Kadis Disdukcapil Aceh Tenggara Tegaskan Seluruh Pengurusan Dokumen Gratis, Masyarakat Diminta Laporkan Pungli

WASPADA INDONESIA

- Redaksi

Sabtu, 23 Mei 2026 - 18:52 WIB

50201 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KUTACANE — Di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap pelayanan administrasi kependudukan, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Aceh Tenggara, Abri, menegaskan bahwa seluruh pengurusan dokumen kependudukan di instansi tersebut dilakukan secara gratis tanpa dipungut biaya apa pun.

Penegasan itu disampaikan Abri menyusul masih adanya isu dugaan pungutan liar (pungli) dalam proses pengurusan dokumen administrasi kependudukan yang berkembang di tengah masyarakat. Ia meminta warga agar tidak ragu melapor apabila menemukan adanya praktik pungli yang dilakukan oknum tertentu, khususnya di lingkungan pelayanan Disdukcapil Aceh Tenggara.

“Seluruh pengurusan administrasi kependudukan seperti KTP, KK, akta kelahiran dan dokumen lainnya di Disdukcapil Aceh Tenggara gratis tidak dipungut biaya,” kata Abri saat dikonfirmasi di Kutacane, Sabtu, 23 Mei 2026.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut dia, pelayanan administrasi kependudukan merupakan hak masyarakat yang harus diberikan secara cepat, mudah, dan tanpa biaya. Karena itu, pihaknya berkomitmen menjaga integritas pelayanan agar tetap berjalan sesuai aturan yang berlaku.

Abri menegaskan, apabila ada masyarakat yang mengetahui atau melihat adanya dugaan pungutan liar oleh oknum tertentu, maka diminta segera melaporkan secara langsung kepada dirinya dengan menyertakan bukti yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan.

Baca Juga :  Bupati Salim Fakhry Dorong Evaluasi Pendidikan Melalui Sinergi Kepala Sekolah dan Dinas

Ia memastikan setiap laporan yang masuk akan ditindaklanjuti sebagai bahan evaluasi internal demi meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

“Berharap kepada masyarakat yang mengetahui ada oknum di Disdukcapil melakukan pungutan liar, laporkan kepada saya dengan menunjukkan bukti jelas, maka saya siap melakukan evaluasi sesuai aturan yang berlaku,” ujarnya.

Lebih lanjut, Abri juga mengingatkan masyarakat agar berhati-hati terhadap pihak-pihak yang mengatasnamakan petugas Disdukcapil untuk meminta sejumlah uang dalam pengurusan dokumen kependudukan. Menurutnya, apabila praktik tersebut terjadi di luar mekanisme resmi pelayanan dinas, maka hal itu bukan menjadi tanggung jawab institusi dan dapat dilaporkan kepada aparat penegak hukum.

Di sisi lain, ia mengakui bahwa dalam pelaksanaan pelayanan administrasi kependudukan masih terdapat sejumlah kendala teknis yang kerap memengaruhi proses pelayanan kepada masyarakat. Beberapa di antaranya seperti gangguan jaringan pusat, keterbatasan alat percetakan, hingga tingginya jumlah antrean warga pada waktu-waktu tertentu.

Meski demikian, Disdukcapil Aceh Tenggara, kata dia, terus berupaya melakukan pembenahan dan peningkatan kualitas pelayanan agar masyarakat dapat memperoleh dokumen kependudukan secara lebih cepat dan nyaman.

Baca Juga :  Petaka ‘Tangkap-Lepas’ Bandar Narkoba: LSM LIRA Desak Kapolda Aceh Bertindak Tegas

Abri juga menyoroti berkembangnya tudingan dugaan permainan uang di lingkungan Disdukcapil yang menurutnya kerap disampaikan tanpa disertai bukti yang valid. Ia menyebut kritik dan masukan dari masyarakat tetap menjadi bagian penting dalam evaluasi pelayanan publik, namun informasi yang berkembang di tengah masyarakat diharapkan tetap berdasarkan fakta.

