Gubernur Riau Diminta Jangan Tertipu Laporan Manis Dinas Pendidikan soal Suksesnya SPMB 2025

WASPADA INDONESIA

- Redaksi

Minggu, 13 Juli 2025 - 04:22 WIB

50611 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pekanbaru Keberhasilan pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun 2025 di Provinsi Riau yang diklaim oleh sejumlah pejabat Dinas Pendidikan menuai sorotan. Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Aliansi Media Indonesia (DPP-AMI), Ismail Sarlata, meminta Gubernur Riau H Abdul Wahid untuk tidak terburu-buru menerima laporan tersebut sebagai keberhasilan mutlak.

Menurut Ismail, penilaian terhadap sukses tidaknya pelaksanaan SPMB seharusnya tidak hanya bersumber dari laporan internal Dinas Pendidikan, melainkan perlu diuji melalui masukan langsung dari masyarakat dan berbagai elemen yang selama ini aktif mengawasi sektor pendidikan.

“Pak Gubernur jangan dulu berbangga hati atas laporan yang menyatakan SPMB 2025 berhasil. Sebab, laporan tersebut belum tentu akurat dan bisa saja tidak dapat dipertanggungjawabkan. Publik berhak mengetahui kebenarannya secara utuh,” ujar Ismail dalam keterangan tertulis yang diterima, Sabtu (12/7/2025).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

DPP-AMI mencatat sejumlah persoalan dalam proses penerimaan murid baru tahun ini. Salah satunya adalah dugaan pencatutan nama sejumlah pejabat tinggi negara oleh oknum Dinas Pendidikan Riau. Nama-nama seperti Gubernur Riau, Kapolda, Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati), Komandan Pangkalan Udara (Danlanud), Komandan Korem (Danrem), dan Komandan Pangkalan Angkatan Laut (Danlanal) disebut-sebut digunakan sebagai rujukan oleh oknum tertentu untuk meloloskan siswa yang tidak terjaring melalui proses resmi.

Baca Juga :  Hadiri Halal Bihalal PKDP Riau, Suhatri Bur Berikan Dukungan Ida Yulita Maju di Pilwako

Informasi yang dihimpun DPP-AMI menunjukkan bahwa siswa-siswa yang disebut dalam ‘rekomendasi’ itu kemudian diakomodasi melalui rekap internal Dinas Pendidikan dan diduga diarahkan masuk ke SMA Negeri 1, 4, dan 8—tiga sekolah favorit di Kota Pekanbaru.

Ismail menilai, praktik semacam ini mencederai semangat keadilan dalam dunia pendidikan. Masyarakat yang telah mengikuti mekanisme resmi melalui jalur SPMB merasa dirugikan karena peluang mereka tergeser oleh intervensi dari luar sistem.

“Hal ini berdampak langsung pada hak masyarakat Riau untuk mendapatkan akses pendidikan di sekolah yang mereka harapkan. Anak-anak mereka yang mengikuti aturan justru kalah oleh praktik-praktik tak transparan,” ucapnya.

Selain itu, DPP-AMI juga mengkritisi kebijakan Dinas Pendidikan Riau yang mengeluarkan surat edaran untuk rasionalisasi dan penambahan kuota siswa. Surat edaran bernomor: 400.3.8.1/Disdik/2.0/2025/9867 itu diterbitkan pada 7-8 Juli 2025 dan ditandatangani oleh Plt Kepala Dinas Pendidikan Riau, H Erisman Yahya, M.H.

Surat tersebut membuka peluang penambahan siswa di luar mekanisme SPMB, yang menurut Ismail, bisa menjadi celah masuknya titipan-titipan tidak resmi yang melanggar prinsip seleksi terbuka.

Baca Juga :  Program JALUR Polda Riau Laksanakan Bakti Sosial dan Pelayanan Kesehatan untuk Nelayan Sungai Siak

“Jika surat edaran ini dijadikan alasan untuk memasukkan siswa yang tidak lolos SPMB, maka proses seleksi kehilangan maknanya. Rasionalisasi semestinya dilakukan secara objektif dan terbuka,” katanya.

Ismail meminta agar Gubernur Riau mengambil langkah konkret untuk menjaga marwah pemerintahannya. Ia menilai perlu ada evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan SPMB 2025, termasuk mengklarifikasi dugaan pencatutan nama pejabat tinggi.

Ia juga mendesak agar Gubernur meminta pertanggungjawaban dari Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Sekretaris Dinas sebagai pimpinan tertinggi di lembaga tersebut. “Ini bukan soal teknis semata, tetapi menyangkut integritas pemerintahan dan kepercayaan publik terhadap dunia pendidikan,” kata Ismail.

Sejauh ini, belum ada tanggapan resmi dari pihak Dinas Pendidikan Provinsi Riau atas pernyataan DPP-AMI tersebut. Upaya konfirmasi juga belum mendapatkan respons dari pihak-pihak yang namanya disebut dalam dugaan pencatutan tersebut.

Ismail menyatakan, pihaknya akan terus mengawal isu ini agar tidak menguap begitu saja. Ia juga mengajak masyarakat dan orang tua murid untuk bersuara dan menyampaikan pengalaman mereka selama proses penerimaan siswa baru tahun ini.

Sumber : DPP AMI

Berita Terkait

Asap Pabrik PT JATIM Meresahkan Kesehatan Anak-anak
Serang Wartawan di Siak, PWMOI Pekanbaru Desak Polisi Bertindak Cepat
Penegakan Hukum Mangrove Rohil oleh Polda Riau Diapresiasi BKSDA
Kasi Penkum Kejati Riau Zikrullah: Dokumen dan Barang Elektronik Diamankan dari Disdik Riau
Ribuan Warga Pekanbaru nyanyikan Indonesia Raya Bareng di Nobar Mapolda Riau
Usai Senam, SMPN 4 Pekanbaru Ajak Siswa Sarapan Bersama Bawa Bekal Sendiri
ATS di Riau Bisa Sekolah Lagi, SMAN 8 Pekanbaru Buka Kelas Jarak Jauh Gratis
Panglima Hulubalang LAMR Pekanbaru: Insiden DPRD Riau Nodai Marwah Adat

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 19:11 WIB

Nyalip di Tikungan, Pemotor di Pringsewu Tewas Usai Tabrak Truk Pengangkut Pasir

Senin, 27 Juli 2026 - 18:24 WIB

Bupati Pringsewu Sampaikan Rancangan Perubahan KUA-PPAS 2026

Minggu, 26 Juli 2026 - 18:05 WIB

Wabup Umi Laila Pringsewu Sampaikan Pesan Moral Pada Pengajian Triwulan PAC NU Pagelaran

Selasa, 21 Juli 2026 - 18:48 WIB

Pansus DPRD Pringsewu Dorong Restrukturisasi OPD yang Efisien dan Tepat Fungsi

Selasa, 14 Juli 2026 - 18:41 WIB

Kejari Pringsewu Tetapkan Dua Tersangka Korupsi Pendataan SPPT PBB-P2, Kerugian Negara Rp1,1 Miliar

Senin, 13 Juli 2026 - 13:18 WIB

Pemkab & Kantah Pringsewu Gelar Rakor Reforma Agraria 2026

Minggu, 12 Juli 2026 - 07:32 WIB

Wakil Bupati Pringsewu Umi Laila Ajak Umat Islam Jaga Persatuan

Sabtu, 11 Juli 2026 - 20:38 WIB

Ratusan Pembalap Mobil Serbu Sirkuit Non Permamen Komplek Pemkab Pringsewu

Berita Terbaru