Peluhan Warga Desun I Desa Empat Negeri Protes Adanya Galian Parit Pembatas di PTPN IV TIU

REDAKSI BATU BARA

- Redaksi

Kamis, 4 September 2025 - 19:38 WIB

50148 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BATU BARA — Penggalian parit pembatas yang diduga mencaplok lahan warga oleh PTPN IV TIU diprotes puluhan warga Dusun I Desa Empat Negeri Kecamatan Datuk Lima Puluh Kabupaten Batu Bara.

Protes warga yang menilai perusahaan BUMN tersebut berbuat semena-mena dibenarkan Kepala Desa Empat Negeri Kamaluddin yang akrab disapa Ute Kamel, Kamis (04/09/2025).

Iya puluhan warga Dusun I protes, bahkan 4 warga telah menyatakan keberatan atas sikap pihak perkebunan yang dinilai bertindak semena-mena, ucap Ute Kamel.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ute mengatakan, berdasarkan protes warga, pihaknya berupaya mencari solusi dengan mengundang Forkopimca Datuk Lima Puluh, BPN dan PTPN IV TIU hari ini.

Namun Ute menyayangkan BPN dan PTPN IV TIU tidak mengindahkan undangan pihaknya.

Berdasarkan peninjauan lapangan, pihak PTPN IV TIU telah menggali parit pembatas sedalam 5 meter.

Bahkan penggalian dilakukan tepat dibatas lahan 3 warga. Bukan hanya itu, penggalian yang disebutkan warga dilakukan dengan menggunakan beko pada malam hari bahkan diduga kuat telah mencaplok lahan milik Sri Indah sepanjang 3,4 meter.

Hal ini diketahui setelah pihak desa hari ini melakukan pengukuran berdasarkan surat tanah milik Aidil Fitri.

Baca Juga :  TG Ditangkap Satreskrim Polres Batu Bara, Kerna Melakukan Pencabulan Anak di Bawah Umur

Terkait penggalian yang diduga mencaplok lahan atau tanah warganya, Ute menyayangkan sikap pihak perkebunan milik negara tersebut.

Harusnya ada pemberitahuan maupun sosialisasi sebelum melakukan penggalian parit, ketus Ute.

Ditempat sama, Aceng, (46) pemilik lahan yang merasa dirugikan akibat penggalian persis dibatas lahannya mengungkapkan kekecewaannya.

Sebelumnya Centang kebun menyuruh warga membuat pintu pagar dari besi di ujung jalan. Tujuannya bila lembu telah kembali ke kandang maka pintu ditutup dan dikunci. Centeng beralasan untuk mencegah pencuri sawit masuk ke kebun, ujar Aceng yang dibenarkan warga lainnya.

Atas permintaan tersebut, warga pemilik ternak di Dusun I merespon permintaan Centeng dan dengan urunan membuat pintu pagar demi tetap diperbolehkannya ternak mereka masuk ke kebun.

Namun tak lama setelah pintu dipasang, pihak kebun malah melakukan pengorekan parit tanpa sosialisasi pada malam hari pula, sesalnya.

Usai peninjauan lapangan bersama Camat Datuk Lima Puluh Wahidin Kamal, Ute menyampaikan uneg-unegnya.

Ulah kebun menggali parit seenaknya menyebabkan masyarakat dirugikan. Karena itu kami meminta pertanggungjawaban pihak kebun.

Baca Juga :  Kapolsek Indrapura Polres Batu Bara Patroli dan Razia Warung Tuak di Tiga Lokasi

Seharusnya pihak perusahaan ikut melindungi masyarakat. Namun dalam kondisi ini perkebunan malah meresahkan masyarakat, sergahnya.

Ute menyampaikan imbauannya, ditengah situasi sulit saat ini pihak kebun diharapkan tidak memancing amarah masyarakat.

Senada Camat Wahidin Kamal mengatakan galian ini melukai hati masyarakat. Memang hak mereka melakukan penggalian parit pembatas tapi harus diperhatikan kenyamanan masyarakat. Harus ada sosialisasi terlebih dahulu. Tidak boleh berbuat semena-mena, tegas Wahidin.

