Aceh Menggema di Panggung Nasional: Dr. Juliana Agani dan Delapan Guru Madrasah Raih Rekor MURI Penulis Puisi Etnik Terbanyak

REDAKSI BANDA ACEH

- Redaksi

Senin, 24 November 2025 - 00:08 WIB

50230 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Banda Aceh – Dunia pendidikan Aceh kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Delapan guru madrasah di bawah Kementerian Agama Kota Banda Aceh berhasil masuk dalam Rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) sebagai Penulis Puisi Etnik Terbanyak Tingkat Nasional.

Salah satu tokoh yang ikut mengharumkan nama Aceh adalah Dr. Juliana Agani, S.Pd.I., M.Pd., ASN Kementerian Agama Aceh sekaligus pendidik di MTs Darul Ulum YPUI Banda Aceh. Prestasi ini menjadi bukti bahwa guru madrasah Aceh mampu bersaing dalam ajang literasi nasional dan internasional.

Penghargaan tersebut diberikan atas kontribusi para guru dalam antologi internasional bertajuk “Etnik Nusantara”, sebuah proyek literasi besar yang digagas oleh Perkumpulan Rumah Seni Asnur (PERRUAS).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Antologi ini menghimpun karya-karya dari berbagai penjuru Indonesia dan kawasan ASEAN, dengan tema budaya, tradisi, legenda, bahasa, serta identitas etnik. Melalui karya tersebut, para pendidik madrasah ikut berperan dalam mendokumentasikan kekayaan budaya Nusantara dalam bentuk puisi.

Presiden PERRUAS, Dato Asrizal Nur, menjelaskan bahwa puisi merupakan media strategis untuk melestarikan budaya di tengah derasnya arus globalisasi. “Puisi adalah sarana kuat untuk mendokumentasikan dan menjaga warisan budaya.

Baca Juga :  Aceh Bangkit dengan Kemanusiaan: Drs. Isa Alima Ajak Rangkul Solidaritas dan Jaga Damai di Tengah Luka Banjir

Melalui Etnik Nusantara, kami menghadirkan ruang bagi para penyair untuk menghidupkan kembali tradisi daerah agar menjadi inspirasi bagi generasi mendatang,” ujarnya. Pernyataan ini menegaskan bahwa gerakan literasi tidak hanya menghasilkan karya seni, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pelestarian warisan leluhur.

Bagi MTs Darul Ulum YPUI Banda Aceh, pencapaian Dr. Juliana Agani bukan sekadar prestasi pribadi. Keikutsertaannya dalam proyek berskala internasional ini menjadi sumber kebanggaan sekaligus motivasi bagi seluruh pendidik dan peserta didik.

Dedikasi Dr. Juliana dalam menulis dan mengembangkan literasi madrasah selama ini menunjukkan bahwa guru memiliki peran strategis sebagai agen perubahan budaya bukan hanya sekadar pengajar di ruang kelas.

Prestasi ini turut memperkuat citra Banda Aceh sebagai daerah yang kaya budaya dan memiliki tradisi sastra yang kuat. Kontribusi literasi para pendidik madrasah membuktikan bahwa pendidikan Aceh tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga dalam kreativitas dan pelestarian nilai-nilai etnik. Dengan masuknya nama guru Aceh dalam rekor MURI, Banda Aceh semakin dikenal sebagai daerah yang aktif dalam gerakan literasi nasional.

