Kadis Sosial Aceh Tenggara Hadiri Rakornas Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional di Jakarta

WASPADA INDONESIA

- Redaksi

Kamis, 13 November 2025 - 23:10 WIB

50330 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA |  Kepala Dinas Sosial Aceh Tenggara, Bahagia Wati, menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) tentang Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) yang diselenggarakan oleh Kementerian Sosial dan Badan Pusat Statistik di Jakarta, Kamis (13/11). Rakornas bertema Statistik untuk Keadilan Sosial ini menjadi ajang penting untuk memperkuat konsolidasi data sosial demi mendukung implementasi kebijakan yang akurat, adil, dan menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

Kegiatan ini menghadirkan sejumlah pejabat tinggi negara, termasuk Menteri Sosial, Wakil Menteri Sosial, Sekretaris Jenderal Kemensos, Kepala Badan Pusat Statistik, Kepala Sekretariat Kabinet, serta para Kepala Dinas Sosial dan Kepala BPS dari seluruh provinsi dan kabupaten/kota di Indonesia. Forum ini menjadi bukti keseriusan pemerintah pusat dan daerah dalam upaya menyelaraskan basis data kesejahteraan sosial yang terintegrasi secara nasional.

Kadis Sosial Aceh Tenggara menyampaikan pentingnya kehadiran daerah dalam forum ini sebagai bentuk komitmen mendukung kebijakan berbasis data yang dirancang untuk meningkatkan efektivitas penanganan perlindungan sosial. “Tujuan utama dari rapat koordinasi ini adalah untuk memastikan data statistik sosial digunakan secara akurat dan tepat sasaran demi terwujudnya keadilan sosial di Indonesia,” ujarnya melalui pesan singkat, Kamis sore (13/11).

Baca Juga :  Kembali Meraih Prestasi, Lapas Narkotika Kanwil Kemenkumham DKI Jakarta Sabet 2 Penghargaan dari KPPN Jakarta V

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Bahagia Wati, Rakornas DTSEN ini diharapkan mampu memperkuat proses konsolidasi dan pemutakhiran data penerima bantuan sosial agar menjadi lebih valid, akuntabel, serta transparan. Dengan data yang lebih akurat, program-program strategis pemerintah di bidang perlindungan sosial dipercaya dapat menjangkau masyarakat yang benar-benar membutuhkan secara lebih efektif.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa selama ini persoalan tumpang tindih data, ketidaksesuaian sasaran bantuan, hingga keterlambatan distribusi menjadi tantangan yang kerap muncul di lapangan. Oleh karena itu, DTSEN menjadi tonggak penting sebagai satu data yang akan menjadi referensi tunggal dalam seluruh kebijakan penyaluran bantuan sosial di tingkat nasional hingga daerah.

Rapat koordinasi ini juga menjadi panggung dialog antar instansi pusat dan daerah untuk menyamakan persepsi seputar tata kelola data perlindungan sosial, mulai dari metodologi pendataan hingga mekanisme pemutakhiran. Pemerintah daerah didorong untuk aktif terlibat dalam menyumbang validitas data di lapangan, dengan melibatkan pemerintahan desa dan kelurahan sebagai ujung tombak pendataan riil masyarakat.

Baca Juga :  SWI Ingatkan Pemerintah: Jangan Jadikan PWI Satu-satunya Mitra, Pers Harus Merdeka dan Berdaulat

Implementasi DTSEN, sebagaimana dijabarkan dalam forum, akan menjadi landasan perumusan program bantuan sosial tahun-tahun mendatang agar benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat rentan seperti lanjut usia, penyandang disabilitas, keluarga miskin, maupun kelompok marginal lainnya.

Kementerian Sosial bersama BPS juga menyampaikan komitmen untuk terus membangun sistem data yang responsif terhadap perubahan sosial-ekonomi dan mampu mendeteksi dinamika kesejahteraan masyarakat secara real-time. Hal ini dinilai penting dalam mendukung respons cepat pemerintah terhadap isu-isu sosial dan ekonomi di tengah ketidakpastian global dan tantangan pascapandemi.

Kehadiran Kepala Dinas Sosial dari daerah seperti Aceh Tenggara dinilai sangat strategis dalam membawa aspirasi lokal ke tingkat pusat, serta menjadi bagian dari penguatan sinergi antara pemerintahan pusat dan daerah sebagai satu kesatuan dalam menciptakan kebijakan sosial yang inklusif dan berkeadilan. Pemerintah berharap, upaya ini mampu meningkatkan kualitas intervensi sosial, mengurangi ketimpangan, dan pada akhirnya memperkuat fondasi keadilan sosial di Indonesia.

Laporan : Salihan Beruh

Berita Terkait

Transparansi Anggaran Seleksi PT SPRH Disorot AMRJ
Pengamat Apresiasi Polres Cimahi Bongkar Home Industry Tembakau Sintetis, Ratusan Ribu Jiwa Diselamatkan
Sekjen PP GP AL Washliyah: Pernyataan AHY Adalah Edukasi Demokrasi, Jangan Diartikan Sebagai Ambisi Politik 2029
Inalum Perkuat Penanganan Karhutla di Mempawah-Kalimantan Barat, 60 Relawan Grup MIND ID Diterjunkan ke Sekitar Wilayah Operasional BAI
Aksi di Depan KPK, GMPB Soroti Dugaan Pemotongan Insentif Bappenda Bogor
Inalum Naik Kelas ke idAA/Stable, Tegaskan Ketangguhan Fundamental di Tengah Ketidakpastian Global
Aktivis Nasional Dedi Siregar: Bendera Identitas di Samarinda Bukan Serta-Merta Simbol Separatisme, Apresiasi Respons Cepat Pangdam VI/Mulawarman
BNN dan Polri Bekuk Gembong Narkoba Kampung Bahari, PW GP Al Washliyah Bukti Kolaborasi BNN Tak Beri Ruang untuk Bandar Narkoba

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 22:27 WIB

Pelajar 16 Tahun Diamankan Polisi, Diduga Terlibat Kasus Persetubuhan terhadap Anak di Pringsewu

Rabu, 9 September 2026 - 17:57 WIB

Pemkab Pringsewu Salurkan Bantuan 21,63 Ton Beras Kepada Masyarakat Banyuwangi

Selasa, 8 September 2026 - 13:41 WIB

Bupati Pringsewu Jawab Pemandangan Umum Fraksi-fraksi DPRD Terkait Rancangan Perubahan APBD 2O26

Senin, 7 September 2026 - 20:23 WIB

Bupati Pringsewu Sampaikan Rancangan Perubahan APBD

Jumat, 4 September 2026 - 13:36 WIB

Mantan Kabag Humas Pringsewu Dwi Murniati Fitri Meninggal Dunia di Usia 66 Tahun

Kamis, 3 September 2026 - 14:17 WIB

Wabup Pringsewu Turun Langsung ke Pasar Pagelaran, Sapa Warga & Kendalikan Harga Pangan

Rabu, 2 September 2026 - 20:05 WIB

Si Jago Merah Lalap Satu Hektar Lahan Perkebunan Jati di Ambarawa, Pringsewu

Selasa, 1 September 2026 - 19:47 WIB

Pemkab Pringsewu Adakan Pembinaan SPIP Terintegrasi 2026

Berita Terbaru

BANDA ACEH

MBG Jangan Jadi Eksperimen: SPPG Ditinggalkan, Kantin Dipaksakan

Kamis, 10 Sep 2026 - 22:45 WIB