Wahidin mengingatkan parit dalam yang sangat dekat dengan pemukiman warga akan membahayakan keselamatan mereka terlebih keselamatan anak-anak.

Untuk mencari solusi atas permasalahan tersebut, Wahidin mengatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan unsur Forkopimca Datuk Lima Puluh untuk melakukan mediasi antara masyarakat dengan pihak perkebunan.

Sedikitnya empat warga merasa dirugikan atas sikap PTPN IV TIU yang melakukan penggalian parit secara diam-diam. Warga tersebut adalah Aceng, (46) Sutrisno, (45) dan Aidil Fitri, (42) Mereka menyatakan keberatan karena perkebunan menggali parit persis dibatas lahan mereka.

Lain pula kondisi yang dialami Sri Indah, (31) Lahannya sepanjang 3,4 meter malah dicaplok perkebunan saat melakukan penggalian parit.

Berita Terkait

Ketua IWO Batu Bara Darmansyah, Minta Kejari Batu Bara Agar Segera Meriksa Mantan Dinas PUTR Batu Bara dan PPK Nya
Gerebek Gudung di Talawi, Satreskrim Polres Batu Bara Amankan 300 Blangkas dan Dua Orang Tersangka
Kapolsek Indrapura AKP Rahmad R. Hutagaol Tinjau Aliran Sungai Pare Pare di Desa Perkotaan Bersama Warga
Ketua IWO Kabupaten Batu Bara Darmansyah Mendesak Pemkab Batu Bara Untuk Menutup PT. Tunas Pilar Sejahtera
Abaikan Surat Penghentian Batching Plant PT Tunas Pilar Sejahtera di Kabupaten Batu Bara Tetap Beroperasi Tanpa Izin
Pengurus IWO Batu Bara Audiensi Ke Kejari Batu Bara, Perkuat Sinergi Media dan Penegakan Hukum
PD IWO Desak Bupati Batu Bara Tunda Rekomendasi Pembaruan HGU PT Socfindo Tanah Gambus
Kapolsek Medang Deras AKP A.H. Sagala, Menyampaikan Imbauan Kepada Masyarakat Untuk Mewaspadai Cuaca Yang Masih Ekstrem

Berita Terkait

Jumat, 23 Januari 2026 - 19:11 WIB

Protes Warga Desa Lawe Beringin Horas Meningkat, Kejaksaan Didesak Bertindak Tegas Terkait Kasus Dana Publik

Kamis, 22 Januari 2026 - 07:17 WIB

DPRK Aceh Tenggara Akan Panggil BPBD Terkait Dugaan Penumpukan Logistik Bantuan

Selasa, 20 Januari 2026 - 21:58 WIB

Kapolda Aceh Serahkan 300 Kasur untuk Korban Banjir Bandang di Ketambe

Senin, 19 Januari 2026 - 21:59 WIB

Menanti Taji APH di Aceh Tenggara: Antara Anggaran “Hantu” dan Pembiaran Sistematis

Minggu, 18 Januari 2026 - 23:29 WIB

Respons Cepat Dinsos Agara: Nasi Bungkus untuk Korban Kebakaran Strak Pisang

Sabtu, 17 Januari 2026 - 23:02 WIB

Wakil Bupati Ajak Masyarakat Jadikan Isra Mi’raj Sebagai Momentum Memperkuat Iman dan Kepedulian Sosial

Sabtu, 17 Januari 2026 - 22:57 WIB

STKIP Usman Safri Kutacane Wisuda 87 Mahasiswa, Pemkab Apresiasi Kontribusi Dunia Pendidikan bagi Pembangunan Daerah

Sabtu, 17 Januari 2026 - 22:39 WIB

Bau Anyir Dana Bencana: LSM KALIBER Mendesak Polda Aceh Audit Total BPBD Aceh Tenggara!

Berita Terbaru