Baca Juga :  Mulai Hari Ini, Jembatan Kuta Blang Sudah Bisa Dilalui, Kapasitas Maksimal 30 Ton

Adapun delapan guru madrasah Banda Aceh yang menerima penghargaan MURI tersebut adalah: Dr. Juliana Agani, S.Pd.I., M.Pd. (MTs Darul Ulum YPUI Banda Aceh), Indra Mardiani, S.Pd., M.Pd. (MIN 11 Banda Aceh), Dra. Tarbiati (MTsN 1 Banda Aceh), Listika Burais, S.Pd., M.Pd. (MTsN 2 Banda Aceh), Mardiana, S.Ag., M.Ag. (MIN 5 Banda Aceh), Rakhmawati, S.Ag. (MIN 11 Banda Aceh), Suhelly (MIN 6 Banda Aceh), dan Reni Nurmalisa, S.Pd., M.Pd. (MIN 9 Banda Aceh). Partisipasi mereka menjadikan Banda Aceh sebagai salah satu daerah dengan kontribusi terbesar dalam gerakan literasi etnik di Indonesia.

Antologi internasional Etnik Nusantara tidak hanya berfungsi sebagai kumpulan karya sastra, tetapi juga sebagai gerakan budaya yang memperkuat identitas Indonesia di tingkat ASEAN.

Melalui karya para penyair madrasah, termasuk Dr. Juliana Agani, unsur budaya Aceh mulai dari bahasa, tradisi, legenda, hingga nilai filosofis turut mewarnai khazanah sastra regional dan memperluas pengenalan budaya Nusantara di tingkat dunia.[]

Berita Terkait

Ketua L CAPA Provinsi Aceh Minta Konsultan Pengawasan SD Drin Tujoh Nagan Raya Bersama Kita Buktikan Pernyataan Kepsek di Media Online
Surat Wali Kota,Untuk CV.Lae Saga,Dianggap Angin Lalu
“Ketika Rasa Hilang dari Kekuasaan” “Pemimpin dan Empati yang Retak” “Kontroversi yang Lahir dari Sunyinya Kepekaan”
Ketua PWM Aceh A. Malik Musa Berikan Arahan pada Kegiatan Dukungan Psikososial Korban Banjir dan Longsor di SMA Unggul Pidie Jaya
KASAD KIRIM ALAT BERAT, SURYADI DJAMIL ANGKAT SUARA
Diyakini Publik dan Akademisi, Salim Fakhry: Pemimpin yang Hadir di Titik Lelah Rakyat, Bekerja dengan Hati untuk Aceh Tenggara
Ketua DPRK Aceh Singkil Bersilaturahmi dan Ngopi Bareng Pemerhati Sosial Aceh
Kak Na Apresiasi Sumbangsih Relawan Pada Masa Tanggap Darurat Banjir Aceh

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 22:27 WIB

Pelajar 16 Tahun Diamankan Polisi, Diduga Terlibat Kasus Persetubuhan terhadap Anak di Pringsewu

Rabu, 9 September 2026 - 17:57 WIB

Pemkab Pringsewu Salurkan Bantuan 21,63 Ton Beras Kepada Masyarakat Banyuwangi

Selasa, 8 September 2026 - 13:41 WIB

Bupati Pringsewu Jawab Pemandangan Umum Fraksi-fraksi DPRD Terkait Rancangan Perubahan APBD 2O26

Senin, 7 September 2026 - 20:23 WIB

Bupati Pringsewu Sampaikan Rancangan Perubahan APBD

Jumat, 4 September 2026 - 13:36 WIB

Mantan Kabag Humas Pringsewu Dwi Murniati Fitri Meninggal Dunia di Usia 66 Tahun

Kamis, 3 September 2026 - 14:17 WIB

Wabup Pringsewu Turun Langsung ke Pasar Pagelaran, Sapa Warga & Kendalikan Harga Pangan

Rabu, 2 September 2026 - 20:05 WIB

Si Jago Merah Lalap Satu Hektar Lahan Perkebunan Jati di Ambarawa, Pringsewu

Selasa, 1 September 2026 - 19:47 WIB

Pemkab Pringsewu Adakan Pembinaan SPIP Terintegrasi 2026

Berita Terbaru

BANDA ACEH

MBG Jangan Jadi Eksperimen: SPPG Ditinggalkan, Kantin Dipaksakan

Kamis, 10 Sep 2026 - 22:45 WIB