Pengadaan Baju Linmas Pemilu di Agara Beraroma Korupsi “Apdesi Kabupaten Ikut Disrseret”

WASPADA INDONESIA

- Redaksi

Kamis, 4 April 2024 - 09:23 WIB

50276 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kutacane – Pengadaan seragam (baju) seragam untuk Satuan Perlindungan Masyarakat (Linmas) Pemilu di Kabupaten Aceh Tenggara (Agara) tahun 2024 yang telah usai digelar beberapa bulan lalu diduga bermasalah, dan ada potensi terjadinya korupsi. Bahkan oknum pengurus Asosiasi Kepala Desa Indonesia (APDESI) kabupaten setempat ikut terseret dalam pengadaan baju linmas tersebut.

Dijelaskan bahwa seragam Linmas yang sudah dibagikan ke desa kepada seluruh anggota Linmas menurut informasi diduga tidak sesuai dengan spesifikasi harga satuan atau indikasi mar up harga.

Menurut sumber media ini, Parahnya sistem pengadaan seragam itu harganya terlalu mahal. Sedangkan jumlah seragam yang dibeli sebanyak 1.452 stel.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kemudian hal ini justru melanggar ketentuan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor : 11 Tahun 2023 tentang Sarana – Prasarana bagi satuan tugas Perlindungan Masyarakat dan Satuan Perlindungan Masyarakat.

Pengadaan seragam anggota Linmas se-Kabupayen Aceh Tenggara dianggarkan senilai 2.323.000.000 atau sebesar Rp 2,3 Milyar bersumber dari APBDES Pemkab Agara Tahun Anggaran (TA) 2024, dengan nama paket proyek Belanja Pakaian Dinas Lapangan (PDL) diduga pula sarat KKN (Korupsi, Kolusi & Nepotisme). Papar sumber media ini.

Baca Juga :  Toilet Disdukcapil Aceh Tenggara Bobrok, Publik Pertanyakan Pengawasan dan Pengelolaan Dana

Terlebih lagi proyek pengadaan seragam baru Linmas ini tidak melalui proses tender atau lelang secara terbuka, namun sebaliknya diketahui metode pelaksanaan proyek ini secara E-Purchasing, dengan spesifikasi pekerjaan yakni Pakaian Kerja Lapangan Satlinmas dan proyek ini diketahui di bawah naungan Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) Kabupaten Aceh Tenggara. Sambung nya.

Informasi yang dihimpun kasus ini pun kini mulai mencuat, karena berawal dari adanya temuan di salah satu desa Kecamatan Bambel, salah seorang anggota Linmas desa Bambel setempat. Sempat bingung dan protes karena seragam baru Linmas warna hijau yang diberikan itu justru tidak cocok dengan ukuran tubuh anggota Linmas tersebut.

“Ukuran seragam yang diberikan itu tak pas atau kekecilan sehingga sebagian ukuran seragam tersebut tak bisa digunakan oleh anggota Linmas di kelurahan.

Namun sangat ironis bahwa dalam pengadaan baju linmas tersebut, kini nama organisasi Apdesi kabupaten Aceh Tenggara ikut di seret. Bahkan mereka diduga ikut langsung mengadakan pakaian linmas itu. Sebagian desa memang ada yang tidak ikut. Akan tetapi kebanyakan desa ikut dengan pihak APDESI.

Baca Juga :  Aktivis GMNI Agara Apresiasi Kinerja Kejari Agara Ungkap Kasus Korupsi, Desak Penyelidikan Perjalanan Dinas Inspektorat

Terkait pengadaan baju linmas tersebut, Ketua Apdesi kabupaten Aceh Tenggara, Muslim dikonfirmasi Kamis (4/4/24) belum bisa memberikan keterangan. Karena hp android beliau saat dihubungi tidak aktif.

