Pengadaan Baju Linmas Pemilu di Agara Beraroma Korupsi “Apdesi Kabupaten Ikut Disrseret”

WASPADA INDONESIA

- Redaksi

Kamis, 4 April 2024 - 09:23 WIB

50258 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kutacane – Pengadaan seragam (baju) seragam untuk Satuan Perlindungan Masyarakat (Linmas) Pemilu di Kabupaten Aceh Tenggara (Agara) tahun 2024 yang telah usai digelar beberapa bulan lalu diduga bermasalah, dan ada potensi terjadinya korupsi. Bahkan oknum pengurus Asosiasi Kepala Desa Indonesia (APDESI) kabupaten setempat ikut terseret dalam pengadaan baju linmas tersebut.

Dijelaskan bahwa seragam Linmas yang sudah dibagikan ke desa kepada seluruh anggota Linmas menurut informasi diduga tidak sesuai dengan spesifikasi harga satuan atau indikasi mar up harga.

Menurut sumber media ini, Parahnya sistem pengadaan seragam itu harganya terlalu mahal. Sedangkan jumlah seragam yang dibeli sebanyak 1.452 stel.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kemudian hal ini justru melanggar ketentuan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor : 11 Tahun 2023 tentang Sarana – Prasarana bagi satuan tugas Perlindungan Masyarakat dan Satuan Perlindungan Masyarakat.

Pengadaan seragam anggota Linmas se-Kabupayen Aceh Tenggara dianggarkan senilai 2.323.000.000 atau sebesar Rp 2,3 Milyar bersumber dari APBDES Pemkab Agara Tahun Anggaran (TA) 2024, dengan nama paket proyek Belanja Pakaian Dinas Lapangan (PDL) diduga pula sarat KKN (Korupsi, Kolusi & Nepotisme). Papar sumber media ini.

Baca Juga :  Diduga Manipulasi Daftar Kehadiran, Kepala SMPN 6 Lawe Alas Dituding Tutupi Ketidakhadiran Guru Paruh Waktu

Terlebih lagi proyek pengadaan seragam baru Linmas ini tidak melalui proses tender atau lelang secara terbuka, namun sebaliknya diketahui metode pelaksanaan proyek ini secara E-Purchasing, dengan spesifikasi pekerjaan yakni Pakaian Kerja Lapangan Satlinmas dan proyek ini diketahui di bawah naungan Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) Kabupaten Aceh Tenggara. Sambung nya.

Informasi yang dihimpun kasus ini pun kini mulai mencuat, karena berawal dari adanya temuan di salah satu desa Kecamatan Bambel, salah seorang anggota Linmas desa Bambel setempat. Sempat bingung dan protes karena seragam baru Linmas warna hijau yang diberikan itu justru tidak cocok dengan ukuran tubuh anggota Linmas tersebut.

“Ukuran seragam yang diberikan itu tak pas atau kekecilan sehingga sebagian ukuran seragam tersebut tak bisa digunakan oleh anggota Linmas di kelurahan.

Namun sangat ironis bahwa dalam pengadaan baju linmas tersebut, kini nama organisasi Apdesi kabupaten Aceh Tenggara ikut di seret. Bahkan mereka diduga ikut langsung mengadakan pakaian linmas itu. Sebagian desa memang ada yang tidak ikut. Akan tetapi kebanyakan desa ikut dengan pihak APDESI.

Baca Juga :  Dispora Aceh Tenggara Diduga Gelapkan Anggaran 2024, Kegiatan Minim dan Realisasi Keuangan Buram

Terkait pengadaan baju linmas tersebut, Ketua Apdesi kabupaten Aceh Tenggara, Muslim dikonfirmasi Kamis (4/4/24) belum bisa memberikan keterangan. Karena hp android beliau saat dihubungi tidak aktif.

