ACEH TENGGARA — Suasana penuh haru menyertai peluncuran inovasi Layak SAH 5 Dapil & 3T yang berlangsung di Kecamatan Bambel, Kabupaten Aceh Tenggara, Rabu (7/10/2026). Kegiatan yang dihadiri oleh warga setempat ini menghadirkan pemandangan menyentuh, ketika seorang ibu terlihat membawa bayinya demi mengurus administrasi kependudukan untuk keluarganya.
Momen tersebut menjadi gambaran jelas tentang perjuangan warga, khususnya kaum ibu, dalam memenuhi hak-hak administrasi kependudukan. Dalam suasana yang tidak selalu mudah, sang ibu tetap mengikuti seluruh proses pelayanan, sambil menggendong bayinya, agar dokumen kependudukan sang anak dapat segera diterbitkan.
Bagi banyak orang, dokumen kependudukan seringkali dianggap sekadar dokumen administratif. Namun, bagi keluarga seperti ibu tersebut, dokumen itu menjadi kunci masa depan anaknya, mulai dari urusan pendidikan, kesehatan, hingga akses terhadap berbagai pelayanan publik lainnya. Upaya sang ibu menunjukkan pentingnya pelayanan administrasi yang mudah dijangkau dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kehadiran inovasi Layak SAH 5 Dapil & 3T ini diharapkan dapat menjadi solusi nyata atas masalah keterbatasan akses yang selama ini dihadapi oleh masyarakat pedesaan dan wilayah terluar di Aceh Tenggara. Melalui program tersebut, layanan administrasi kependudukan kini dapat diakses lebih dekat, cepat, dan terjangkau oleh warga, tanpa harus menempuh perjalanan jauh ke ibu kota kabupaten.
Peluncuran program Layak SAH 5 Dapil & 3T ini mendapat apresiasi dari masyarakat yang hadir. Banyak di antara mereka sebelumnya mengalami kendala jarak, waktu, dan biaya saat mengurus dokumen resmi. Dengan adanya pelayanan yang hadir langsung ke tengah-tengah pemukiman warga, mereka berharap pengurusan administrasi akan semakin mudah dan merata.
Di balik setiap proses pelayanan publik, tersimpan kebutuhan dan harapan masyarakat yang ingin hak-haknya sebagai warga negara terpenuhi. Perjuangan ibu-ibu yang membawa anak saat mengurus administrasi menjadi bukti bahwa layanan kependudukan yang mudah diakses merupakan kebutuhan mendesak bagi masyarakat, bukan sekadar formalitas.
Inovasi pelayanan ini diharapkan terus berlanjut dan dapat memberikan manfaat nyata bagi seluruh lapisan masyarakat Aceh Tenggara, terutama mereka yang selama ini menghadapi berbagai keterbatasan.
Laporan : Salihan Beruh


































