Nyali Kejari Pringsewu Di Uji LSM dan Publik : Beranikah Membongkar Dugaan Penyimpangan Anggaran Sekretariat DPRD Tahun 2025

hayat

- Redaksi

Kamis, 28 Mei 2026 - 05:51 WIB

50198 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pringsewu – Isu dugaan penyimpangan pengelolaan anggaran Sekretariat DPRD Kabupaten Pringsewu untuk tahun anggaran 2025 kian memanas dan menjadi sorotan utama masyarakat serta lembaga swadaya masyarakat (LSM). Kini, bola panas penanganan kasus ini sepenuhnya berada di tangan Kejaksaan Negeri (Kejari) Pringsewu, dan keberanian serta integritas aparat penegak hukum sedang diuji: beranikah mereka membongkar fakta sebenarnya dan menindak tegas siapa pun yang terlibat, tanpa pandang bulu, Kamis,28 mei 2026.

Awal Mula Dugaan: Anggaran Rp25,6 Miliar Penuh Tanda Tanya.

Semua bermula ketika Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Asosiasi Wartawan Internasional (ASWIN) Pringsewu mengungkapkan rincian pengelolaan anggaran Sekretariat DPRD tahun 2025,yang mencapai total Rp25,6 miliar. Angka fantastis ini dinilai sarat kepentingan, tidak wajar, serta berpotensi menjadi sarana praktik korupsi, penggelembungan harga, hingga kerugian keuangan daerah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam dokumen yang diserahkan, tercatat sejumlah pos belanja yang sangat mencurigakan dan jauh melampaui kebutuhan riil maupun harga pasar yang berlaku, antara lain:

1.Perjalanan dinas: Lebih dari Rp12–16 miliar, di antaranya untuk studi banding yang tujuannya sering kali tidak jelas dan dianggap sebagai perjalanan wisata berbiaya negara.

2.Kerja sama media: Rp1,3 miliar, tanpa daftar mitra resmi, naskah perjanjian terbuka, maupun laporan pertanggungjawaban—diduga sebagai biaya penekanan pemberitaan.

3.Konsumsi rapat dan jamuan: Total mencapai Rp1,3 miliar, termasuk pos makan minum rapat umum senilai Rp612 juta dan kebutuhan ruang pimpinan/fraksi ratusan juta rupiah

Baca Juga :  Heroik Empat Pemuda Asal Tanggamus Gagal Kan Aksi Pencurian Di Pringsewu

4.Pembangunan fasilitas: Misal mushola mini senilai Rp400 juta, padahal biaya wajar hanya berkisar Rp80–150 juta.

5.Pengadaan barang lain: Kalender Rp187 juta, pakaian adat dan sipil Rp450 juta, serta pemeliharaan kendaraan dan gedung yang nilainya dinilai membengkak tajam.

Berdasarkan kajian, pola belanja didominasi metode e-purchasing dan pengadaan langsung yang minim transparansi, sehingga mudah dimanipulasi. LSM JATI sebelumnya juga sudah menyoroti kelemahan sistemik pada pengadaan elektronik di lingkungan yang sama yang membuka celah penyimpangan.

Masuk Ranah Hukum : Laporan Resmi Diserahkan.

Pada 4 Mei 2026, DPC ASWIN secara resmi melaporkan dugaan penyimpangan ini ke Kejari Pringsewu bahkan hingga ke Kejaksaan Tinggi Lampung, lengkap dengan dokumen, data, dan bukti pendukung. Pihak kejaksaan mengonfirmasi penerimaan laporan dan menyatakan akan menelaah serta mengkaji seluruh materi secara seksama guna menentukan apakah ada unsur pidana yang dapat ditindaklanjuti.

“Kami akan menelaah dan mengkaji data tersebut secara seksama. Proses hukum akan berjalan sesuai prosedur dan aturan yang berlaku,” ujar perwakilan Kejari Pringsewu saat itu.

Pernyataan ini menjadi pintu awal, namun bagi masyarakat dan LSM, hal itu belum cukup. Mereka menuntut langkah nyata, bukan sekadar kajian administratif yang kemudian berhenti di tengah jalan.

Ujian Nyali dan Integritas Kejari Pringsewu :

Baca Juga :  Wabup Umi Laila Pringsewu Sampaikan Pesan Moral Pada Pengajian Triwulan PAC NU Pagelaran

Bagi publik, penanganan kasus ini bukan sekadar soal satu dugaan penyimpangan anggaran, melainkan menjadi tolok ukur keberanian dan kemandirian penegak hukum di daerah. Pertanyaan besar yang terus bergema di masyarakat: Apakah Kejari Pringsewu berani bertindak adil, meski pihak yang terlibat adalah pejabat atau kelompok berpengaruh?

