Kaukus Nusantara Desak Pemekaran ALA dan ABAS Jadi Solusi Jaga Keutuhan NKRI Pasca-Kericuhan

WASPADA INDONESIA

- Redaksi

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 21:37 WIB

5026 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KUTACANE WASPADA INDONESIA |  – Koordinator Kaukus Nusantara mengenai pemekaran daerah mendesak Pemerintah Pusat untuk segera mengesahkan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang pembentukan Provinsi Aceh Leuser Antara (ALA) dan Provinsi Aceh Barat Selatan (ABAS).

Tuntutan ini disampaikan langsung oleh Burhan Alpin,
Kepada Waspada Indonesia saptu 16 Agustus 2026 yang juga menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Komite Persiapan Pembentukan Provinsi Aceh Leuser Antara (KP3ALA).

Desakan ini mencuat setelah dirinya melihat perkembangan situasi terkini di Aceh yang dinilai mencoreng wajah bangsa. Peringatan 21 tahun perdamaian Aceh

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Seharusnya berlangsung khidmat, mendadak berubah menjadi rusuh.Kecam Pengusiran Wakapolda dan Penurunan Merah Putih,

Burhan Alpin mengungkapkan kegeramannya atas aksi anarkis yang terjadi di tempat ibadah. Ia menilai insiden tersebut memperlihatkan lemahnya bangsa ini dalam menjaga stabilitas keamanan.”Malu kita di mata nasional dan dunia melihat bagaimana lemahnya bangsa ini dalam menjaga keutuhan NKRI.

Dalam insiden ini Wakapolda Aceh sempat diusir dari tempat mulia Masjid Raya Baiturrahman.

Kejadian ini memancing keributan dengan Aparat Penegak Hukum (APH) melalui aksi menurunkan bendera Merah Putih dan menggantinya dengan bendera GAM yang jelas-jelas sudah dilarang pemerintah,” tutur Alpin

Baca Juga :  Pemkab Aceh Tenggara Gelar Upacara Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2025

Dengan nada geram saat dihubungi awak media.Desak Ketegasan Presiden Prabowo Menjelang Hari Kemerdekaan Mengingat insiden ini terjadi menjelang peringatan Hari Kemerdekaan RI pada 17 Agustus, Alpin meminta ketegasan dari pucuk pimpinan negara. Ia mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk mengambil langkah konkret agar gejolak serupa tidak terus berulang.”

Kami meminta dan mendesak dengan tegas agar Presiden Prabowo berani bersikap tegas. Ini sudah sangat memalukan di saat menjelang bangsa ini memperingati Hari Kemerdekaan 17 Agustus 1945 nanti. Jika dibiarkan, Aceh akan tetap berteriak merdeka lagi,” ujarnya.Sebagai jalan keluar dari konflik yang berkepanjangan, nantinya,

Menawarkan opsi pemekaran wilayah yang diklaim sudah diperjuangkan masyarakat arus bawah sejak puluhan tahun lalu.”Kami menawarkan jalan tengah yang sudah puluhan tahun diperjuangkan sejak tahun 1999, yaitu agar Aceh segera dimekarkan demi menjaga agar NKRI tetap utuh. Atau, apakah harus menunggu kami dari ALA dan ABAS untuk ikut-ikutan meminta merdeka?” tegas Alpin.Kritik Ketidakadilan Ketatapan Pusat dan DaerahLebih lanjut,

Lanjutnya, Alpin menilai adanya ketimpangan pembangunan dan perhatian, baik dari pemerintah pusat maupun pemerintah provinsi terhadap wilayah pedalaman serta pesisir barat selatan Aceh. Jarak geografis yang jauh dan perbedaan adat istiadat menjadi alasan kuat mengapa pemekaran ini sudah bersifat darurat.”Pemerintah Pusat dinilai tidak adil terhadap Provinsi Aceh sejak dulu, dan Pemerintah Provinsi lebih tidak adil lagi terhadap pemerintah kabupaten di wilayah kami di pedalaman dan pesisir barat selatan. Karena rentang kendali yang sangat jauh serta adat istiadat yang berbeda

