Mocaf Mengatasi Masalah Petani Singkong, Memberdayakan Masyarakat Tanpa Anggaran Pemerintah

hayat

- Redaksi

Senin, 6 April 2026 - 06:48 WIB

50100 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pringsewu – Industri Kerajinan Mocaf (IKM) di Pekon Tulung Agung Kecamatan Gadingrejo salah satu dari sekian IKM, dengan memberdayakan masyarakat dimana munculnya ide pembuatan Mocaf ini merupakan solusi mengatasi masalah petani singkong yang menghadapi harga panen yang murah.

Menjawab kepentingan petani singkong inilah langkah yang diambil Pemerintah Kabupaten Pringsewu menyikapi keluhan petani singkong dilampung yang mengadapi persoalan harga singkong yang sangat murah mencapai harga dibawah seribu perkilo singkong, bahkan harga singkong sampai saat ini masih pada kisaran harga Rp400/kg.

Menyikapi persoalan harga singkong murah ini dibawah kepemimpinan Hi.Riyanto Pamungkas Pemkab Pringsewu melakukan terobosan dengan pengolahan Mocaf, dimana pengolahan singkong dengan beberapa proses sehingga menghasilkan tepung mocaf, melalui proses singkong dikupas, dibersihkan, terus dipotong tipis-tipis lalu direndam dengan enzim tertentu selanjutnya dikeringkan hingga penjemuran sampai digiling menjadi tepung.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dijelaskan Bupati Mocaf artinya modified cassava flour artinya tepung singkong termodifikasi, yang hasil tepung Mocaf berada diantara tepung tapioka singkong dan tepung terigu artinya tepung diantara kedua tepung tersebut, karena hasil pengolahan singkong yang dijadikan tepung bisa digunakan untuk berbagai olahan makanan, seperti bakso, sosis bahkan bahan kue dan lain sebagainya.

Baca Juga :  Bupati Pringsewu Launching Bank Sampah Induk Pringsewu Resik & Gerakan Pilah Sampah Dari Rumah

Selain itu kata Bupati sebagai langkah uji coba awal Kabupaten Pringsewu mengelola pembuatan tepung mocaf ini dikelola melalui Koperasi Cokroaminoto Pringsewu Makmur, yang beralamat dipekon Tulung agung Kecamatan Gadingrejo, yang menggunakan tempat lahan milik BUMD dengan memberdayakan masyarakat setempat disekitaran lingkungan, juga memanfaatkan singkong hasil petani diwilayah Kabupaten Pringsewu.

Untuk awalan ini dilaksanakan melalui koperasi namun jika nanti berhasil maka akan dikembangkan kesemua wilayah kecamatan yang lain, kemungkinan nantinya akan dikembalikan ke Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dalam pengelolaannya.

Saat ini baru memulai pengelolaan mocaf dari hasil petani singkong diwilayah Kabupaten Pringsewu namun jika pengelolaan sudah secara sekala besar tentunya akan menampung hasil petani singkong dari Kabupaten Lampung Tengah, Kabupaten Tanggamus bahkan mungkin seluruh Propinsi Lampung.

Baca Juga :  Kejari Pringsewu Ekspose Eksekusi Uang Pengganti Perkara Korupsi LPTQ 2024 –2025

Menjawab persoalan petani singkong harga yang murah tersebut kami membeli singkong dari petani dengan harga minimal Rp.1.000, bahkan mencapai Rp.1.500,. jika memang harga singkong membaik kita akan bersaing harga belinya, dengan pabrik atau pengepul singkong yang ada.

Namun yang menjadi tantangan mocaf ini adalah penjulan tepung mocaf ini sendiri diupayakan dijual dengan harga terjangkau dengan masyarakat lokal dengan harga dikisaran Rp15.000/kg, demi membantu pedagang lokal karena diketahui harga mocaf masih tinggi dipasaran terutama dipasar online mencapai Rp30 ribu/kg.

“Diharapkan Mocaf bukan hanya menstabilkan harga jual petani singkong saja namun juga hasil tepung mocaf itu sendiri bisa membantu harga UMKM yang ada dipropinsi Lampung,” ujarnya.

Berita Terkait

Pemkab Pringsewu Gelar Salat Istisqa
Pemkab Pringsewu Gelar Lomba Pariwara Antikorupsi
Pemkab dan Kantah Pringsewu Jalin Kerjasama Penguatan Sinergi Pelayanan Pertanahan dan Tata Ruang
Pelajar 16 Tahun Diamankan Polisi, Diduga Terlibat Kasus Persetubuhan terhadap Anak di Pringsewu
Pemkab Pringsewu Salurkan Bantuan 21,63 Ton Beras Kepada Masyarakat Banyuwangi
Bupati Pringsewu Jawab Pemandangan Umum Fraksi-fraksi DPRD Terkait Rancangan Perubahan APBD 2O26
Bupati Pringsewu Sampaikan Rancangan Perubahan APBD
Mantan Kabag Humas Pringsewu Dwi Murniati Fitri Meninggal Dunia di Usia 66 Tahun

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 13:36 WIB

Anak Curi Motor Milik Orang Tua, Polres Aceh Tenggara Tangkap MRH di Lawe Sigala-Gala

Rabu, 9 September 2026 - 23:30 WIB

Polres Aceh Tenggara Musnahkan 4,6 Ganja dan 90,97 Gram Sabu

Rabu, 9 September 2026 - 23:12 WIB

Wakil Bupati Aceh Tenggara Tinjau Pembangunan Jembatan Sementara Pascabanjir di Desa Mbarung

Rabu, 9 September 2026 - 23:04 WIB

Polsek Bambel Respon Cepat, Lakukan Pengamanan Banjir di Desa Kuning I, Jalan Nasional Sempat Tergenang Air

Rabu, 9 September 2026 - 18:03 WIB

Program P3-TGAI Mengalirkan Harapan Baru Bagi Pettani Aceh Tenggara

Rabu, 9 September 2026 - 13:44 WIB

Wujud Komitmen Nyata, Polres Aceh Tenggara Musnahkan Ratusan Gram Sabu dan Ganja

Minggu, 6 September 2026 - 15:23 WIB

Ratusan Warga Kutambaru Bercawan Dukung Sahidil Ahmad Maju Pilkades

Sabtu, 5 September 2026 - 20:50 WIB

Korban Minta Kasus Pencemaran Nama Baik Akun Facebook Muhammad Saleh Selian di Polres Agara Diambil Alih Polda Aceh

Berita Terbaru

PRINGSEWU

Pemkab Pringsewu Gelar Salat Istisqa

Jumat, 11 Sep 2026 - 12:43 WIB

PRINGSEWU

Pemkab Pringsewu Gelar Lomba Pariwara Antikorupsi

Jumat, 11 Sep 2026 - 09:05 WIB

BANDA ACEH

MBG Jangan Jadi Eksperimen: SPPG Ditinggalkan, Kantin Dipaksakan

Kamis, 10 Sep 2026 - 22:45 WIB