Tekanan dan harapan terus mengalir. Tokoh masyarakat menegaskan: “Siapapun yang terlibat, harus diproses hukum. Kami menuntut keadilan, transparansi, dan tidak ada perlindungan bagi siapa pun yang merugikan uang rakyat.”

LSM dan elemen masyarakat juga mengingatkan agar proses penelusuran tidak terhalang intervensi pihak mana pun. Mereka berjanji akan terus mengawal perkembangan kasus ini sampai ke akar masalah terungkap dan pelaku bertanggung jawab.

Harapan dan Tuntutan :

Sampai saat ini, publik masih menanti langkah lanjut Kejari Pringsewu. Harapan besar disematkan: agar aparat mampu bekerja profesional, teliti, dan berani mengungkap fakta sejelas-jelasnya. Jika terbukti ada pelanggaran, tuntutan tegas adalah penuntutan pidana, pemulihan kerugian negara, serta reformasi sistem pengelolaan anggaran agar kejadian serupa tidak terulang.

Kini, mata masyarakat tertuju pada kantor Kejari Pringsewu. Apakah mereka akan menjadi penegak hukum yang berani, atau sekadar lembaga yang diam dan membiarkan kasus ini menguap begitu saja? Jawabannya akan menentukan kepercayaan publik terhadap hukum dan pemerintahan di Pringsewu ke depannya, pungkasnya.

(Red)

Berita Terkait

KEJAKSAAN NEGERI PRINGSEWU MUSNAHKAN BARANG BUKTI TINDAK PIDANA YANG TELAH BERKEKUATAN HUKUM TETAP (INKRACHT)
Kejaksaan Negeri Pringsewu Hentikan Penuntutan Perkara Pencurian Melalui Pendekatan Keadilan Restoratif
OKP GPN Provinsi Lampung dan LSM WASPADA Lampung Soroti Temuan LHP BPK RI atas LKPD Pemkab Pringsewu TA 2025, Layangkan Somasi ke Sekda
Dibuka Bupati, Praktisi UMKM di Pringsewu Ikuti Pelatihan Kewirausahaan Mandiri
Jelang Pilkakon Serentak 2026, Komisi I DPRD Pringsewu Pastikan Tahapan Berjalan Sesuai Regulasi
Perubahan APBD Kabupaten Pringsewu 2026 Disahkan
Dipercaya 6 Tahun Jadi Sopir, Pria di Pringsewu Gelapkan Rp50,4 Juta Setoran Ayam untuk Judi Online
Bupati Pringsewu Dorong Pengembangan Mocaf, Kuliner, serta Kambing dan Domba sebagai Potensi UMKM

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 20:20 WIB

Kota Langsa Bangkit Pasca Bencana, Tim Monev Periksa Langsung Progres di Lapangan

Minggu, 27 September 2026 - 01:50 WIB

Bea Cukai Langsa Kenalkan Peran Kepabeanan dan Cukai kepada Mahasiswa UNSAM dan IAIN Langsa

Rabu, 5 Agustus 2026 - 20:39 WIB

Kapolres Langsa Tinjau Bantuan Renovasi Sumur Bor Program Sosial Polri Bersama Ketua Umum Bhayangkari, Perkuat Akses Air Bersih Bagi Masyarakat

Jumat, 7 November 2025 - 20:39 WIB

Sambut Sumpah Pemuda, SEMMI dan Abulyatama Cabang Langsa Curahkan Kepedulian Berbagi Jum’at Berkah!”

Senin, 13 Oktober 2025 - 22:10 WIB

Dalam Rangka Menyemarakkan HUT Pemko Langsa, Pegadaian Syariah dan SEMMI Cabang Langsa Gelar Turnamen Cup Bola Kaki U 12!

Selasa, 12 Agustus 2025 - 22:05 WIB

32 Tim Berlaga, Futsal Piala Dandim 0104/Atim 2025 Jadi Ajang Persaudaraan Pemuda Langsa

Kamis, 1 Mei 2025 - 22:17 WIB

Kolaborasi KAMMI & SEMMI Kota Langsa Dalam Memperingati Hari Buruh

Sabtu, 22 Maret 2025 - 15:44 WIB

SEMMI Cabang Kota Langsa Gelar Sweet Sugar Ramadhan Jilid II

Berita Terbaru