BANDAR LAMPUNG – Pelarian sindikat pencurian kendaraan bermotor (curanmor) bersenjata yang menewaskan Bripka Anumerta Arya Supena berakhir di ujung peluru petugas.
Tim Gabungan Polda Lampung melumpuhkan dua tersangka utama dalam operasi senyap yang berlangsung di dua lokasi berbeda, Jumat (15/5/2026).
Satu tersangka berinisial B (Bahroni), yang merupakan eksekutor penembakan, dinyatakan tewas setelah terlibat baku tembak dengan petugas di wilayah pesisir Teluk Hantu, Pesawaran. Sementara satu rekan lainnya, H (Hamli), berhasil diamankan meski harus menerima tindakan tegas dan terukur.
Perburuan Lintas Wilayah
Kapolda Lampung, Irjen Pol. Helfy Assegaf, mengungkapkan bahwa penangkapan ini merupakan hasil pengembangan intensif selama sepekan terakhir. Titik terang muncul saat petugas mengidentifikasi keberadaan Hamli di Lampung Timur pada Senin (11/5).
“Tersangka H memberikan perlawanan aktif saat dikepung, sehingga tim melakukan tindakan tegas untuk melumpuhkannya. Dari sana, kami mendapatkan koordinat persembunyian sang eksekutor,” ujar Irjen Helfy dalam konferensi pers di Mapolda Lampung.
Pengejaran memuncak di Teluk Hantu, Pesawaran. Bahroni, yang diketahui membawa senjata api rakitan jenis revolver, melepaskan tembakan ke arah petugas saat hendak disergap. Dalam situasi terdesak yang mengancam nyawa anggota, polisi membalas tembakan yang mengakibatkan tersangka meninggal dunia.
Kronologi Tragedi di Labuhan Ratu
Insiden berdarah ini bermula pada Sabtu (9/5) di pelataran parkir toko roti Yussy Akmal, Jalan Z.A. Pagar Alam. Bripka Anumerta Arya Supena yang saat itu berada di lokasi, secara naluriah mencoba menggagalkan aksi pencurian motor yang sedang dilakukan kedua pelaku.
Menurut keterangan saksi mata:
Aksi Heroik: Korban sempat berhasil memiting salah satu pelaku dalam upaya pengamanan tanpa kekerasan berlebih.
Perebutan Senjata: Dalam pergulatan yang tidak seimbang, pelaku berhasil merebut senjata dinas korban dan menembakkannya dari jarak dekat.
Pelarian: Pelaku membawa lari senjata korban. Meski sempat terjatuh saat mencoba kabur, senjata tersebut kembali diambil pelaku sebelum menghilang dari kejaran warga.
Rekam Jejak Kriminal Lintas Kabupaten
Investigasi mendalam mengungkap bahwa kedua pria ini bukan pemain baru. Mereka merupakan bagian dari sindikat curanmor lintas kabupaten yang telah beraksi di belasan lokasi. Bahkan, motor yang mereka gunakan saat kejadian di Labuhan Ratu teridentifikasi sebagai hasil curian dari wilayah Natar, Lampung Selatan.
“Ini adalah kelompok terorganisir yang tidak segan melukai korban. Penindakan tegas ini adalah pesan kuat bahwa tidak ada ruang bagi premanisme dan kejahatan jalanan di wilayah Lampung,” tegas Kapolda.
Polisi kini tengah mendalami jaringan penadah motor curian yang berafiliasi dengan kedua tersangka untuk memutus rantai kejahatan sindikat ini hingga ke akarnya.





































