Mocaf Mengatasi Masalah Petani Singkong, Memberdayakan Masyarakat Tanpa Anggaran Pemerintah

hayat

- Redaksi

Senin, 6 April 2026 - 06:48 WIB

5065 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pringsewu – Industri Kerajinan Mocaf (IKM) di Pekon Tulung Agung Kecamatan Gadingrejo salah satu dari sekian IKM, dengan memberdayakan masyarakat dimana munculnya ide pembuatan Mocaf ini merupakan solusi mengatasi masalah petani singkong yang menghadapi harga panen yang murah.

Menjawab kepentingan petani singkong inilah langkah yang diambil Pemerintah Kabupaten Pringsewu menyikapi keluhan petani singkong dilampung yang mengadapi persoalan harga singkong yang sangat murah mencapai harga dibawah seribu perkilo singkong, bahkan harga singkong sampai saat ini masih pada kisaran harga Rp400/kg.

Menyikapi persoalan harga singkong murah ini dibawah kepemimpinan Hi.Riyanto Pamungkas Pemkab Pringsewu melakukan terobosan dengan pengolahan Mocaf, dimana pengolahan singkong dengan beberapa proses sehingga menghasilkan tepung mocaf, melalui proses singkong dikupas, dibersihkan, terus dipotong tipis-tipis lalu direndam dengan enzim tertentu selanjutnya dikeringkan hingga penjemuran sampai digiling menjadi tepung.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dijelaskan Bupati Mocaf artinya modified cassava flour artinya tepung singkong termodifikasi, yang hasil tepung Mocaf berada diantara tepung tapioka singkong dan tepung terigu artinya tepung diantara kedua tepung tersebut, karena hasil pengolahan singkong yang dijadikan tepung bisa digunakan untuk berbagai olahan makanan, seperti bakso, sosis bahkan bahan kue dan lain sebagainya.

Baca Juga :  Dugaan Aroma Korupsi Dana Desa 2023–2025 di Pekon Banjar Sari Menguat, Publik Desak APH Bertindak

Selain itu kata Bupati sebagai langkah uji coba awal Kabupaten Pringsewu mengelola pembuatan tepung mocaf ini dikelola melalui Koperasi Cokroaminoto Pringsewu Makmur, yang beralamat dipekon Tulung agung Kecamatan Gadingrejo, yang menggunakan tempat lahan milik BUMD dengan memberdayakan masyarakat setempat disekitaran lingkungan, juga memanfaatkan singkong hasil petani diwilayah Kabupaten Pringsewu.

Untuk awalan ini dilaksanakan melalui koperasi namun jika nanti berhasil maka akan dikembangkan kesemua wilayah kecamatan yang lain, kemungkinan nantinya akan dikembalikan ke Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dalam pengelolaannya.

Saat ini baru memulai pengelolaan mocaf dari hasil petani singkong diwilayah Kabupaten Pringsewu namun jika pengelolaan sudah secara sekala besar tentunya akan menampung hasil petani singkong dari Kabupaten Lampung Tengah, Kabupaten Tanggamus bahkan mungkin seluruh Propinsi Lampung.

Baca Juga :  Bupati Pringsewu Buka Sosialisasi Rise and Speak Perempuan Berani Bicara, Hindari Penyalahgunaan Narkoba

Menjawab persoalan petani singkong harga yang murah tersebut kami membeli singkong dari petani dengan harga minimal Rp.1.000, bahkan mencapai Rp.1.500,. jika memang harga singkong membaik kita akan bersaing harga belinya, dengan pabrik atau pengepul singkong yang ada.

Namun yang menjadi tantangan mocaf ini adalah penjulan tepung mocaf ini sendiri diupayakan dijual dengan harga terjangkau dengan masyarakat lokal dengan harga dikisaran Rp15.000/kg, demi membantu pedagang lokal karena diketahui harga mocaf masih tinggi dipasaran terutama dipasar online mencapai Rp30 ribu/kg.

“Diharapkan Mocaf bukan hanya menstabilkan harga jual petani singkong saja namun juga hasil tepung mocaf itu sendiri bisa membantu harga UMKM yang ada dipropinsi Lampung,” ujarnya.

Berita Terkait

Kasus Bullying Viral di SMP Ambarawa Berakhir Damai, Praktisi Hukum Dorong Penyuluhan Hukum bagi Pelajar Pringsewu
Pemkab Pringsewu Gelar Upacara Peringatan Hari Kebangkitan Nasional & Hari Lahir Pancasila 2026
Polisi Intai Jalur Narkoba di Pringsewu, Dua Pria Pembawa Sabu 51 Gram Tertangkap
Buka Muskomda VI, Bupati Pringsewu Sebut Pemuda Katolik Berkontribusi Nyata Dukung Program Pemerintah
Nyali Kejari Pringsewu Di Uji LSM dan Publik : Beranikah Membongkar Dugaan Penyimpangan Anggaran Sekretariat DPRD Tahun 2025
Pemkab Pringsewu Gelar Salat Idul Adha 1447 Hijriah & Potong Hewan Qurban Di Pagelaran Utara
Konfirmasi DPC LSM Trinusa : Jawaban Pihak Kejari Dinilai Kurang Memuaskan, Trinusa Ancam Aksi Lebih Besar
Abdul Manaf DPC LSM Trinusa Mendesak Kejari Segera Tindaklanjuti Laporan Dugaan Penyimpangan Anggaran Sekretariat DPRD Pringsewu Tahun 2025

Berita Terkait

Selasa, 2 Juni 2026 - 14:20 WIB

Kasus Penyerobotan Tanah di Bulok : Sudah Setahun Diproses, Belum Ada Titik Terang, Polres Sampaikan Jadwal Tahap Berikutnya

Selasa, 2 Juni 2026 - 12:38 WIB

Sempat Tersesat di Gunung Tanggang, Kapolsek Limau Pastikan Pendaki Asal Bandar Lampung Ditemukan Selamat

Senin, 1 Juni 2026 - 19:34 WIB

DPC LSM Trinusa Tanggamus Soroti Lambannya Inspektorat Tangani Dugaan Penyimpangan Anggaran DD dan BUMDes 2024 Di Pekon Taman Sari

Senin, 1 Juni 2026 - 09:47 WIB

Pancasila Bukan Sekadar Dasar Negara, Melainkan Jiwa Bangsa

Senin, 1 Juni 2026 - 09:42 WIB

Pancasila Bukan Sekadar Dasar Negara, Melainkan Jiwa Bangsa

Sabtu, 30 Mei 2026 - 12:35 WIB

LSM JATI Desak Transparansi Anggaran MAN 1 Kota Agung, Soroti DIPA 2025 dan Dugaan Anomali LHKPN Kepala Sekolah

Rabu, 27 Mei 2026 - 18:32 WIB

Lapas Kotaagung Rayakan Idul Adha dengan Salat Eid dan Kurban Bersama Warga Binaan

Selasa, 26 Mei 2026 - 19:21 WIB

Polres Tanggamus Bersama TNI, TNBBS dan TNWC Bongkar Perburuan Satwa Dilindungi, Lima Pemburu Rusa Sambar Ditangkap

Berita Terbaru