DPRK Aceh Tenggara Desak Bupati Lakukan Mutasi dan Rotasi Pejabat

WASPADA INDONESIA

- Redaksi

Selasa, 18 November 2025 - 10:21 WIB

50547 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KUTACANE |  Sidang Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Tenggara kembali digelar pada Senin, 17 November 2025, dengan agenda pembahasan Rancangan Qanun Anggaran Pendapatan dan Belanja Kabupaten (APBK) Tahun 2026. Dalam forum resmi yang menjadi sorotan publik itu, Fraksi Partai Golkar dan Partai Amanat Nasional menyampaikan sejumlah pandangan kritis terhadap kinerja pemerintahan daerah, khususnya terkait dengan stagnasi dalam struktur organisasi dan optimalisasi peran Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Melalui juru bicaranya, kedua fraksi menyampaikan desakan agar Bupati Aceh Tenggara, M. Salim Fakhry, segera melakukan mutasi dan rotasi terhadap jajaran pejabat eselon II dan III di lingkungan pemerintah kabupaten. Langkah tersebut dinilai mendesak guna mendorong terciptanya penyegaran birokrasi, perbaikan pelayanan publik, serta pelaksanaan tata kelola pemerintahan yang baik dan akuntabel.

Mereka menggarisbawahi bahwa dari 23 kabupaten/kota di Provinsi Aceh, hampir seluruhnya telah melaksanakan mutasi dan rotasi perangkat daerah secara berkala. Hanya Kabupaten Aceh Tenggara yang sejauh ini belum mengambil langkah serupa. Menurut fraksi gabungan tersebut, mutasi dan rotasi bukanlah tindakan yang tabu atau bertentangan dengan aturan, melainkan merupakan instrumen penting dalam menyesuaikan kebutuhan organisasi dan penguatan kapasitas aparatur.

Baca Juga :  LSM Penjara Laporkan Pengerjaan Rekayasa Teknik Jeram di Ketambe, Diduga Pembangunan Tanpa Izin Lingkungan

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam pandangan mereka, kualitas pelayanan pemerintah daerah saat ini terbilang masih belum optimal, bahkan cenderung menurun di sejumlah sektor. Hal itu dinilai sebagai indikasi perlunya penyegaran di tubuh OPD agar kualitas kerja dan semangat pelayanan publik kepada masyarakat dapat ditingkatkan. Mereka menyebut bahwa perubahan posisi dalam tubuh birokrasi dapat membuka ruang lebih luas bagi peningkatan kreativitas, efektivitas, dan tanggung jawab para pejabat dalam melaksanakan tugasnya.

Selain menyoroti dinamika internal pemerintahan, kedua fraksi juga menyinggung persoalan rendahnya capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang hingga kini belum menunjukkan kemajuan berarti. Mereka menilai bahwa salah satu penyebab utama minimnya pendapatan daerah terletak pada kurang optimalnya peran OPD dalam menggali potensi sumber-sumber pendapatan asli. Oleh karena itu, fraksi meminta agar Bupati lebih serius menerapkan strategi penguatan pada OPD terkait, baik melalui pembenahan struktur internal maupun evaluasi kinerja.

Baca Juga :  Apel Dinas Pendidikan Aceh Tenggara Dipimpin Bupati, Penekanan Pada Kedisiplinan ASN dan Pencegahan Narkoba

Langkah konkret untuk mendorong pemulihan dan penguatan fiskal daerah, menurut mereka, harus melibatkan seluruh lapisan perangkat daerah melalui pendekatan yang terarah dan proses evaluasi yang berkelanjutan. Salah satunya, dengan memastikan seluruh OPD memiliki orientasi yang kuat dalam mendukung program prioritas pembangunan dan capaian pendapatan pemerintah daerah.

Penegasan itu menjadi salah satu catatan penting dalam pembahasan rancangan APBK 2026 yang saat ini sedang dalam tahap pembahasan lebih lanjut oleh pemerintah dan legislatif. Harapannya, pemerintah daerah dapat mengambil langkah cermat dan tegas dalam menata ulang struktur internal agar arah pembangunan daerah dapat tercapai secara lebih efektif dan merata.

Adapun sidang paripurna tersebut dihadiri oleh mayoritas anggota dewan serta perwakilan dari pihak eksekutif. Hingga sidang berakhir, belum terdapat pernyataan langsung dari pihak pemerintah daerah mengenai respon terhadap permintaan tersebut, namun sejumlah anggota dewan berharap agar masukan dari fraksi dapat menjadi bahan pertimbangan yang serius demi perbaikan roda pemerintahan di Kabupaten Aceh Tenggara pada tahun-tahun mendatang.

Laporan : Salihan Beruh

Berita Terkait

Ngaku Senang Buron Ketemu, Kalapas Kutacane Sebut Sudah Siapkan Ambulans, Ical Malah Meninggal di RSUD
Relawan Prabowo Ikut Menanggung Malu, Jalan Nasional Kutacane–Medan Berulang Kali Terendam, Jembatan Kuning I Didesak Dibongkar
Satresnarkoba Polres Aceh Tenggara Amankan Dua Pria di Ketambe, 10 Paket Sabu Disita
18 Alat Berat Bantuan Pusat untuk Aceh Tenggara Rusak, Bupati Ngamuk: Jalan Baru Ditimbun Sudah Amblas Lagi
Banjir Kembali Rendam Desa Kuning I, Tanggul Menipis Warga Khawatir Gagal Panen dan Rumah Terendam
Tak Hujan Pun Banjir, Warga Desa Kuning 1 Kecewa Berat ke Pemerintah Aceh dan Titip Harapan ke Gubernur Jawa Barat KDM
Dari Persembunyian di Desa Simpang Semadam Hingga Meninggal di Rumah Sakit, Ada Apa Dalam 24 Jam Terakhir Hidupnya Ical
Buron 19 Bulan, Narapidana Lapas Kutacane Ditangkap di Rumahnya di Simpang Semadam

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 23:39 WIB

Prof DR Sutan Nasomal : Jangan Tidak Peka Presiden RI Dengan Air Mata Rakyat Akibat Di Bakarnya Hutan

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:05 WIB

Rakerwil GPA Sultra Perkuat Kaderisasi, Gerakan Sosial, Dan Kemandirian Ekonomi Pemuda Konawe Utara

Jumat, 23 Oktober 2026 - 00:47 WIB

Prof. Dr. Sutan Nasomal Bela Pemkab Siak di Tengah Tekanan APBD: Jangan Terburu-buru Salahkan Bupati Afni, Rakyat Harus Tetap Jadi Prioritas!

Jumat, 23 Oktober 2026 - 00:27 WIB

Petugas Rutan Jakarta Pusat Gagalkan Upaya Penyelundupan Barang Terlarang Dduga ETOMIDATE

Kamis, 22 Oktober 2026 - 14:09 WIB

Suryadi Djamil Apresiasi Kapolri Suyudi Ario Seto, Minta Sikat Narkoba hingga ke Pabrik

Selasa, 20 Oktober 2026 - 22:59 WIB

PPD: Pentingnya Pemerataan Kualitas Pendidikan di Berbagai wilayah Indonesia

Selasa, 20 Oktober 2026 - 22:44 WIB

Dari Energi Air ke Pasar Dunia, Inalum Perkenalkan Low Carbon Aluminium Indonesia

Selasa, 20 Oktober 2026 - 11:44 WIB

Ketum Golkar Segera Pecat Ahmad Doli Kurnia dan PAW Dari Senayan

Berita Terbaru