JAKARTA – Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Alwashliyah (PP GP Alwashliyah), H. Aminullah Siagian, mengecam keras pernyataan tokoh senior Amien Rais yang melontarkan sebutan “gay” terhadap Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya atau yang akrab disapa Mayor Teddy. Narasi tersebut dinilai sangat tidak etis, tidak berdasar, dan hanya bertujuan untuk menciptakan kegaduhan politik di tengah publik.
Aminullah menegaskan bahwa sebagai seorang tokoh bangsa yang sangat dihormati dan dituakan, Amien Rais seharusnya memberikan contoh teladan dan edukasi politik yang baik kepada generasi muda, bukan malah memproduksi diksi yang menyerang ranah personal tanpa bukti yang konkret.
“Pernyataan tersebut sangat kami sayangkan keluar dari lisan seorang tokoh senior. Narasi yang menyerang pribadi seperti itu tidak etis, tidak mendidik, dan sangat merendahkan martabat komunikasi politik di negara kita,” ujar Aminullah Siagian dalam keterangan tertulisnya di Jakarta.
Menurut Aminullah, kritik terhadap pejabat publik atau kebijakan pemerintah merupakan hal yang lumrah dan sangat sah dalam alam demokrasi. Namun, kebebasan berpendapat tersebut harus tetap berpegang teguh pada koridor etika, norma kesopanan, dan fakta hukum. Menyerang integritas personal seseorang dengan istilah yang menjurus ke arah pelecehan identitas dinilai sudah sangat melampaui batas kewajaran.
Ia juga menambahkan bahwa Mayor Teddy merupakan seorang abdi negara profesional yang selama ini telah mendedikasikan hidupnya untuk bangsa dan negara melalui jalur militer serta menjalankan tugas-tugas keprotokolan dan kesekretariatan dengan baik.
“Jangan hanya karena ketidakpuasan politik, seorang abdi negara diserang secara personal dengan tuduhan tanpa dasar. Kami dari PP GP Al Washliyah meminta semua pihak untuk menyudahi politik kebencian dan pembunuhan karakter semacam ini,” lanjutnya tegas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Di akhir pernyataannya, Aminullah Siagian mengimbau seluruh elemen masyarakat, khususnya para pemuda dan elite politik, untuk terus menjaga stabilitas nasional serta tidak mudah terprovokasi oleh pernyataan-pernyataan yang berpotensi memecah belah persatuan bangsa. (*)





