Pada sisi lain Kasri Selian, Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRK Aceh Tenggara, menegaskan dan menyarankan kepada pihak aparat penegak hukum untuk secepatnya bisa mengusut pengadaan baju linmas tersebut. Karena ada potensi kerugian negara, yang dianggarkan dari desa. Serta mengaudit seluruh item penggunaan dana desa untuk pengadaan baju linmas.

Jika dalam pengadaan ada potensi kerugian negara atau menyalahi aturan, agar dapat diproses sesuai hukum yang berlaku.

“Karena setahu saya, duit untuk pembelian baju linmas itu di ambil dari dana desa (DD), itu tidak bisa digunakan. Karena saya juga mengendus beberapa item kegiatan banyak dititipkan dari dana desa pada tahun ini.

janganlah kita memakan bawah, kalau bisa memakan atas, dikarenakan anggaran di peruntukan untuk masyarakat yang ada di Aceh Tenggara,” ujarnya.

“Sekali lagi saya memohon kepada Aparat Penegak Hukum untuk mengaudit dana pembelian baju linmas itu secepatnya, agar kepala desa tidak bertanya-tanya dengan anggaran tersebut,” pungkasnya.[Hidayat]

Berita Terkait

Sinergi untuk Aceh Tenggara yang Aman, Kapolres Agara Gelar Temu Ramah Bersama Wartawan dan LSM
Sinergi untuk Aceh Tenggara yang Aman, Kapolres Agara Gelar Temu Ramah Bersama Wartawan dan LSM
Dugaan Skandal Dana Ketahanan Pangan di Lembah Haji Semakin Menguat, APH Didesak Buka Siapa Penerima dan Pengendalinya
Diduga Sarat Mark-Up dan Fiktif, Pegiat Anti-Korupsi Desak Kejari Aceh Tenggara Usut Dana Desa Perdomoan II
BPK Temukan Kekurangan Volume Pekerjaan pada 31 Proyek di Aceh Tenggara, Potensi Kerugian Rp 604 Juta
Grasstrack Kapolres Agara Sukses Digelar, Semangat Bhayangkara dan Prestasi Berpacu di Sirkuit IMI Aceh Tenggara
Pelukan Terakhir di Bumi Sepakat Segenep, Kapolres Aceh Tenggara Berpamitan kepada Purnawirawan
Ruangan Staf Dan Ruangan Arsip di Kantor KUA Babussalam Sangat butuh Untuk Drenopasi

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 19:11 WIB

Nyalip di Tikungan, Pemotor di Pringsewu Tewas Usai Tabrak Truk Pengangkut Pasir

Senin, 27 Juli 2026 - 18:31 WIB

Pemkab Pringsewu Kembali Gelar Seleksi Magang Ke Jepang

Minggu, 26 Juli 2026 - 18:05 WIB

Wabup Umi Laila Pringsewu Sampaikan Pesan Moral Pada Pengajian Triwulan PAC NU Pagelaran

Selasa, 21 Juli 2026 - 18:48 WIB

Pansus DPRD Pringsewu Dorong Restrukturisasi OPD yang Efisien dan Tepat Fungsi

Selasa, 14 Juli 2026 - 18:41 WIB

Kejari Pringsewu Tetapkan Dua Tersangka Korupsi Pendataan SPPT PBB-P2, Kerugian Negara Rp1,1 Miliar

Senin, 13 Juli 2026 - 13:18 WIB

Pemkab & Kantah Pringsewu Gelar Rakor Reforma Agraria 2026

Minggu, 12 Juli 2026 - 07:32 WIB

Wakil Bupati Pringsewu Umi Laila Ajak Umat Islam Jaga Persatuan

Sabtu, 11 Juli 2026 - 20:38 WIB

Ratusan Pembalap Mobil Serbu Sirkuit Non Permamen Komplek Pemkab Pringsewu

Berita Terbaru

PRINGSEWU

Pemkab Pringsewu Kembali Gelar Seleksi Magang Ke Jepang

Senin, 27 Jul 2026 - 18:31 WIB