Indonesia Diuji Algoritma Provokasi, Isa Alima Ajak Perkuat Silaturahmi dan Solidaritas Bangsa

REDAKSI BANDA ACEH

- Redaksi

Selasa, 30 Desember 2025 - 22:24 WIB

50217 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Waspadaindonesia.com | BANDA ACEH — Indonesia tengah menghadapi ujian berat berupa derasnya arus provokasi di ruang digital yang menyasar persatuan bangsa. Pemerhati Sosial dan Kebijakan Publik Aceh, Drs. Isa Alima, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat silaturahmi dan solidaritas.

Menurut Alima, provokasi berbasis identitas akan menghambat kerja-kerja kemanusiaan dan memperpanjang penderitaan rakyat, terutama di tengah kondisi bangsa yang sedang berduka akibat bencana banjir bandang dan tanah longsor.

“Dalam suasana musibah seperti sekarang, yang paling dibutuhkan adalah empati, bukan emosi. Silaturahmi dan solidaritas harus kita kedepankan agar penanganan kemanusiaan dapat berjalan dengan baik dan lancar,” ujar Isa Alima, Senin (30/12).

Baca Juga :  “Ketika Rasa Hilang dari Kekuasaan” “Pemimpin dan Empati yang Retak” “Kontroversi yang Lahir dari Sunyinya Kepekaan”

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Perpecahan Sosial Melemahkan Daya Tahan Bangsa

Alima mengingatkan bahwa perpecahan sosial adalah pintu masuk bagi melemahnya daya tahan bangsa. Ketika masyarakat terbelah oleh narasi kebencian, energi kolektif yang seharusnya digunakan untuk saling menolong justru habis dalam konflik yang tidak produktif.

Baca Juga :  Gandeng Influencer Turki, Rumah Zakat Donasi Rp3 Miliar untuk Korban Banjir Aceh

Bijak Menyikapi Informasi dan Menahan Diri dari Provokasi

Isa Alima mengajak seluruh elemen masyarakat untuk lebih bijak menyikapi informasi yang beredar dan menahan diri dari provokasi. “Menahan diri adalah bentuk keberanian di era digital. Persatuan bukan slogan, tapi sikap sadar untuk tidak mudah diprovokasi,” tegasnya.

Alima berharap masyarakat tetap teguh menjaga persatuan nasional dengan akal sehat, empati, dan tanggung jawab bersama.

Berita Terkait

Ketua L CAPA Provinsi Aceh Minta Konsultan Pengawasan SD Drin Tujoh Nagan Raya Bersama Kita Buktikan Pernyataan Kepsek di Media Online
Surat Wali Kota,Untuk CV.Lae Saga,Dianggap Angin Lalu
“Ketika Rasa Hilang dari Kekuasaan” “Pemimpin dan Empati yang Retak” “Kontroversi yang Lahir dari Sunyinya Kepekaan”
Ketua PWM Aceh A. Malik Musa Berikan Arahan pada Kegiatan Dukungan Psikososial Korban Banjir dan Longsor di SMA Unggul Pidie Jaya
KASAD KIRIM ALAT BERAT, SURYADI DJAMIL ANGKAT SUARA
Diyakini Publik dan Akademisi, Salim Fakhry: Pemimpin yang Hadir di Titik Lelah Rakyat, Bekerja dengan Hati untuk Aceh Tenggara
Ketua DPRK Aceh Singkil Bersilaturahmi dan Ngopi Bareng Pemerhati Sosial Aceh
Kak Na Apresiasi Sumbangsih Relawan Pada Masa Tanggap Darurat Banjir Aceh

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 16:09 WIB

Hari Kedua Ops Patuh Toba 2026, Satlantas Polres Karo Edukasi Pengendara Lewat Radio dan Turun ke Jalan

Senin, 26 Oktober 2026 - 08:28 WIB

Pererat Silaturahmi, Bupati dan Wabup Karo Hadiri Kerja Tahun di Sejumlah Desa

Minggu, 25 Oktober 2026 - 16:13 WIB

Hadiri Rakornas TPAKD Bersama Presiden Prabowo, Bupati Karo Perkuat Akses Keuangan Warga

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Akhirnya! Jalan Rusak Puluhan Tahun Kutabuluh – Kutamale Mulai Diperbaiki

Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:05 WIB

Pemkab Karo Raih Predikat INFORMATIF di KI Sumut Award 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 - 15:32 WIB

Bupati Karo dan Kajari Perkuat Perlindungan Guru Lewat Program Jaksa Sahabat Pendidik

Senin, 19 Oktober 2026 - 09:49 WIB

Pemkab Karo Diundang Tampilkan Potensi Wisata dan UMKM di FLEI 2026 Jakarta

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 10:30 WIB

BUPATI KARO USULKAN 19 RANPERDA DI PARIPURNA DPRD, BAHAS PENDIDIKAN HINGGA KETAHANAN PANGAN

Berita Terbaru