LSM JATI Jadwalkan Aksi Unjuk Rasa, Soroti Dugaan Korupsi di Dinas Pendidikan Kota Bandar Lampung

hayat

- Redaksi

Senin, 17 November 2025 - 14:47 WIB

50286 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

BANDAR LAMPUNG – LSM Jati Provinsi Lampung menjadwalkan aksi unjuk rasa untuk menyoroti berbagai dugaan korupsi dalam realisasi anggaran di bawah kepemimpinan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bandar Lampung, Hj. Eka Afriana. Aksi tersebut rencananya akan digelar di depan kantor Dinas Pendidikan Kota Bandar Lampung dan DPRD setempat untuk membuka “tabir gelap” di dunia pendidikan.

Koordinator LSM Jati Provinsi Lampung, Ubay, dalam pernyataannya menyebutkan bahwa lembaganya telah menelaah sejumlah kegiatan yang berpotensi korupsi. “Terlebih lagi, kami juga menemukan bahwa setiap tahun kegiatan Dinas Pendidikan Kota Bandar Lampung selalu menjadi temuan dalam pemeriksaan BPK RI Wilayah Lampung, baik kegiatan pengadaan barang dan jasa, kegiatan fisik, maupun realisasi anggaran dana BOS,” tegas Ubay.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sejumlah Dugaan Korupsi yang Mencuat

Baca Juga :  Enam Pejabat Dilantik, Pemprov Lampung Dorong Birokrasi Adaptif dan Berdampak

Merujuk pada berbagai pemberitaan, setidaknya terdapat beberapa kasus yang pernah mencuat dan mengaitkan nama Disdikbud Kota Bandar Lampung dengan dugaan penyimpangan anggaran.

Dugaan Mark-Up Pengadaan Pakaian SD Senilai Rp10,8 Miliar: Pada akhir 2017, Dinas Pendidikan Kota Bandar Lampung diguncang isu mark-up dalam pengadaan pakaian untuk siswa SD/MI senilai Rp10,857 miliar. Lembaga Monitoring Pembangunan Indonesia (LMPI) menyatakan kegiatan yang dimenangkan oleh CV. Fajar Jay itu terindikasi kuat melakukan mark-up harga, di mana harga dalam kontrak berbeda jauh dengan harga real di pasaran. Kala itu, Kepala Dinas Pendidikan Daniel Marsudi membantah tuduhan ini dengan alasan proses pengadaan dilakukan melalui lelang umum .

Dugaan Penyimpangan Anggaran Pegawai dan Dana BOS: Sebuah laporan investigasi pada 2024 mengungkap temuan audit yang menunjukkan sejumlah kejanggalan. Di antaranya adalah kelebihan pembayaran gaji pada pegawai yang sedang menjalani hukuman disiplin, honorarium Penanggung Jawab Pengelola Keuangan (PJPK) yang melebihi ketentuan, hingga ketidaklengkapan administrasi pembayaran honor guru tidak tetap .

Baca Juga :  LSM PAGAR Lampung Soroti Pengelolaan BOS SMAN 2 Bandar Lampung, Cium Adanya Dugaan Mark Up Anggaran 2025

Pembayaran THR dan Gaji ke-13 Guru untuk Umroh: Dalam laporan yang sama, disebutkan bahwa Pemerintah Kota Bandar Lampung gagal membayarkan tambahan Tunjangan Hari Raya (THR) dan Gaji Ketiga Belas kepada 3.878 guru ASN daerah. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan mengakui dana tersebut telah dialihgunakan untuk kegiatan lain, termasuk membiayai perjalanan umroh dan belanja modal yang tidak terkait Tuntutan Aksi

Ubay menegaskan bahwa aksi unjuk rasa yang akan datang adalah bentuk tekanan publik untuk mendorong penyelesaian berbagai temuan yang ada. “Kami akan terus mengawal dugaan kasus-kasus ini hingga tuntas. Masyarakat berhak atas transparansi pengelolaan anggaran pendidikan yang bersih dari korupsi,” pungkasny

Berita Terkait

Semarak HUT ke-81 RI, Rutan Kelas I Bandar Lampung Gelar Perlombaan Tradisional Penuh Keceriaan
Kajati Lampung Diganti, Danang Suryo Wibowo ke Kejagung
Respons Maraknya Aksi Swadaya, Pemprov Lampung Kaji Skema Bantu Bangun Jalan Desa
Jaksa Tuntut Terdakwa Dendi Ramadhona 11 Tahun Bui dan Uang Pengganti Rp31 Miliar, Zainal Fikri 3 Tahun, Syahril 3 Tahun, Adal Linardo 7 tahun dan Syahril Ansyori 7 Tahun Penjara
Hari Pertama Sekolah, Gubernur Lampung Bersama Kajati Turun Langsung Pastikan Makan Bergizi Gratis Berjalan Optimal
Upaya Menjaga Keamanan, Tim Komposit Gegana Lampung Intensifkan Patroli Dialogis di Berbagai Lokasi Strategis
Wagub Jihan Nurlela Buka Kejuaraan Renang Nasional di Lampung
Pemprov Lampung Dukung Putra Daerah Hadiri Black Hat USA 2026

Berita Terkait

Senin, 10 Agustus 2026 - 23:34 WIB

Emak-emak di Lawe Penanggalan Blokir Jalan Tuntut Kepastian Bantuan Pascabencana

Senin, 10 Agustus 2026 - 23:25 WIB

Bantuan Bencana Hidrometeorologi Belum Turun, Korban di Aceh Tenggara Gelar Aksi Protes

Senin, 10 Agustus 2026 - 01:08 WIB

Aceh Tenggara Mendesak Program Strategis Mitigasi Bencana dan Irigasi untuk Ketahanan Pangan

Senin, 10 Agustus 2026 - 00:57 WIB

Kepala MTsN 1 Aceh Tenggara Diduga Simpan Penyimpangan Dana BOS, Kemenag Tegaskan Siap Proses Hukum

Senin, 10 Agustus 2026 - 00:52 WIB

Usai Kebakaran, Pesantren Darul Mukhlasin Aceh Tenggara Terima Bantuan Pemerintah dan Polri

Senin, 10 Agustus 2026 - 00:51 WIB

Proyek Irigasi P3-TGAI di Aceh Tenggara Diduga Sarat Manipulasi, PPK OP SDA-II BWS Sumatera-I Pilih Bungkam

Senin, 10 Agustus 2026 - 00:49 WIB

Kecamatan Darul Hasanah Promosikan Produk Unggulan di Festival Kakao dan Pasar Tani Aceh Tenggara

Minggu, 9 Agustus 2026 - 23:24 WIB

KALIBER ACEH: Jangan Ganggu Petani! Aceh Tenggara Butuh Pembangunan, Bukan Kegaduhan

Berita Terbaru