Mahasiswa Sultra di Jakarta Kritik Gubernur: Jangan Hanya Fokus Jembatan, Rakyat Butuh Solusi Nyata

WASPADA INDONESIA

- Redaksi

Senin, 14 Juli 2025 - 22:28 WIB

50693 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta — Kelompok mahasiswa asal Sulawesi Tenggara (Sultra) yang saat ini sedang menempuh pendidikan di Jakarta menyampaikan kritik terhadap kepemimpinan Gubernur Sultra yang dinilai tidak cukup responsif terhadap persoalan mendesak masyarakat. Kritik ini disampaikan oleh salah satu perwakilan mahasiswa, Muh Hidayat, dalam pernyataan terbuka kepada media.

Menurut Hidayat, Gubernur Sulawesi Tenggara saat ini terlalu fokus pada proyek pembangunan Jembatan Muna-Buton, sementara berbagai persoalan krusial yang dihadapi masyarakat di daerah belum tertangani dengan baik. Ia mencontohkan jalan rusak, tingginya harga kebutuhan pokok, hingga angka kemiskinan yang masih mengkhawatirkan di sejumlah wilayah.

“Kami tidak menolak pembangunan Jembatan Muna-Buton. Tapi masyarakat Sulawesi Tenggara hari ini punya banyak persoalan yang lebih mendesak dan nyata. Gubernur jangan hanya sibuk mempromosikan proyek besar, tapi lupa pada rakyat di pelosok yang masih kesulitan akses jalan dan harga kebutuhan pokok yang terus naik,” ujar Muh Hidayat dalam keterangannya, Senin (14/7).

Baca Juga :  Disdukcapil Riau Dilanda Kontroversi: Ros Diblokir Setelah Tolong Warga, Bunga Ditolak Karena Aturan Baju

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hidayat menegaskan bahwa kritik ini bukan bermaksud menolak pembangunan infrastruktur, melainkan mendorong pemerintah daerah untuk lebih bijak dalam menetapkan skala prioritas. Ia menilai, proyek jembatan antarpulau seperti Muna-Buton memang penting dalam jangka panjang, namun saat ini masyarakat lebih membutuhkan solusi yang langsung menyentuh kehidupan sehari-hari.

“Jika Gubernur Sultra hanya fokus pada proyek-proyek besar yang belum tentu segera dirasakan manfaatnya, sementara rakyat masih kesulitan mendapatkan akses dasar, ini sangat ironis. Pemerintah harus kembali mendengar suara rakyat kecil yang hari-harinya penuh perjuangan,” tegasnya.

Lebih jauh, Hidayat menyinggung fakta bahwa di berbagai kabupaten dan kecamatan di Sultra, masih banyak jalan penghubung antardesa yang rusak parah. Kondisi ini, menurutnya, sangat menyulitkan mobilitas masyarakat, terlebih dalam distribusi hasil pertanian dan kebutuhan pokok. Ia juga mencatat bahwa sejumlah komoditas penting mengalami kenaikan harga dalam beberapa bulan terakhir, memperburuk beban ekonomi warga.

Baca Juga :  Keadilan untuk Hendru! Tuntutan Rp 826 Juta Diajukan Terhadap Pengembang Apartemen West Senayan

“Kami ingin Gubernur hadir secara nyata di tengah rakyat, bukan sekadar muncul di baliho atau panggung seremonial. Ini saatnya pemerintah bekerja lebih konkret, bukan retoris,” katanya.

Muh Hidayat juga menekankan bahwa mahasiswa Sulawesi Tenggara yang berada di luar daerah, khususnya di Jakarta, tetap peduli terhadap dinamika yang terjadi di kampung halaman. Mereka, kata dia, berkomitmen untuk terus mengawal dan mengingatkan pemerintah daerah agar kebijakan yang diambil benar-benar berpihak pada rakyat, terutama kalangan yang paling rentan.

“Sebagai mahasiswa, kami punya tanggung jawab moral untuk bersuara. Kami akan terus mengawal jalannya kebijakan di Sultra agar tidak terjebak dalam proyek-proyek mercusuar semata, tetapi benar-benar berpijak pada kebutuhan riil masyarakat,” pungkasnya. (*)

Berita Terkait

BNN dan Polri Bekuk Gembong Narkoba Kampung Bahari, PW GP Al Washliyah Bukti Kolaborasi BNN Tak Beri Ruang untuk Bandar Narkoba
Resmi Dilantik di Ancol, KSB DPD GBRAN Provinsi Lampung Siap Mengabdi untuk Masyarakat diketuai oleh Reno Rosalino Maesa, S.E.
dr.Relly Reagen Komisaris Biofarma Resmi Membuka Perwakilan: Dorong Paket Wisata Olahraga Guna Mewujudkan Indonesia Sehat
Pelantikan DPD GBRAN, Ketum Rimso Maruli Sinaga, S.H., M.H. Tegaskan Soliditas Organisasi,Presiden Ke-7 RI Hadir
Sinergi Pemkab Meranti dan Bulog Perkuat Ketahanan Pangan Kepulauan
Usai Diperiksa Kejati DKI, Entjik S. Djafar dan Kuseryansyah Hindari Media, AFPI Disorot
CMA Batch 19: Melahirkan Profesional Akuntansi Manajemen Berkelas Dunia
Kolaborasi Bersejarah: SWI dan UMJ Perkuat Kompetensi dan Pendidikan Wartawan Nasional

Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 22:59 WIB

Kepala Sekolah di Aceh Tenggara Laporkan Istri dan Guru SD Atas Dugaan Perselingkuhan

Jumat, 14 Agustus 2026 - 01:50 WIB

Dua Jam Berselang, Pengembangan Satresnarkoba Polres Aceh Tenggara Berbuah Hasil, Pemasok Sabu Berhasil Diamankan

Rabu, 12 Agustus 2026 - 23:35 WIB

Dr. Yusrizal Hasbi: Unggahan Fb Yang Ancam Wartawan Agara Langgar UU Pers dan KUHP Baru

Senin, 10 Agustus 2026 - 23:34 WIB

Emak-emak di Lawe Penanggalan Blokir Jalan Tuntut Kepastian Bantuan Pascabencana

Senin, 10 Agustus 2026 - 23:25 WIB

Bantuan Bencana Hidrometeorologi Belum Turun, Korban di Aceh Tenggara Gelar Aksi Protes

Senin, 10 Agustus 2026 - 01:08 WIB

Aceh Tenggara Mendesak Program Strategis Mitigasi Bencana dan Irigasi untuk Ketahanan Pangan

Senin, 10 Agustus 2026 - 00:57 WIB

Kepala MTsN 1 Aceh Tenggara Diduga Simpan Penyimpangan Dana BOS, Kemenag Tegaskan Siap Proses Hukum

Senin, 10 Agustus 2026 - 00:52 WIB

Usai Kebakaran, Pesantren Darul Mukhlasin Aceh Tenggara Terima Bantuan Pemerintah dan Polri

Berita Terbaru

ACEH

Surat Wali Kota,Untuk CV.Lae Saga,Dianggap Angin Lalu

Minggu, 16 Agu 2026 - 06:30 WIB