Retorika Sang Penjaga Gudang: Ketika Transparansi Dianggap Sebagai Invasi

WASPADA INDONESIA

- Redaksi

Jumat, 16 Januari 2026 - 21:46 WIB

50483 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KUTACANE – WASPADA INDONESIA. ​Kasus perseteruan antara LSM KALIBER dan Kalaksa BPBD Aceh Tenggara bukan sekadar masalah “izin masuk”, melainkan cermin retaknya hubungan antara pejabat publik dan kontrol sosial. Ketika sebuah lembaga resmi yang digaji oleh pajak rakyat merasa “terganggu” oleh kehadiran pengawas, muncul pertanyaan besar: Apa yang sedang disembunyikan di balik pintu gudang itu?
​
Etika yang Diputarbalikkan
​Tudingan “tidak beretika” yang dilontarkan Kalaksa BPBD terhadap LSM KALIBER terasa seperti sebuah ironi yang menyakitkan. Dalam tatanan demokrasi, etika tertinggi seorang pejabat publik adalah transparansi. Menuding pihak luar tidak beretika saat mereka datang dengan identitas jelas dan koordinasi sebelumnya, merupakan upaya “pembunuhan karakter” untuk mengalihkan substansi dari apa yang sebenarnya ditemukan di lapangan.
​
Narasi “Premanisme” sebagai Tameng Defensif
​Istilah “masuk tanpa izin” sering kali menjadi senjata pamungkas birokrat untuk membatasi ruang gerak aktivis. Namun, fakta bahwa ada komunikasi via WhatsApp dengan Kabid Logistik meruntuhkan narasi tersebut. Jika pintu sudah dibuka oleh pemilik kunci, mengapa pimpinannya justru berteriak ada pencuri? Ini menunjukkan adanya disorientasi komunikasi di internal BPBD atau, lebih buruk lagi, sebuah upaya sistematis untuk membungkam kritik dengan stigma negatif.
​
LSM Bukan Musuh, Tapi Cermin yang Jujur
​Pernyataan ZK bahwa “LSM bukan musuh negara” adalah tamparan lembut bagi para pejabat yang sering kali merasa alergi terhadap kritik. BPBD mengelola urusan kemanusiaan dan logistik bencana—sektor yang sangat sensitif dan rawan penyimpangan. Seharusnya, kehadiran pengawas disambut sebagai mitra untuk memastikan bahwa bantuan bagi rakyat yang tertimpa musibah benar-benar sampai, bukan malah dijaga layaknya benteng rahasia yang tak boleh tersentuh.
​
Menusuk Jantung Birokrasi
​Keberanian KALIBER untuk bersuara menunjukkan bahwa fungsi kontrol sosial di Aceh Tenggara masih bernapas. Namun, sikap defensif yang ditunjukkan pihak BPBD justru meninggalkan luka pada kepercayaan publik. Jika gudang itu rapi, logistiknya cukup, dan pengelolaannya jujur, mengapa harus ada tudingan “tidak beretika”? Hanya mereka yang merasa terancam oleh kebenaran yang akan sibuk mempersoalkan prosedur kedatangan.
​Catatan Penutup:

Baca Juga :  Yahdi Hasan Kawal Langsung Pemulangan Jenazah Warga Asal Aceh Tenggara dari Malaysia hingga Tiba di Kualanamu

Sebuah gudang logistik bencana adalah milik rakyat, dibiayai oleh rakyat, dan diperuntukkan bagi rakyat. Menghalangi pengawasan atas nama “prosedur” adalah bentuk arogansi kekuasaan yang mengkhianati amanah publik (ALIASA).

Baca Juga :  Junaidi Maruto Plt. Kasek SMKN PP Kutacane

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berita Terkait

Ngaku Senang Buron Ketemu, Kalapas Kutacane Sebut Sudah Siapkan Ambulans, Ical Malah Meninggal di RSUD
Relawan Prabowo Ikut Menanggung Malu, Jalan Nasional Kutacane–Medan Berulang Kali Terendam, Jembatan Kuning I Didesak Dibongkar
Satresnarkoba Polres Aceh Tenggara Amankan Dua Pria di Ketambe, 10 Paket Sabu Disita
18 Alat Berat Bantuan Pusat untuk Aceh Tenggara Rusak, Bupati Ngamuk: Jalan Baru Ditimbun Sudah Amblas Lagi
Banjir Kembali Rendam Desa Kuning I, Tanggul Menipis Warga Khawatir Gagal Panen dan Rumah Terendam
Tak Hujan Pun Banjir, Warga Desa Kuning 1 Kecewa Berat ke Pemerintah Aceh dan Titip Harapan ke Gubernur Jawa Barat KDM
Dari Persembunyian di Desa Simpang Semadam Hingga Meninggal di Rumah Sakit, Ada Apa Dalam 24 Jam Terakhir Hidupnya Ical
Buron 19 Bulan, Narapidana Lapas Kutacane Ditangkap di Rumahnya di Simpang Semadam

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 23:39 WIB

Prof DR Sutan Nasomal : Jangan Tidak Peka Presiden RI Dengan Air Mata Rakyat Akibat Di Bakarnya Hutan

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:05 WIB

Rakerwil GPA Sultra Perkuat Kaderisasi, Gerakan Sosial, Dan Kemandirian Ekonomi Pemuda Konawe Utara

Jumat, 23 Oktober 2026 - 00:47 WIB

Prof. Dr. Sutan Nasomal Bela Pemkab Siak di Tengah Tekanan APBD: Jangan Terburu-buru Salahkan Bupati Afni, Rakyat Harus Tetap Jadi Prioritas!

Jumat, 23 Oktober 2026 - 00:27 WIB

Petugas Rutan Jakarta Pusat Gagalkan Upaya Penyelundupan Barang Terlarang Dduga ETOMIDATE

Kamis, 22 Oktober 2026 - 14:09 WIB

Suryadi Djamil Apresiasi Kapolri Suyudi Ario Seto, Minta Sikat Narkoba hingga ke Pabrik

Selasa, 20 Oktober 2026 - 22:59 WIB

PPD: Pentingnya Pemerataan Kualitas Pendidikan di Berbagai wilayah Indonesia

Selasa, 20 Oktober 2026 - 22:44 WIB

Dari Energi Air ke Pasar Dunia, Inalum Perkenalkan Low Carbon Aluminium Indonesia

Selasa, 20 Oktober 2026 - 11:44 WIB

Ketum Golkar Segera Pecat Ahmad Doli Kurnia dan PAW Dari Senayan

Berita Terbaru