Foto: Dokumentasi Sekretaris DPD IMM, Hanifah Putri Purnomo
_DPD IMM Riau tegaskan literasi perempuan harus diteguhkan untuk menjawab tantangan global dan melahirkan perempuan berkemajuan_.
PEKANBARU, waspadaindonesia.com – Di tengah berbagai tantangan global, DPD Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Riau menegaskan pentingnya peneguhan literasi perempuan.
Sekretaris Umum DPD IMM Riau, Hanifah Putri Purnomo, menyampaikan hal tersebut di Pekanbaru, Rabu (9/9/2026).
Tantangan global yang dimaksud meliputi perkembangan teknologi digital yang pesat, perubahan iklim, ketimpangan sosial dan ekonomi, disinformasi, hingga perubahan pola kehidupan masyarakat.
“Literasi tidak lagi sebatas membaca dan menulis. Di era modern, literasi mencakup kemampuan memahami informasi, berpikir kritis, menggunakan teknologi secara bijak, serta mengambil keputusan berdasarkan nilai yang benar,” ujar Hanifah.
Literasi Jadi Jalan Perempuan Berkemajuan
Menurut Hanifah, perempuan memiliki posisi strategis di keluarga, pendidikan, ekonomi, politik, kesehatan, hingga ruang publik.
Perempuan berkemajuan adalah perempuan yang mengembangkan diri berlandaskan ilmu pengetahuan, nilai kemanusiaan, moralitas, dan semangat memberi manfaat bagi masyarakat.
“Melalui literasi, perempuan dapat memperluas wawasan dan membangun cara berpikir terbuka. Ia tidak mudah menerima informasi secara mentah, tetapi mampu memeriksa kebenaran dan menentukan sikap secara rasional,” katanya.
Ia menambahkan literasi perempuan juga mencakup kesehatan, finansial, hukum, politik, lingkungan, budaya, dan pengasuhan.
Semakin luas literasi yang dimiliki, semakin besar kapasitas perempuan dalam mengambil keputusan yang berdampak.
Penggerak Perubahan dari Hal Sederhana
Hanifah menilai perubahan sosial tidak selalu dimulai dari hal besar. Aksi sederhana seperti membiasakan anak membaca, memberikan edukasi kesehatan, atau menggunakan media sosial untuk informasi edukatif adalah contoh nyata peran literasi.
“Perempuan memiliki kemampuan menjadi penghubung antara pengetahuan dan kehidupan sosial. Pengetahuan yang diperoleh harus diterjemahkan menjadi tindakan nyata,” ujarnya.
Di tengah kemajuan kecerdasan buatan dan otomatisasi pekerjaan, perempuan perlu dipersiapkan menjadi aktor yang turut menentukan arah perubahan, bukan hanya konsumen.
Ekosistem Harus Dibangun Bersama
DPD IMM Riau menilai penguatan literasi perempuan tidak bisa dibebankan hanya kepada perempuan. Diperlukan dukungan keluarga, lembaga pendidikan, pemerintah, dunia usaha, dan komunitas.
Ada empat langkah yang didorong DPD IMM Riau:
1. Budaya belajar sepanjang hayat, melalui buku, artikel, podcast, dan diskusi
2. Penguatan literasi digital, agar teknologi digunakan secara produktif, aman, dan etis
3. Perluasan ruang komunitas belajar, untuk bertukar gagasan dan solusi
4. Menghubungkan literasi dengan aksi, seperti pemberdayaan ekonomi, kampanye kesehatan, dan perlindungan lingkungan
“Menjadi perempuan berkemajuan bukan berarti meninggalkan nilai dan budaya. Kemajuan harus berjalan beriringan dengan moralitas dan tanggung jawab sosial. Perempuan berkemajuan adalah yang mampu mengubah wawasan menjadi tindakan dan tindakan menjadi kebermanfaatan,” pungkas Hanifah.
Sumber: DPD IMM Riau
Penulis: Sekretaris DPD IMM, Hanifah Putri Purnomo
Editor: Rosbinner Hutagaol



































