Bantah Dakwaan Jaksa, Pengacara Ungkap Kejanggalan Kriminalisasi Pengurus Apartemen Cer di Pengadilan

Waspada Indonesia

- Redaksi

Senin, 3 Maret 2025 - 00:21 WIB

501,304 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tim Penasehat Hukum Evan Zebua

Jakarta – Kejanggalan dalam kasus yang menimpa Evan Zebua, Kepala Bidang Hunian Perhimpunan Pemilik dan Penghuni Satuan Rumah Susun (P3SRS) Apartemen Casablanca East Residences (Apartemen CER) Periode 2022-2025, mulai terungkap satu per satu di persidangan.

Kasus ini bermula ketika pada bulan April 2023, Evan Zebua protes terhadap pemberhentian dirinya secara sepihak dan dinilai sewenang-wenang. Setahun kemudian, tepatnya pada April 2024, Khairul Iman, Ketua P3SRS Apartemen CER melaporkan Evan di Polres Jakarta Timur, dengan dugaan tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 335 KUHP.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Setelah bolak balik berkas dari jaksa ke penyidik, kemudian terjadi penambahan pasal yang disangkakan kepada Evan dan kini didakwa dengan dakwaan alternatif melanggar Pasal 2 ayat (1) UU Darurat atau Pasal 335 KUHP, dalam perkara yang teregsiter dengan No. 81/Pid.Sus/2025/PN JKT.TIM., di Pengadilan Negeri Jakarta Timur.

Fatiatulo Lazira, S.H., selaku penasehat hukum Evan Zebua, melalui eksepsi atau bantahannya terhadap dakwaan jaksa, menilai bahwa terdapat upaya kriminalisasi terhadap kliennya.

Ia pun memulai eksepsi dengan adagium dalam hukum, bahwa betapa pun tajamnya pedang keadilan, ia tidak memenggal kepala orang yang tidak bersalah. Karenanya dalam hukum pidana terdapat prinsip yang sangat fundamental, bahwa bukti-bukti haruslah lebih terang daripada cahaya (in criminalibus probantiones bedent esse luce clariore).

Baca Juga :  CPNS Kemenimipas Diminta Menteri Agus Andrianto Berikan Kontribusi Maksimal

“Kami menemukan banyak kejanggalan dalam proses hukum terhadap klien kami, dari tenggang waktu peristiwa kejadian (tempus delicti) dengan waktu laporan polisi, dalam proses lidik maupun sidik, serta rumusan dakwaan jaksa”, kata Fati Lazira.

Fati pun menerangkan beberapa kejanggalan itu diantaranya: Pertama, peristiwa yang dilaporkan terjadi pada 12 April 2023, namun pelapor baru membuat laporan polisi setahun kemudian, tepatnya 6 April 2024. Kedua, laporan terhadap Evan Zebua hanya berkenaan Pasal 335 KUHP, namun terjadi penambahan Pasal 2 ayat (1) UU Darurat setelah bolak balik berkas dari jaksa ke penyidik. Ketiga, Berita Acara Pemeriksaan (BAP) tidak pernah diserahkan kepada Evan sebagai tersangka meskipun sudah diminta secara lisan maupun tertulis. Ke-empat, Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) berkenaan dengan penambahan Pasal 2 ayat (1) UU Darurat tidak pernah diserahkan kepada Evan. Kelima, ada informasi bahwa Dr. Chairul Huda, S.H., M.H., pernah dimintai keterangan sebagai ahli ditingkat penyelidikan, namun berkas ahli itu tidak terdapat dalam turunan berkas yang diserahkan jaksa kepada penasehat hukum.

“Permintaan BAP adalah hak tersangka yang harus dipenuhi penyidik, sementara penyerahan SPDP adalah kewajiban penyidik yang harus dijalankan dan hal itu sudah ditegaskan dalam putusan Mahkamah Konstitusi berkenaan dengan pengujian Pasal 109 ayat (1) KUHAP”, jelasnya.

Baca Juga :  Abraham Samad: Pimpinan KPK Dungu dan Memalukan

Dakwaan Batal Demi Hukum

Sementara itu, Doris Manggalang Raja Sagala yang juga penasehat hukum Evan menjelaskan bahwa proses persidangan perkara pidana merupakan suatu rangkaian proses, mulai dari adanya dugaan suatu tindak pidana yang kemudian berlanjut dengan penyelidikan, penyidikan, penuntutan hingga pemeriksaan di sidang pengadilan, untuk mengadili guna dihasilkan suatu putusan hukum demi keadilan berdasarkan Ketuhanan Yang
Maha Esa.

