Pemkab Kepulauan Meranti Perkuat Sinergi dengan SKK Migas, Bahas Migas dan Pemberdayaan Masyarakat

ROSBINNER HUTAGAOL

- Redaksi

Kamis, 29 Januari 2026 - 18:22 WIB

50202 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Selatpanjang-Riau, waspadaindonesia.com – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti bersama Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Wilayah Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) menggelar silaturahmi dan koordinasi pembahasan Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) tahun 2026, Kamis (29/01/2026).Kegiatan yang berlangsung di Kantor Dinas PUPR Kepulauan Meranti itu dipimpin langsung oleh Bupati Kepulauan Meranti, AKBP (Purn) H. Asmar, dan dihadiri Asisten II Pemerintah Provinsi Riau Helmi D, Kepala Dinas ESDM Provinsi Riau, Sekretaris Daerah Kabupaten Kepulauan Meranti, para asisten dan staf ahli Setda, pimpinan OPD terkait, Kepala Kantor Pertanahan/BPN Kepulauan Meranti, serta perwakilan perusahaan migas, di antaranya PT Imbang Tata Alam dan PT Riau Petroleum Group.

Dalam pertemuan tersebut, PT Imbang Tata Alam selaku operator Wilayah Kerja (WK) Malacca Strait memaparkan kondisi produksi migas tahun 2025.

Produksi minyak tercatat rata-rata sebesar 4.655 barel minyak per hari (BOPD), masih di bawah target SKK Migas sekitar 6.000 BOPD. Sementara produksi gas berada pada kisaran 2,3 MMSCFD, dengan penyaluran gas ke PLN justru melampaui target hingga mencapai 0,55 MMSCFD.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

PT Imbang Tata Alam menjelaskan, tantangan utama dalam peningkatan produksi saat ini adalah permasalahan teknis berupa kepastian pada sumur yang menyebabkan tertutupnya perforasi saat pemompaan. Kondisi tersebut membuat optimalisasi produksi belum maksimal meskipun cadangan migas masih tergolong baik.

Baca Juga :  Jelang Sensus Ekonomi, BPS dan LAMR Kepulauan Meranti Bangun Sinergi 

Meski demikian, hasil uji sumur eksplorasi TB North West menunjukkan prospek positif dengan potensi produksi mencapai 190–200 barel per hari. Sumur tersebut direncanakan akan dikembangkan menjadi tiga hingga lima sumur lanjutan.

Untuk tahun 2026, PT Imbang Tata Alam merencanakan pengeboran sejumlah sumur eksplorasi baru, di antaranya CN-2, CN-3, MSWK, dan WK-1, serta pengembangan lima sumur di lapangan TB. Target produksi minyak ditetapkan meningkat hingga 5.800 BOPD, sementara target produksi gas berada di kisaran 0,4 MMSCFD. Kabupaten Kepulauan Meranti menjadi prioritas utama eksplorasi karena dinilai memiliki potensi cadangan terbesar di WK Malacca Strait.

Selain aspek produksi, program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) juga menjadi sorotan utama dalam pertemuan tersebut. Koordinator CSR PT Imbang Tata Alam, Arip Hidayatulloh, menyampaikan bahwa program PPM difokuskan pada wilayah Ring 1, yakni Kecamatan Merbau dan Tebing Tinggi Barat.

Program PPM meliputi sektor pendidikan, ekonomi, lingkungan, kesehatan, tata kelola, dan kelembagaan dengan tema pengembangan ekonomi berbasis sumber daya lokal dan konservasi lingkungan. Salah satu program unggulan adalah pengembangan Wisata Telaga Air Merah yang kini berkontribusi terhadap Pendapatan Asli Desa (PADes) sebesar Rp77 juta, dengan jumlah kunjungan mencapai 1.800 orang per hari pada momen tertentu.

Selain itu, PT Imbang Tata Alam juga membina Koperasi Jasa Usaha Mandiri Syariah (KJOMS) yang kini telah mandiri dengan total aset mencapai Rp5 miliar, berawal dari modal awal sebesar Rp24 juta.