Baca Juga :  Terkait Laporan Plt Pengulu Lawe Konker Agara: Bupati Lsm LIRA Indonesia Fazriansyah Sampaikan Pernyataan

sudah sewajar dan selayaknya Pemerintah Pusat segera mengesahkan RUU tersebut sebelum Aceh lepas dan Indonesia bubar,” jelasnya.Ia juga membandingkan kebijakan pemerintah pusat di wilayah lain, seperti Papua, yang dinilai jauh lebih mudah mendapatkan status

Pemekaran daerah tanpa birokrasi yang berbelit-belit.”Kenapa daerah lain seperti Papua bisa dipecah menjadi beberapa provinsi tanpa permintaan masyarakatnya dan tanpa syarat yang lengkap? Tapi ketika kami diperlakukan tidak adil oleh pusat dan provinsi, Jakarta diam saja. Haruskah kami pun ikut teriak merdeka, atau mekarkan Aceh sekarang juga!” pungkas Alpin menutup pernyataannya.

Laporan Salihan Beruh

Berita Terkait

Kepala Sekolah di Aceh Tenggara Laporkan Istri dan Guru SD Atas Dugaan Perselingkuhan
Dua Jam Berselang, Pengembangan Satresnarkoba Polres Aceh Tenggara Berbuah Hasil, Pemasok Sabu Berhasil Diamankan
Dr. Yusrizal Hasbi: Unggahan Fb Yang Ancam Wartawan Agara Langgar UU Pers dan KUHP Baru
Emak-emak di Lawe Penanggalan Blokir Jalan Tuntut Kepastian Bantuan Pascabencana
Bantuan Bencana Hidrometeorologi Belum Turun, Korban di Aceh Tenggara Gelar Aksi Protes
Aceh Tenggara Mendesak Program Strategis Mitigasi Bencana dan Irigasi untuk Ketahanan Pangan
Kepala MTsN 1 Aceh Tenggara Diduga Simpan Penyimpangan Dana BOS, Kemenag Tegaskan Siap Proses Hukum
Usai Kebakaran, Pesantren Darul Mukhlasin Aceh Tenggara Terima Bantuan Pemerintah dan Polri

Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 14:56 WIB

Semangat Kemerdekaan Membara, Kaum Ibu Dusun Neupet Meriahkan HUT ke-81 RI dengan Lomba Lompat Karpet

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 12:02 WIB

Sambut HUT ke-81 RI, SDN Babah Krung Gelar Lomba Cerdas Cermat Antar Kelas

Jumat, 14 Agustus 2026 - 12:43 WIB

Sambut HUT ke-81 RI, Ratusan Warga Meunasah Teungoh Gelar Gotong Royong

Jumat, 14 Agustus 2026 - 12:06 WIB

HUT ke-81 RI Jadi Momentum, Polsek Kuala Pesisir Pererat Kedekatan dengan Masyarakat

Jumat, 14 Agustus 2026 - 11:50 WIB

Jelang HUT RI ke-81, Paskibra Seunagan Timur Intensifkan Latihan Pengibaran Bendera

Kamis, 13 Agustus 2026 - 19:43 WIB

Perkuat Produktivitas Nelayan Abdya, Jamaluddin Idham Salurkan Bantuan Alat Tangkap,

Rabu, 12 Agustus 2026 - 12:19 WIB

3.000 Bendera Merah Putih Dibagikan, Pemkab Nagan Raya Kobarkan Semangat Kemerdekaan

Selasa, 11 Agustus 2026 - 23:03 WIB

Semarak HUT RI ke-81, Dusun Neupet Gelar Aneka Lomba, Dibuka Wakil Ketua DPRK Nagan Raya

Berita Terbaru