Peluhan Warga Desun I Desa Empat Negeri Protes Adanya Galian Parit Pembatas di PTPN IV TIU

REDAKSI BATU BARA

- Redaksi

Kamis, 4 September 2025 - 19:38 WIB

50221 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BATU BARA — Penggalian parit pembatas yang diduga mencaplok lahan warga oleh PTPN IV TIU diprotes puluhan warga Dusun I Desa Empat Negeri Kecamatan Datuk Lima Puluh Kabupaten Batu Bara.

Protes warga yang menilai perusahaan BUMN tersebut berbuat semena-mena dibenarkan Kepala Desa Empat Negeri Kamaluddin yang akrab disapa Ute Kamel, Kamis (04/09/2025).

Iya puluhan warga Dusun I protes, bahkan 4 warga telah menyatakan keberatan atas sikap pihak perkebunan yang dinilai bertindak semena-mena, ucap Ute Kamel.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ute mengatakan, berdasarkan protes warga, pihaknya berupaya mencari solusi dengan mengundang Forkopimca Datuk Lima Puluh, BPN dan PTPN IV TIU hari ini.

Namun Ute menyayangkan BPN dan PTPN IV TIU tidak mengindahkan undangan pihaknya.

Berdasarkan peninjauan lapangan, pihak PTPN IV TIU telah menggali parit pembatas sedalam 5 meter.

Bahkan penggalian dilakukan tepat dibatas lahan 3 warga. Bukan hanya itu, penggalian yang disebutkan warga dilakukan dengan menggunakan beko pada malam hari bahkan diduga kuat telah mencaplok lahan milik Sri Indah sepanjang 3,4 meter.

Hal ini diketahui setelah pihak desa hari ini melakukan pengukuran berdasarkan surat tanah milik Aidil Fitri.

Baca Juga :  Bejat Seorang Ayah Tiri Tega Melakukan Pelecehan Seksual Terhadap Anak Tirinya

Terkait penggalian yang diduga mencaplok lahan atau tanah warganya, Ute menyayangkan sikap pihak perkebunan milik negara tersebut.

Harusnya ada pemberitahuan maupun sosialisasi sebelum melakukan penggalian parit, ketus Ute.

Ditempat sama, Aceng, (46) pemilik lahan yang merasa dirugikan akibat penggalian persis dibatas lahannya mengungkapkan kekecewaannya.

Sebelumnya Centang kebun menyuruh warga membuat pintu pagar dari besi di ujung jalan. Tujuannya bila lembu telah kembali ke kandang maka pintu ditutup dan dikunci. Centeng beralasan untuk mencegah pencuri sawit masuk ke kebun, ujar Aceng yang dibenarkan warga lainnya.

Atas permintaan tersebut, warga pemilik ternak di Dusun I merespon permintaan Centeng dan dengan urunan membuat pintu pagar demi tetap diperbolehkannya ternak mereka masuk ke kebun.

Namun tak lama setelah pintu dipasang, pihak kebun malah melakukan pengorekan parit tanpa sosialisasi pada malam hari pula, sesalnya.

Usai peninjauan lapangan bersama Camat Datuk Lima Puluh Wahidin Kamal, Ute menyampaikan uneg-unegnya.

Ulah kebun menggali parit seenaknya menyebabkan masyarakat dirugikan. Karena itu kami meminta pertanggungjawaban pihak kebun.

Baca Juga :  Meriahkan HUT ke-67, Ketua MPC Pemuda Pancasila Kabupaten Batu Bara Sudarman Menggelar Festival Sepak Bola U-10

Seharusnya pihak perusahaan ikut melindungi masyarakat. Namun dalam kondisi ini perkebunan malah meresahkan masyarakat, sergahnya.

Ute menyampaikan imbauannya, ditengah situasi sulit saat ini pihak kebun diharapkan tidak memancing amarah masyarakat.

Senada Camat Wahidin Kamal mengatakan galian ini melukai hati masyarakat. Memang hak mereka melakukan penggalian parit pembatas tapi harus diperhatikan kenyamanan masyarakat. Harus ada sosialisasi terlebih dahulu. Tidak boleh berbuat semena-mena, tegas Wahidin.

Wahidin mengingatkan parit dalam yang sangat dekat dengan pemukiman warga akan membahayakan keselamatan mereka terlebih keselamatan anak-anak.

Untuk mencari solusi atas permasalahan tersebut, Wahidin mengatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan unsur Forkopimca Datuk Lima Puluh untuk melakukan mediasi antara masyarakat dengan pihak perkebunan.

Sedikitnya empat warga merasa dirugikan atas sikap PTPN IV TIU yang melakukan penggalian parit secara diam-diam. Warga tersebut adalah Aceng, (46) Sutrisno, (45) dan Aidil Fitri, (42) Mereka menyatakan keberatan karena perkebunan menggali parit persis dibatas lahan mereka.

Lain pula kondisi yang dialami Sri Indah, (31) Lahannya sepanjang 3,4 meter malah dicaplok perkebunan saat melakukan penggalian parit.

Berita Terkait

Kapolres Batu Bara Pimpin Strong Point Pagi, Bagikan Helm Gratis kepada Pengendara
Kapolres Batu Bara Bantu Bangun Kembali Rumah Warga Korban Puting Beliung, Salurkan Peralatan Rumah Tangga dan Sembako
Polres Batu Bara Gelar Apel Operasi Patuh Toba 2026, Wujudkan Lalu Lintas Aman dan Berkeselamatan
Meriahkan HUT ke-67, Ketua MPC Pemuda Pancasila Kabupaten Batu Bara Sudarman Menggelar Festival Sepak Bola U-10
Kapolres Batu Bara AKBP Dony Satria Wicaksono, Dampingi Menko Pangan RI Dalam Panen Raya Padi, Dukung Swasembada Pangan
Kanit Reskrim Polsek Talawi Amankan Tersangka Pembunuhan di Nibung Hangus, Korban Meninggal Dunia
Polres Batu Bara Gelar Jumat Berkah, Salurkan Bantuan Sembako kepada Masyarakat dan Pondok Pesantren
Polres Batu Bara Ikuti Deklarasi Polisi Bersama Masyarakat Tolak Narkoba, Dukung Pemberantasan Narkotika

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 16:09 WIB

Hari Kedua Ops Patuh Toba 2026, Satlantas Polres Karo Edukasi Pengendara Lewat Radio dan Turun ke Jalan

Senin, 26 Oktober 2026 - 08:28 WIB

Pererat Silaturahmi, Bupati dan Wabup Karo Hadiri Kerja Tahun di Sejumlah Desa

Minggu, 25 Oktober 2026 - 16:13 WIB

Hadiri Rakornas TPAKD Bersama Presiden Prabowo, Bupati Karo Perkuat Akses Keuangan Warga

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Akhirnya! Jalan Rusak Puluhan Tahun Kutabuluh – Kutamale Mulai Diperbaiki

Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:05 WIB

Pemkab Karo Raih Predikat INFORMATIF di KI Sumut Award 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 - 15:32 WIB

Bupati Karo dan Kajari Perkuat Perlindungan Guru Lewat Program Jaksa Sahabat Pendidik

Senin, 19 Oktober 2026 - 09:49 WIB

Pemkab Karo Diundang Tampilkan Potensi Wisata dan UMKM di FLEI 2026 Jakarta

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 10:30 WIB

BUPATI KARO USULKAN 19 RANPERDA DI PARIPURNA DPRD, BAHAS PENDIDIKAN HINGGA KETAHANAN PANGAN

Berita Terbaru