Baca Juga :  PEMKAB MERANTI DUKUNG PENUH PEMBERANTASAN NARKOBA: BUPATI APRESIASI KAPOLRES SITA 60 KH

Program lainnya mencakup pelatihan digital, pengembangan produk mangrove ramah lingkungan (ecoprint), penguatan UMKM sagu, pembangunan jalan penunjang wisata secara swakelola, serta pemberian beasiswa pendidikan.

Asisten II Pemprov Riau, Helmi D, dalam kesempatan tersebut menegaskan pentingnya koordinasi di daerah agar seluruh OPD memahami secara utuh rencana kerja KKKS.

Ia menilai pelaksanaan PPM yang dipaparkan telah sejalan dengan prinsip Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada aspek ekosistem laut dan darat yang relevan dengan karakteristik Kepulauan Meranti.

“Program PPM ini yang paling penting. Teknis migas kita memang perlu terus belajar, tetapi dampak langsung ke masyarakat harus benar-benar dirasakan,” ujar Helmi.

Melalui pertemuan ini, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti berharap sinergi antara pemerintah daerah, SKK Migas, dan KKKS dapat terus diperkuat, tidak hanya dalam peningkatan produksi migas nasional, tetapi juga dalam memastikan manfaat sosial, ekonomi, dan lingkungan yang berkelanjutan bagi masyarakat setempat.

Bupati Kepulauan Meranti, H. Asmar, menegaskan bahwa pembangunan daerah harus berjalan seiring antara kegiatan eksplorasi energi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat, melalui kolaborasi yang berkelanjutan dan berorientasi pada kepentingan lokal.

 

Sumber: Humas Bupati Kepulauan Meranti

(Umar Hawari)

Berita Terkait

Guru dan Budayawan Meranti Dokumentasikan Sejarah Kepahlawanan di Balai Adat
Sinergi Kapolres dan Bupati Meranti Terlihat Saat Jalan Pagi
Sosialisasi Budaya Melayu oleh LAMR Sasar Santri Darul Fikri
Presisi Polda Riau Bernuansa Melayu, LAMR Meranti Apresiasi Ekspedisi Merah Putih
LAMR Meranti Anugerahkan Tanda Kehormatan ke Kapolres AKBP Gede
Jaga Mangrove, LAMR Meranti Ajak Masyarakat Rawat Pesisir
Butuh Data Resmi Pemkab Meranti? Ajukan Melalui Layanan PPID Kominfo
KETUA LAMR KEPULAUAN MERANTI TERIMA KUNJUNGAN SILATURAHMI 10 KEPALA DESA 

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 18:26 WIB

Satresnarkoba Polres Aceh Tenggara Amankan Dua Pria di Ketambe, 10 Paket Sabu Disita

Senin, 26 Oktober 2026 - 02:58 WIB

18 Alat Berat Bantuan Pusat untuk Aceh Tenggara Rusak, Bupati Ngamuk: Jalan Baru Ditimbun Sudah Amblas Lagi

Minggu, 25 Oktober 2026 - 19:49 WIB

Banjir Kembali Rendam Desa Kuning I, Tanggul Menipis Warga Khawatir Gagal Panen dan Rumah Terendam

Minggu, 25 Oktober 2026 - 19:23 WIB

Tak Hujan Pun Banjir, Warga Desa Kuning 1 Kecewa Berat ke Pemerintah Aceh dan Titip Harapan ke Gubernur Jawa Barat KDM

Minggu, 25 Oktober 2026 - 00:47 WIB

Dari Persembunyian di Desa Simpang Semadam Hingga Meninggal di Rumah Sakit, Ada Apa Dalam 24 Jam Terakhir Hidupnya Ical

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 21:49 WIB

Buron 19 Bulan, Narapidana Lapas Kutacane Ditangkap di Rumahnya di Simpang Semadam

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 21:09 WIB

Yahdi Hasan Kawal Langsung Pemulangan Jenazah Warga Asal Aceh Tenggara dari Malaysia hingga Tiba di Kualanamu

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 01:31 WIB

Sidang Kedua Dugaan Korupsi Proyek Jembatan Silayakh Jilid II Agara Digelar, Jaksa Agendakan Pemeriksaan Saksi

Berita Terbaru