“Surat dakwaan adalah mahkota jaksa yang harus diuraikan secara lengkap, jelas dan cermat untuk memenuhi syarat materil. Apabila syarat materil ini tidak terpenuhi, maka dakwaan batal demi hukum”, kata Doris.

Ia pun meminta agar hukum tidak digunakan untuk melakukan kekejian, sehingga terjadi perampasan hak seseorang yang sejatinya tidak bersalah. Hukum seharusnya melindungi orang yang tidak bersalah, menjamin dan melindungi dan hak asasi manusia.

“Kami mohon Yang Mulia Majelis Hakim mempertimbangkan rangkaian proses penegakan hukum terhadap Terdakwa sebagai satu rangkaian yang menjadi dasar penysusunan dakwaan, sehingga sistem hukum kita dapat dipercaya. Apabila kita terbiasa memaklumi aparat penyidik dan penuntut umum dalam memproses hukum seseorang dengan mengabaikan dan melanggar hukum acara serta mendasarkan pada bukti-bukti yang tidak memiliki nilai pembuktian atau bukti yang tidak paripurna, maka sistem hukum tersebut akan diragukan legitimasinya dan masyarakat akan mengurangi rasa hormatnya”, tuturnya.

Berita Terkait

Insentif RT/RW Desa Mandalamukti Cair 8 Juni Usai Desakan DPRD
” DPD BRN Lampung Sambut Hangat Kunker Wapres Gibran
Polda Riau Raih IKPA Terbaik Nasional Kategori Pagu Sedang Di Rakernis Polri 2026
DPP KNPI Ajak Masyarakat Indonesia Doakan Presiden Prabowo, Berhasil Kerja Sama Minyak Dan Gas dengan Putin
Gema Davos, Ranny Fahd A Rafiq Kawal Langkah Berani Presiden Prabowo untuk Gaza lewat BoP
Fahd A Rafiq : Gebrakan dari ‘Papan Tengah’ Mengunci Kedaulatan Palestina lewat Board of Peace”, Dukung Penuh Langkah Presiden Prabowo Subianto
Menuju Munas Boyolali, SWI dan BAZNAS RI Siapkan Penandatanganan MoU Kerja Sama
Dari Bandung untuk Indonesia: Rakernas I XTC Kobarkan Solidaritas

Berita Terkait

Selasa, 9 Juni 2026 - 18:49 WIB

Bukan Hanya Jaga Kamtibnas, Polsek KKH Banting Setir ke Sawah: Pupuk NPK-UREA Untuk Petani, Jagung Bangun Sari Dikawal Sampai Panen

Senin, 8 Juni 2026 - 17:05 WIB

Tanam Pangan Penting DI KAMPAR: Polsek Tapung Hilir Bumdes Sinergi Tanam 30 Ribu Jagung Pipil Kejar Swasembada

Senin, 8 Juni 2026 - 11:54 WIB

Disiplin Anggaran & Anti Pungli: Kacab III Disdik Riau Instruksikan Hemat Listrik-Air & Kawal Ketat SPMB 2026

Rabu, 3 Juni 2026 - 17:45 WIB

Turun ke Sawah, Kapolsek Kampar Kiri Hilir Tanam Jagung Ramoro Bareng Petani

Rabu, 3 Juni 2026 - 16:24 WIB

Aksi Nyata Polri Kawal Pangan, Polsek Tapung Hilir Bagikan Benih Jagung 12 Kg di Kota Bangun

Minggu, 31 Mei 2026 - 23:53 WIB

Biar Nggak Salah Beli, BBPOM Pekanbaru & Ir. H. Sahidin DPR RI Kasih Bocoran ke Warga Kampar: Ini 4 Cara Cek Pangan Aman Cegah Stunting

Jumat, 29 Mei 2026 - 22:09 WIB

Gotong Royong Polisi-Petani di Kampar Kiri Hilir: 50 Kg Jagung Dipanen dari Lahan 0,25 Ha

Kamis, 28 Mei 2026 - 19:10 WIB

BUMDes Sialang Kubang Panen Optimisme dari Jagung 1,5 Ha yang Didampingi Polsek Perhentian Raja

Berita Terbaru