Skandal “Gudang Berdebu” BPBD Aceh Tenggara: LSM KALIBER Tuding Birokrasi Khianati Kemanusiaan!

WASPADA INDONESIA

- Redaksi

Jumat, 16 Januari 2026 - 00:42 WIB

50673 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

​KUTACANE – [ WASPADA INDONESIA]Tabir gelap penanganan pascabencana di Kabupaten Aceh Tenggara perlahan tersingkap. Di saat ribuan warga korban banjir masih berjuang memulihkan hidup di tengah puing lumpur, sebuah ironi menyakitkan justru ditemukan di Gudang Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat.

Ribuan paket bantuan logistik yang seharusnya menjadi penyambung hidup warga, ditemukan menumpuk menggunung, seolah sengaja “dipendam” tanpa kejelasan.

​Kondisi ini memicu ledakan amarah dari Ketua LSM KALIBER, Zulkanedi. Ia menyebut fenomena ini bukan sekadar kelalaian administrasi, melainkan bentuk “kejahatan kemanusiaan” di level birokrasi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Sorotan Tajam LSM KALIBER: “Rakyat Lapar, Barang Dipagar!”
​Zulkanedi dengan nada tegas mengecam sikap BPBD yang dianggapnya lamban dan tidak peka terhadap penderitaan rakyat. Menurutnya, alasan prosedur atau teknis tidak bisa diterima ketika perut rakyat sedang lapar dan anak-anak korban banjir butuh bantuan.
​
Ini sangat miris dan tidak masuk akal. Logistik bantuan itu adalah amanah dari donatur untuk segera disalurkan, bukan aset kantor yang harus disimpan rapat-rapat! Di lapangan rakyat menjerit kekurangan, di gudang bantuan malah berdebu. Ini bukti nyata lemahnya hati nurani dan profesionalisme kerja BPBD Aceh Tenggara,”

Baca Juga :  Menjadikan Negeri Aman dan Tentram Dalam Kemajemukan Bermasyarakat di Aceh Tenggara

cetus Zulkanedi saat meninjau fakta di lapangan.
​Potensi Pelanggaran UU dan Aroma “Permainan”
​LSM KALIBER tidak hanya menyoroti masalah distribusi, tetapi juga mendesak aparat penegak hukum untuk mengusut adanya potensi pelanggaran UU No. 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana. Penahanan bantuan yang menyebabkan barang rusak atau tidak tepat sasaran dapat dikategorikan sebagai tindakan melawan hukum.

​Zulkanedi mencurigai adanya “permainan” di balik penumpukan ini. “Apakah sengaja ditumpuk untuk kepentingan tertentu? Atau menunggu momen politik? Jika barang-barang ini sampai kedaluwarsa atau rusak karena kelamaan di gudang, itu adalah kerugian negara yang nyata dan harus diproses secara hukum!” tambahnya.
​Kegagalan Manajemen atau Pembiaran Terstruktur?

​Penemuan fakta oleh awak media di Jalan Medan-Kutacane ini menggambarkan pemandangan yang menyayat hati: tumpukan kardus berisi kebutuhan pokok yang mulai usang di gudang, sementara di pelosok desa, warga mungkin sedang berjuang untuk makan sekali sehari.

​Publik kini mempertanyakan kapasitas kepemimpinan di BPBD Aceh Tenggara. Mengapa koordinasi antara gudang dan titik pengungsian begitu macet? Mengapa data penerima tidak kunjung tuntas sehingga bantuan tertahan?
​Tuntutan KALIBER: Transparansi atau Mundur!
​Menutup pernyataannya, Zulkanedi memberikan tuntutan keras kepada Pemerintah Daerah:
​Bongkar Gudang Segera: Salurkan seluruh bantuan tanpa tapi, tanpa nanti!

