek yang semakin dalam.

Baca Juga :  LSM TRINUSA: Bayar Iklan Rp1,98 M Tanpa Bukti, Diskominfo Bandar Lampung Diduga Rugikan Daerah Rp89,6 Juta

Transaksi Pihak Berelasi dan Gejolak Direksi

Kajian juga menyoroti transaksi pihak berelasi yang rawan *conflict of interest* dan pemberian kredit istimewa kepada pihak dekat pengurus. Ditambah adanya pergantian direksi dan beberapa RUPS Luar Biasa sepanjang 2024, yang dalam perspektif audit tata kelola sering menjadi indikator konflik internal atau intervensi pemegang saham.

TRINUSA Desak OJK, BPK, dan Kejati Bertindak

Berdasarkan seluruh temuan itu, TRINUSA mendesak OJK melakukan pemeriksaan khusus kualitas kredit dan likuiditas, BPK melakukan audit investigatif atas vendor, transaksi pihak berelasi, dan CKPN, serta Kejaksaan Tinggi Lampung menelusuri dugaan penyimpangan dan potensi kerugian negara.

Temuan-temuan ini patut menjadi perhatian serius karena berpotensi mempengaruhi stabilitas bank daerah, dana masyarakat, kontribusi PAD, dan kepercayaan publik,”* tegas TRINUSA dalam kajiannya.

*Laporan ini disusun berdasarkan Kajian Investigatif LSM TRINUSA DPD Provinsi Lampung atas Laporan Keuangan Audited PT Bank Pembangunan Daerah Lampung Tahun Buku 2024.*

Berita Terkait

Gubernur Mirza dan Wagub Jihan Flag Off Lampung Tapis Karnaval Puncak Festival Krakatau XXXV 2026
LSM AMUNISI LAPORKAN DUGAAN KORUPSI DANA BOS SMPN 11 PESAWARAN KE KEJATI LAMPUNG
LSM Kawal Lampung Siap Aksi di Kejati dan BPKP Lampung, Soroti Pengelolaan Persediaan dan Aset RSUD Alimuddin Umar
Ketua DPD GBRAN dan Presiden GANTARA Gelar Pertemuan “NGOPI” Bahas Peluang Kerja dan Ekonomi Nusantara
Semarak HUT ke-81 RI, Rutan Kelas I Bandar Lampung Gelar Perlombaan Tradisional Penuh Keceriaan
Kajati Lampung Diganti, Danang Suryo Wibowo ke Kejagung
Respons Maraknya Aksi Swadaya, Pemprov Lampung Kaji Skema Bantu Bangun Jalan Desa
Jaksa Tuntut Terdakwa Dendi Ramadhona 11 Tahun Bui dan Uang Pengganti Rp31 Miliar, Zainal Fikri 3 Tahun, Syahril 3 Tahun, Adal Linardo 7 tahun dan Syahril Ansyori 7 Tahun Penjara

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 09:05 WIB

Pemkab Pringsewu Gelar Lomba Pariwara Antikorupsi

Kamis, 10 September 2026 - 18:24 WIB

Pemkab dan Kantah Pringsewu Jalin Kerjasama Penguatan Sinergi Pelayanan Pertanahan dan Tata Ruang

Rabu, 9 September 2026 - 22:27 WIB

Pelajar 16 Tahun Diamankan Polisi, Diduga Terlibat Kasus Persetubuhan terhadap Anak di Pringsewu

Rabu, 9 September 2026 - 17:57 WIB

Pemkab Pringsewu Salurkan Bantuan 21,63 Ton Beras Kepada Masyarakat Banyuwangi

Selasa, 8 September 2026 - 13:41 WIB

Bupati Pringsewu Jawab Pemandangan Umum Fraksi-fraksi DPRD Terkait Rancangan Perubahan APBD 2O26

Senin, 7 September 2026 - 20:23 WIB

Bupati Pringsewu Sampaikan Rancangan Perubahan APBD

Jumat, 4 September 2026 - 13:36 WIB

Mantan Kabag Humas Pringsewu Dwi Murniati Fitri Meninggal Dunia di Usia 66 Tahun

Kamis, 3 September 2026 - 14:17 WIB

Wabup Pringsewu Turun Langsung ke Pasar Pagelaran, Sapa Warga & Kendalikan Harga Pangan

Berita Terbaru

PEKANBARU

Drama dan Puisi Musikal SMAN Plus Riau Juara di Literasi UIR

Jumat, 11 Sep 2026 - 16:36 WIB