“Kami menerima kritikan dan masukan sebagai bahan evaluasi dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, namun saya berharap informasi yang berkembang juga harus berdasarkan fakta dan bukti yang jelas agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Abri turut mengimbau masyarakat agar mengurus dokumen kependudukan secara langsung melalui loket resmi tanpa menggunakan jasa calo atau perantara. Sebab, penggunaan jasa perantara dinilai berpotensi merugikan masyarakat sendiri dan membuka ruang terjadinya praktik pungli.

Ia menegaskan, selama seluruh persyaratan administrasi telah lengkap, maka proses pengurusan dokumen dapat dilakukan dengan cepat sesuai prosedur yang berlaku.

“Saya minta masyarakat yang ingin mengurus dokumen kependudukan, urus sendiri tanpa perantara. Jika syarat-syarat lengkap maka proses kepengurusannya juga cepat,” ujarnya.

Laporan : Salihan Beruh

Berita Terkait

Ngaku Senang Buron Ketemu, Kalapas Kutacane Sebut Sudah Siapkan Ambulans, Ical Malah Meninggal di RSUD
Relawan Prabowo Ikut Menanggung Malu, Jalan Nasional Kutacane–Medan Berulang Kali Terendam, Jembatan Kuning I Didesak Dibongkar
Satresnarkoba Polres Aceh Tenggara Amankan Dua Pria di Ketambe, 10 Paket Sabu Disita
18 Alat Berat Bantuan Pusat untuk Aceh Tenggara Rusak, Bupati Ngamuk: Jalan Baru Ditimbun Sudah Amblas Lagi
Banjir Kembali Rendam Desa Kuning I, Tanggul Menipis Warga Khawatir Gagal Panen dan Rumah Terendam
Tak Hujan Pun Banjir, Warga Desa Kuning 1 Kecewa Berat ke Pemerintah Aceh dan Titip Harapan ke Gubernur Jawa Barat KDM
Dari Persembunyian di Desa Simpang Semadam Hingga Meninggal di Rumah Sakit, Ada Apa Dalam 24 Jam Terakhir Hidupnya Ical
Buron 19 Bulan, Narapidana Lapas Kutacane Ditangkap di Rumahnya di Simpang Semadam

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 23:39 WIB

Prof DR Sutan Nasomal : Jangan Tidak Peka Presiden RI Dengan Air Mata Rakyat Akibat Di Bakarnya Hutan

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:05 WIB

Rakerwil GPA Sultra Perkuat Kaderisasi, Gerakan Sosial, Dan Kemandirian Ekonomi Pemuda Konawe Utara

Jumat, 23 Oktober 2026 - 00:47 WIB

Prof. Dr. Sutan Nasomal Bela Pemkab Siak di Tengah Tekanan APBD: Jangan Terburu-buru Salahkan Bupati Afni, Rakyat Harus Tetap Jadi Prioritas!

Jumat, 23 Oktober 2026 - 00:27 WIB

Petugas Rutan Jakarta Pusat Gagalkan Upaya Penyelundupan Barang Terlarang Dduga ETOMIDATE

Kamis, 22 Oktober 2026 - 14:09 WIB

Suryadi Djamil Apresiasi Kapolri Suyudi Ario Seto, Minta Sikat Narkoba hingga ke Pabrik

Selasa, 20 Oktober 2026 - 22:59 WIB

PPD: Pentingnya Pemerataan Kualitas Pendidikan di Berbagai wilayah Indonesia

Selasa, 20 Oktober 2026 - 22:44 WIB

Dari Energi Air ke Pasar Dunia, Inalum Perkenalkan Low Carbon Aluminium Indonesia

Selasa, 20 Oktober 2026 - 11:44 WIB

Ketum Golkar Segera Pecat Ahmad Doli Kurnia dan PAW Dari Senayan

Berita Terbaru