Pada sisi lain Kasri Selian, Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRK Aceh Tenggara, menegaskan dan menyarankan kepada pihak aparat penegak hukum untuk secepatnya bisa mengusut pengadaan baju linmas tersebut. Karena ada potensi kerugian negara, yang dianggarkan dari desa. Serta mengaudit seluruh item penggunaan dana desa untuk pengadaan baju linmas.

Jika dalam pengadaan ada potensi kerugian negara atau menyalahi aturan, agar dapat diproses sesuai hukum yang berlaku.

“Karena setahu saya, duit untuk pembelian baju linmas itu di ambil dari dana desa (DD), itu tidak bisa digunakan. Karena saya juga mengendus beberapa item kegiatan banyak dititipkan dari dana desa pada tahun ini.

janganlah kita memakan bawah, kalau bisa memakan atas, dikarenakan anggaran di peruntukan untuk masyarakat yang ada di Aceh Tenggara,” ujarnya.

“Sekali lagi saya memohon kepada Aparat Penegak Hukum untuk mengaudit dana pembelian baju linmas itu secepatnya, agar kepala desa tidak bertanya-tanya dengan anggaran tersebut,” pungkasnya.[Hidayat]

Berita Terkait

Bupati Aceh Tenggara Tutup Pintu Rapat untuk Tegakkan Disiplin Pejabat
Anak Curi Motor Milik Orang Tua, Polres Aceh Tenggara Tangkap MRH di Lawe Sigala-Gala
Polres Aceh Tenggara Musnahkan 4,6 Ganja dan 90,97 Gram Sabu
Wakil Bupati Aceh Tenggara Tinjau Pembangunan Jembatan Sementara Pascabanjir di Desa Mbarung
Polsek Bambel Respon Cepat, Lakukan Pengamanan Banjir di Desa Kuning I, Jalan Nasional Sempat Tergenang Air
Program P3-TGAI Mengalirkan Harapan Baru Bagi Pettani Aceh Tenggara
Wujud Komitmen Nyata, Polres Aceh Tenggara Musnahkan Ratusan Gram Sabu dan Ganja
Ratusan Warga Kutambaru Bercawan Dukung Sahidil Ahmad Maju Pilkades

Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 12:57 WIB

Bersatu dalam Semangat Kemerdekaan, Muspika Sungai Mas, Masyarakat dan RAPI Gelar Pawai Bendera

Sabtu, 25 Juli 2026 - 17:13 WIB

Bakti Brimob untuk Negeri, Jembatan Penghubung Desa Sikundo Mulai Dibangun

Rabu, 15 Juli 2026 - 21:01 WIB

​​Perkuat Silaturahmi, Unsur Muspika Sungai Mas Gelar Temu Ramah dengan Kapolsek Baru

Sabtu, 6 Juni 2026 - 16:05 WIB

Menwa UTU Gelar Latihan Menembak di Lapangan Tembak Yonif 116/GS. Guna Untuk Asah Ketangkasan Dan Kedisiplinan

Kamis, 21 Mei 2026 - 16:53 WIB

TMMD Ke-128 Kodim Abdya Rampung, Infrastruktur dan Ketahanan Pangan Jadi Prioritas

Jumat, 8 Mei 2026 - 17:36 WIB

Brimob Polda Aceh Batalyon C Pelopor bersama Tem Gabungan Temukan Senjata Tajam dan HP Lapas Kelas IIB Meulaboh,

Jumat, 8 Mei 2026 - 08:28 WIB

Jamaluddin Idham Anggota DPR RI Komisi IV Sidak Gudang Perum Bulog Meulaboh

Selasa, 10 Maret 2026 - 22:04 WIB

DPD LPSA Aceh Barat Gelar Buka Puasa Bersama Dan Pembagian Takjil

Berita Terbaru

PRINGSEWU

Pemkab Pringsewu Gelar Lomba Pariwara Antikorupsi

Jumat, 11 Sep 2026 - 09:05 WIB

BANDA ACEH

MBG Jangan Jadi Eksperimen: SPPG Ditinggalkan, Kantin Dipaksakan

Kamis, 10 Sep 2026 - 22:45 WIB