Generasi Muda Peduli Kebijakan Publik

WASPADA INDONESIA

- Redaksi

Selasa, 7 November 2023 - 04:44 WIB

50288 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta — Luasnya ruang berekspresi untuk para generasi muda melalui ragam sosial media, menjadi salah satu wadah mencurahkan pemikiran termasuk pemikiran tentang kebijakan pemerintah. Kebijakan pemerintah telah mengambil banyak perhatian para generasi muda, baik untuk dianalisa maupun dievaluasi. Namun demikian, dalam melakukan analisa dan evaluasi terhadap kebijakan publik, ada koridor-koridor yang perlu diperhatikan oleh generasi muda agar hasil dari analisa dan evaluasi tersebut tidak sekedar asumsi.

Rima Baskoro sebagai advokat dan peneliti kebijakan publik mengapresiasi semangat generasi muda yang melakukan analisa dan evaluasi kebijakan publik. Menurut Rima, ini adalah salah satu bentuk check and balances yang penting dilakukan dalam sistem tata negara. “Menganalisa dan mengevaluasi kebijakan publik harus didukung dengan data-data yang akurat, tolak ukur yang valid, dan pengelompokan persoalan yang tepat. Salah satu faktor evaluasi yang penting dilakukan, selain evaluasi terhadap substansi dari kebijakan publik itu sendiri, adalah ketepatan proses penyusunan kebijakan publik tersebut.”, demikian disampaikan Rima setelah menyelesaikan diskusi daring yang dilaksanakan oleh Preposisi tanggal 4 November 2023 bertajuk “Membangun Daya Kritis Terhadap Kebijakan Pemerintah”.

Baca Juga :  Syukuran Relawan Partai UKM, H Bustan Pinrang: Kita Syukuri Kemenangan Prabowo Gibran Untuk Indonesia Maju

Ditemui di waktu yang sama, Theofransus Litaay selaku Tenaga Ahli Utama Kedeputian V Kantor Staf Presiden RI juga menjelaskan bahwa untuk menilai efektifitas dan efisiensi kebijakan publik perlu dilakukan dengan metode teknokratis, salah satunya didasarkan pada data-data yang valid. “Dari persoalan yang muncul di masyarakat, pembuat kebijakan publik akan menentukan skala prioritas, persoalan mana yang harus segera diselesaikan. Dari skala prioritas penentuan persoalan inilah efektifitas dan efisiensi kebijakan pemerintah dapat ditakar.”, demikian ditambahkan Theofransus Litaay saat diskusi daring Preposisi bertajuk “Membangun Daya Kritis Terhadap Kebijakan Pemerintah” pada 4 November 2023.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Acara diskusi daring Preposisi ini bertujuan untuk menumbuhkan kepedulian terhadap negara, meningkatkan kesadaran politik, dan membekali generasi muda dengan daya kritis terhadap kebijakan pemerintah. Narasumber dalam diskusi ini adalah Theofransus Litaay. S.H., L.LM., PhD dari Kedeputian V Kantor Staf Presiden RI dan Rima Baskoro, S.H., MPPM., ACIArb. selaku advokat dan peneliti kebijakan publik. Nathalia Mahuddin, S.E., ME., selaku ketua Preposisi menyampaikan bahwa kebijakan publik yang tepat sangat dibutuhkan dalam rangka menyongsong Indonesia Emas 2045. “Maka dibutuhkan kesadaran kritis semua elemen masyarakat terhadap jalannya proses implementasi sebuah kebijakan publik dan ketepatan kebijakan yang efektif dan efisien”, demikian ditambahkan Nathalia.

Baca Juga :  Sinergitas Lapas Kelas II A Cikarang dan PT.Glory Karsa Abadi Hasilkan Produk Unggulan Lunch Box

Diskusi yang dilaksanakan selama lebih dari 2 jam ini mengupas banyak hal mengenai teknis dasar evaluasi kebijakan Pemerintah hingga efektifitas dan efisiensi kebijakan Pemerintah. Diikuti oleh peserta yang kebanyakan generasi muda dan lebih dari 25 peserta ini, diskusi berjalan interaktif pada saat proses tanya-jawab terkait teori maupun praktik evaluasi kebijakan publik.

Berita Terkait

Prof DR Sutan Nasomal : Jangan Tidak Peka Presiden RI Dengan Air Mata Rakyat Akibat Di Bakarnya Hutan
26 Tahun HIMLAB Raya Jakarta: Abdul Manaf Siregar Resmi Pimpin Organisasi, Bawa Semangat Baru Mahasiswa Labuhanbatu di Perantauan
Rakerwil GPA Sultra Perkuat Kaderisasi, Gerakan Sosial, Dan Kemandirian Ekonomi Pemuda Konawe Utara
Prof. Dr. Sutan Nasomal Bela Pemkab Siak di Tengah Tekanan APBD: Jangan Terburu-buru Salahkan Bupati Afni, Rakyat Harus Tetap Jadi Prioritas!
Petugas Rutan Jakarta Pusat Gagalkan Upaya Penyelundupan Barang Terlarang Dduga ETOMIDATE
Suryadi Djamil Apresiasi Kapolri Suyudi Ario Seto, Minta Sikat Narkoba hingga ke Pabrik
PPD: Pentingnya Pemerataan Kualitas Pendidikan di Berbagai wilayah Indonesia
Dari Energi Air ke Pasar Dunia, Inalum Perkenalkan Low Carbon Aluminium Indonesia

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 18:26 WIB

Satresnarkoba Polres Aceh Tenggara Amankan Dua Pria di Ketambe, 10 Paket Sabu Disita

Senin, 26 Oktober 2026 - 02:58 WIB

18 Alat Berat Bantuan Pusat untuk Aceh Tenggara Rusak, Bupati Ngamuk: Jalan Baru Ditimbun Sudah Amblas Lagi

Minggu, 25 Oktober 2026 - 19:49 WIB

Banjir Kembali Rendam Desa Kuning I, Tanggul Menipis Warga Khawatir Gagal Panen dan Rumah Terendam

Minggu, 25 Oktober 2026 - 19:23 WIB

Tak Hujan Pun Banjir, Warga Desa Kuning 1 Kecewa Berat ke Pemerintah Aceh dan Titip Harapan ke Gubernur Jawa Barat KDM

Minggu, 25 Oktober 2026 - 00:47 WIB

Dari Persembunyian di Desa Simpang Semadam Hingga Meninggal di Rumah Sakit, Ada Apa Dalam 24 Jam Terakhir Hidupnya Ical

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 21:49 WIB

Buron 19 Bulan, Narapidana Lapas Kutacane Ditangkap di Rumahnya di Simpang Semadam

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 21:09 WIB

Yahdi Hasan Kawal Langsung Pemulangan Jenazah Warga Asal Aceh Tenggara dari Malaysia hingga Tiba di Kualanamu

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 01:31 WIB

Sidang Kedua Dugaan Korupsi Proyek Jembatan Silayakh Jilid II Agara Digelar, Jaksa Agendakan Pemeriksaan Saksi

Berita Terbaru