Baca Juga :  Retorika Sang Penjaga Gudang: Ketika Transparansi Dianggap Sebagai Invasi

​Audit Investigatif: Pihak Inspektorat dan aparat hukum harus memeriksa arus masuk-keluar barang di BPBD.
​Copot Pejabat Terkait: Jika terbukti lalai, Kepala BPBD harus bertanggung jawab secara moral dan jabatan atas kegagalan ini.
​
Kami tidak akan diam melihat hak rakyat dipermainkan. Jika dalam beberapa hari ke depan bantuan ini tidak segera habis disalurkan, kami akan membawa massa yang lebih besar untuk menuntut keadilan bagi korban banjir,” pungkas Zulkanedi.

​Mengapa Narasi Ini Lebih Tajam?
​Diksi Provokatif: Menggunakan frasa seperti “Kejahatan Kemanusiaan”, “Khianati Rakyat”, dan “Gudang Berdebu” untuk membangun urgensi.
​Fokus pada Sosok: Menonjolkan keberanian Zulkanedi (KALIBER) sebagai representasi suara rakyat yang menantang penguasa.

​Analisis Hukum: Menghubungkan kejadian dengan potensi pelanggaran undang-undang, sehingga masalah ini terlihat serius di mata hukum, bukan sekadar opini.,hingga berita ini turunkan pihak BPBD belum berhasil memberikan keterangan terkait logistik yang belum tersalurkan.
( ALIASA) .

Berita Terkait

Ngaku Senang Buron Ketemu, Kalapas Kutacane Sebut Sudah Siapkan Ambulans, Ical Malah Meninggal di RSUD
Relawan Prabowo Ikut Menanggung Malu, Jalan Nasional Kutacane–Medan Berulang Kali Terendam, Jembatan Kuning I Didesak Dibongkar
Satresnarkoba Polres Aceh Tenggara Amankan Dua Pria di Ketambe, 10 Paket Sabu Disita
18 Alat Berat Bantuan Pusat untuk Aceh Tenggara Rusak, Bupati Ngamuk: Jalan Baru Ditimbun Sudah Amblas Lagi
Banjir Kembali Rendam Desa Kuning I, Tanggul Menipis Warga Khawatir Gagal Panen dan Rumah Terendam
Tak Hujan Pun Banjir, Warga Desa Kuning 1 Kecewa Berat ke Pemerintah Aceh dan Titip Harapan ke Gubernur Jawa Barat KDM
Dari Persembunyian di Desa Simpang Semadam Hingga Meninggal di Rumah Sakit, Ada Apa Dalam 24 Jam Terakhir Hidupnya Ical
Buron 19 Bulan, Narapidana Lapas Kutacane Ditangkap di Rumahnya di Simpang Semadam

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 23:39 WIB

Prof DR Sutan Nasomal : Jangan Tidak Peka Presiden RI Dengan Air Mata Rakyat Akibat Di Bakarnya Hutan

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:05 WIB

Rakerwil GPA Sultra Perkuat Kaderisasi, Gerakan Sosial, Dan Kemandirian Ekonomi Pemuda Konawe Utara

Jumat, 23 Oktober 2026 - 00:47 WIB

Prof. Dr. Sutan Nasomal Bela Pemkab Siak di Tengah Tekanan APBD: Jangan Terburu-buru Salahkan Bupati Afni, Rakyat Harus Tetap Jadi Prioritas!

Jumat, 23 Oktober 2026 - 00:27 WIB

Petugas Rutan Jakarta Pusat Gagalkan Upaya Penyelundupan Barang Terlarang Dduga ETOMIDATE

Kamis, 22 Oktober 2026 - 14:09 WIB

Suryadi Djamil Apresiasi Kapolri Suyudi Ario Seto, Minta Sikat Narkoba hingga ke Pabrik

Selasa, 20 Oktober 2026 - 22:59 WIB

PPD: Pentingnya Pemerataan Kualitas Pendidikan di Berbagai wilayah Indonesia

Selasa, 20 Oktober 2026 - 22:44 WIB

Dari Energi Air ke Pasar Dunia, Inalum Perkenalkan Low Carbon Aluminium Indonesia

Selasa, 20 Oktober 2026 - 11:44 WIB

Ketum Golkar Segera Pecat Ahmad Doli Kurnia dan PAW Dari Senayan

Berita Terbaru