Wujudkan Lapas Ramah Lingkungan, Warga Binaan Lapas Pekanbaru Dilatih Olah Sampah Jadi Pupuk Organik

ROSBINNER HUTAGAOL

- Redaksi

Kamis, 12 Februari 2026 - 18:16 WIB

50117 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pekanbaru,  waspadaindonesia.com –  Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pekanbaru terus berkomitmen memberikan bekal kemandirian yang aplikatif bagi para warga binaan. Bertempat di area bimbingan kerja, Lapas Pekanbaru menggelar pelatihan pengelolaan sampah menjadi pupuk organik pada hari ini, Kamis (12/02/2026).

Kegiatan ini merupakan langkah konkret menindaklanjuti koordinasi yang telah dilakukan sebelumnya dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Pekanbaru.

Program ini dirancang untuk menjawab tantangan pengelolaan sampah domestik hasil aktivitas harian di dalam Lapas sekaligus memberikan keterampilan bernilai ekonomis bagi warga binaan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kalapas Pekanbaru, Yuniarto, menjelaskan bahwa pelatihan ini tidak hanya sekadar menjaga kebersihan lingkungan Lapas, tetapi juga investasi keterampilan bagi warga binaan saat kembali ke masyarakat nantinya.

Baca Juga :  Rapat Andalalin Budiman Swalayan Hasilkan 3 Rekomendasi Ditlantas Polda Riau

“Kami ingin warga binaan memiliki ‘senjata’ berupa keterampilan yang nyata. Pengolahan sampah menjadi pupuk organik ini sangat krusial, selain membantu kita mengelola limbah aktivitas harian di dalam Lapas, ini adalah bekal berharga bagi mereka untuk diimplementasikan di lingkungan rumah masing-masing setelah bebas nanti,” ujar Yuniarto.

Beliau juga menambahkan bahwa pupuk organik yang dihasilkan nantinya akan langsung dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan sarana asimilasi dan edukasi (SAE) pertanian yang ada di dalam Lapas.

Pelatihan yang berjalan di bawah pengawasan ketat Seksi Kegiatan Kerja (Giatja) Lapas Pekanbaru ini diikuti dengan penuh semangat oleh para peserta.

Salah satu warga binaan, Yogi, tampak sangat antusias mengikuti setiap tahapan proses pengomposan, mulai dari pemilahan sampah hingga pencampuran aktivator.

Baca Juga :  Hari Bhayangkara Dekat, Polda Riau Salurkan Bansos & Bedah Rumah Untuk Warga

“Awalnya saya pikir sampah itu cuma akan di buang keluar lapas, tapi ternyata bisa jadi sesuatu yang bermanfaat dan punya nilai jual. Saya sangat senang ikut pelatihan ini karena caranya sederhana tapi hasilnya luar biasa untuk tanaman. Ini ilmu yang pasti saya bawa pulang ke kampung nanti,” ungkap Yogi dengan semangat.

Dengan adanya pelatihan ini, Lapas Pekanbaru berharap dapat mengurangi volume sampah yang dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sekaligus menciptakan ekosistem pertanian mandiri di dalam Lapas.

Pengawasan dari Seksi Giatja akan terus dilakukan secara rutin guna memastikan proses produksi pupuk organik berjalan konsisten dan mencapai standar kualitas yang baik.

 

Sumber: Humas Lapas llA Pekanbaru

(Idam Lanun)

Berita Terkait

Drama dan Puisi Musikal SMAN Plus Riau Juara di Literasi UIR
Tantangan Global, DPD IMM Riau Teguhkan Literasi Perempuan
Green Policing di SDN 68, Kapolresta Pekanbaru Ajak Anak Sayangi Alam
313 Hotspot di Riau, TNI-Polri Lakukan Verifikasi dan Pemadaman
Diklat Drive Safe Serve Better Tingkatkan Profesionalisme Pengemudi
Edukasi Bahaya HIV AIDS dan LGBT ke-Siswa: Pemko Pekanbaru Turun
Sinergi Polri dan PT Yutani Dukung Ketahanan Pangan, Panen 2 Ton
AKBP Dasril Pimpin Rapat Pembahasan Portal Truk Air Molek

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 16:29 WIB

Brimob Polda Aceh Gelar Bhakti Sosial di Masjid Ar-Rahman dalam Rangka Menyambut HUT Pasukan Pelopor ke-67

Kamis, 10 September 2026 - 00:30 WIB

Cek Kesiapan Personel dan Pelayanan, Kapolres Gayo Lues Sambangi Polsek Blangkejeren Bersama Pejabat Utama Polres

Rabu, 9 September 2026 - 22:38 WIB

Quick Respon Brimob Polda Aceh Pasca Kebakaran Rumah Warga di Desa Ulun Tanoh Gayo Lues

Selasa, 8 September 2026 - 18:11 WIB

Longsor Tutup Jalan Blangkejeren-Kutacane, Ratusan Kendaraan Tertahan

Senin, 31 Agustus 2026 - 20:53 WIB

7 Urus Surat Pengadilan, 20 Lulus Administrasi Baitul Mal Gayo Lues: Pansel Sebut Bisa Diganti SKCK

Jumat, 28 Agustus 2026 - 11:00 WIB

APH Didesak Tindak Tegas Pemain Getah Ilegal di Gayo Lues, Negara Dirugikan

Kamis, 27 Agustus 2026 - 21:51 WIB

Sanksi Administratif Gubernur Tak Dihiraukan, PT HAI Dituding Lawan Perintah Pemerintah, AMPL Bawa Persoalan ke Gakkum

Kamis, 27 Agustus 2026 - 12:50 WIB

9 BULAN PASCA-LONGSOR: Hak Sewa Alat Berat Mandeg, Realisasi Janji Darurat BPBD Gayo Lues Dipertanyakan

Berita Terbaru

PEKANBARU

Drama dan Puisi Musikal SMAN Plus Riau Juara di Literasi UIR

Jumat, 11 Sep 2026 - 16:36 WIB