Ketua DPRK Desak BPJN Bangun Jembatan Darurat di Natam, Akses Petani Durian Terhambat

WASPADA INDONESIA

- Redaksi

Jumat, 19 Desember 2025 - 01:46 WIB

50268 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KUTACANE — Pemerintah pusat melalui Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Aceh didesak untuk segera membangun jembatan bailey atau jembatan darurat di kawasan Natam, Kecamatan Darul Hasanah, Aceh Tenggara. Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Tenggara, Denny Febrian Roza, menyampaikan permintaan ini sebagai respons atas putusnya jembatan akibat banjir bandang yang melanda kawasan tersebut pada 27 November 2025 lalu.

Denny menyebutkan, bencana yang terjadi hampir tiga pekan lalu itu mengakibatkan rusaknya sejumlah infrastruktur penting, terutama jembatan dan akses jalan antarwilayah. Tercatat, tiga jembatan yang terdampak berat dan kini tak bisa dilewati, yakni Jembatan Salim Pipit di Kecamatan Babul Rahmah, Jembatan Mbarung di Kecamatan Lawe Alas, dan Jembatan Natam di Kecamatan Darul Hasanah.

Selain itu, terdapat satu jembatan lainnya yang sempat mengalami kerusakan, yakni Jembatan Silayakh Pedesi yang menghubungkan Kecamatan Bambel dengan Lawe Alas. Meski sudah ditangani sementara oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Aceh Tenggara dan kini dapat kembali dilalui, akses di beberapa titik masih sangat terbatas.

Baca Juga :  H. Ran Bantah Tudingan Penjualan Aset Mobil PDAM Tirta Agara

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Jembatan Natam harus menjadi prioritas karena fungsinya sangat vital, terutama bagi petani durian yang sedang panen raya. Jika tidak segera dibangun jembatan darurat, hasil panen akan terbuang sia-sia karena tidak bisa diangkut ke pusat kota,” ujar Denny dalam keterangannya, Kamis (18/12/2025).

Ia menambahkan, Natam adalah salah satu sentra durian terbesar di Aceh Tenggara. Setiap musim panen, komoditas ini menjadi tumpuan ekonomi warga. Harga durian di pasaran saat ini berkisar antara Rp 8.000 hingga Rp 15.000 per buah. Biasanya sejak pagi hari banyak pembeli dari Medan yang langsung datang ke lokasi pengepul di area perkebunan.

Namun akibat putusnya akses jembatan, aktivitas jual-beli hasil pertanian menjadi terganggu. Petani terpaksa menempuh jalur alternatif yang lebih jauh, yakni melewati Jembatan Silayakh Pedesi dengan tambahan jarak sekitar 15 kilometer untuk mencapai ibu kota Kutacane.

Kondisi ini dinilai sangat menyulitkan petani dan berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi yang signifikan. “Mereka berisiko kehilangan penghasilan, padahal harga kebutuhan pokok terus naik. Ini tidak bisa dibiarkan berlarut-larut. Pemerintah harus menghadirkan solusi cepat dengan pembangunan jembatan bailey,” kata Denny.

Baca Juga :  LIRA : Pendampingan Dan Evaluasi Kinerja BPKP Di Aceh Tenggara Tidak Main Mata

Selain mendesak pembangunan jembatan di Natam, pihak DPRK Aceh Tenggara juga meminta agar jembatan-jembatan gantung di Kecamatan Ketambe yang putus akibat banjir turut diperbaiki secepatnya. Menurut Denny, akses menuju kebun dan sumber ekonomi warga menjadi sangat terbatas tanpa kehadiran infrastruktur penghubung yang layak.

Ia menegaskan bahwa pemulihan infrastruktur tak hanya soal membangun kembali yang rusak, tapi juga menyelamatkan sumber penghidupan masyarakat. Kerusakan jembatan, menurutnya, berdampak langsung terhadap arus komoditas, mobilitas masyarakat, dan kestabilan ekonomi lokal.

Denny berharap BPJN Aceh dan kementerian terkait menjadikan rehabilitasi dan pembangunan infrastruktur di Aceh Tenggara sebagai prioritas nasional dalam penanggulangan bencana. Pemerintah kabupaten telah menyampaikan laporan lengkap di lapangan dan tinggal menunggu respons teknis dan bantuan dari tingkat pusat.

“Kami berharap tidak ada lagi penundaan. Ini menyangkut kebutuhan rakyat di masa sulit pascabencana. Jangan sampai keterlambatan pembangunan jembatan memutus harapan petani,” ujarnya.

Laporan : Salihan Beruh

Berita Terkait

Ngaku Senang Buron Ketemu, Kalapas Kutacane Sebut Sudah Siapkan Ambulans, Ical Malah Meninggal di RSUD
Relawan Prabowo Ikut Menanggung Malu, Jalan Nasional Kutacane–Medan Berulang Kali Terendam, Jembatan Kuning I Didesak Dibongkar
Satresnarkoba Polres Aceh Tenggara Amankan Dua Pria di Ketambe, 10 Paket Sabu Disita
18 Alat Berat Bantuan Pusat untuk Aceh Tenggara Rusak, Bupati Ngamuk: Jalan Baru Ditimbun Sudah Amblas Lagi
Banjir Kembali Rendam Desa Kuning I, Tanggul Menipis Warga Khawatir Gagal Panen dan Rumah Terendam
Tak Hujan Pun Banjir, Warga Desa Kuning 1 Kecewa Berat ke Pemerintah Aceh dan Titip Harapan ke Gubernur Jawa Barat KDM
Dari Persembunyian di Desa Simpang Semadam Hingga Meninggal di Rumah Sakit, Ada Apa Dalam 24 Jam Terakhir Hidupnya Ical
Buron 19 Bulan, Narapidana Lapas Kutacane Ditangkap di Rumahnya di Simpang Semadam

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 23:39 WIB

Prof DR Sutan Nasomal : Jangan Tidak Peka Presiden RI Dengan Air Mata Rakyat Akibat Di Bakarnya Hutan

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:05 WIB

Rakerwil GPA Sultra Perkuat Kaderisasi, Gerakan Sosial, Dan Kemandirian Ekonomi Pemuda Konawe Utara

Jumat, 23 Oktober 2026 - 00:47 WIB

Prof. Dr. Sutan Nasomal Bela Pemkab Siak di Tengah Tekanan APBD: Jangan Terburu-buru Salahkan Bupati Afni, Rakyat Harus Tetap Jadi Prioritas!

Jumat, 23 Oktober 2026 - 00:27 WIB

Petugas Rutan Jakarta Pusat Gagalkan Upaya Penyelundupan Barang Terlarang Dduga ETOMIDATE

Kamis, 22 Oktober 2026 - 14:09 WIB

Suryadi Djamil Apresiasi Kapolri Suyudi Ario Seto, Minta Sikat Narkoba hingga ke Pabrik

Selasa, 20 Oktober 2026 - 22:59 WIB

PPD: Pentingnya Pemerataan Kualitas Pendidikan di Berbagai wilayah Indonesia

Selasa, 20 Oktober 2026 - 22:44 WIB

Dari Energi Air ke Pasar Dunia, Inalum Perkenalkan Low Carbon Aluminium Indonesia

Selasa, 20 Oktober 2026 - 11:44 WIB

Ketum Golkar Segera Pecat Ahmad Doli Kurnia dan PAW Dari Senayan

Berita Terbaru