SUMATERA UTARA – Waspada Indonesia | Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Maju Sejahtera Negeriku Labuhan Bilik, Kecamatan Panai Tengah, Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara, terpaksa menghentikan suplai Makanan Bergizi Gratis (MBG) untuk ribuan siswa dan penerima manfaat lainnya. Penghentian ini terjadi sejak Senin, 31 Agustus 2026, lantaran renovasi dan penambahan ruangan dapur SPPG.
Keputusan penghentian suplai yang mendadak ini menuai pertanyaan dari warga, relawan dan penerima manfaat, apalagi Dapur SPPG tersebut adalah satu-satunya yang ada di Kelurahan Labuhan Bilik, Panai Tengah yang menyuplai kepada 3131 orang penerima manfaat yang mencakup peserta didik (dari PAUD hingga tingkat menengah), balita, ibu hamil, serta ibu menyusui serta mempekerjakan 47 orang relawan.
Sabtu (12/09/2026), Koordinator Wilayah (Korwil) Kabupaten Labuhanbatu Prisila Dinanti saat dikonfirmasi terkait lama masa renovasi, berapa relawan yang bekerja serta berapa penerima manfaat yang harus terhenti.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menjelaskan, lamanya masa renovasi tergantung kepada yayasan atau mitra. Korwil juga mengatakan, kalau pertanyaan paling detail yang mengetahui Kepala SPPG.
Sementara, Kepala SPPG inisial MS, selama awak media ini bersama tim melakukan investigasi tiga bulan terakhir di lokasi sulit menemui beliau bahkan sama sekali tidak pernah ketemu di Dapur SPPG Panai Tengah yang berada di Jalan Pasar Tiga, Kecamatan Panai Tengah, Labuhanbatu.
Dugaan kealpaan Kepala SPPG Panai Tengah di Dapur SPPG saat beroperasi dan masa direnovasi tiga bulan terakhir juga sudah disampaikan kepada Korwil Kabupaten Labuhanbatu.
Prihal dugaan kealpaan Kepala SPPG Mansur tersebut juga dikuatkan oleh beberapa Narasumber yang aktif dilokasi, yang mengatakan kalau Kepala SPPG dimasa jabatannya memang hampir tidak pernah hadir selama SPPG aktif sampai dengan sekarang saat direnovasi.
“Pernah tapi 1 sampai 2 x pak,” cetus narasumber yang tidak ingin namanya dipublikasikan.
Saat dikonfirmasi wartawan melalui pesan WhatsApp, Kepala SPPG inisial MS membantah kalau hasil investigasi awak madia keliru, terkait kealpaan beliau.
“Sebelumnya saya mendapat informasi terkait pernyataan ini, setelah rencana penahanan operasi dapur sampe siap renovasi dapur,” cetus MS.
Bantahan tersebut berbeda dengan keterangan yang disampaikan para Narasumber yang selalu hadir di Dapur SPPG Labuhan Bilik kepada awak media saat investigasi.
Masyarakat mendesak pihak instansi yang terkait untuk melakukan evaluasi pengecekan dan audit terhadap kinerja Kepala SPPG Labuhan Bilik. Langkah ini dianggap penting agar pelayanan publik berjalan efektif dan tidak terganggu oleh aktivitas pribadi pemangku jabatan. (RH)



































