Waspadaindonesia.com | ACEH — Luka banjir masih menganga di tanah Aceh, tetapi di tengah duka itu, hadir secercah harapan: kemanusiaan yang membara. Drs. M. Isa Alima, Pemerhati Sosial dan Kebijakan Publik Aceh, dengan suara bergetar mengajak seluruh masyarakat untuk merangkul solidaritas, merajut kembali damai, dan menjadikan kemanusiaan sebagai kekuatan utama untuk bangkit dari keterpurukan.
“Air mata belum kering, trauma masih membekas, tetapi kita tidak boleh menyerah pada keadaan. Aceh pernah melewati masa-masa sulit, dan kita selalu berhasil bangkit karena kita memiliki kemanusiaan,” ucap Drs. Isa Alima dengan penuh haru.
Kemanusiaan: Cahaya di Tengah Kegelapan
Alima menekankan bahwa kemanusiaan adalah cahaya yang menerangi kegelapan, kekuatan yang mengalahkan keputusasaan, dan jembatan yang menghubungkan hati-hati yang terluka. “Di saat saudara-saudara kita kehilangan tempat tinggal, harta benda, bahkan orang-orang terkasih, hanya sentuhan kemanusiaan yang dapat mengobati luka mereka,” tuturnya.
Ia mengajak semua pihak untuk melupakan perbedaan, menyatukan hati, dan bergerak bersama membantu para korban banjir. “Tidak ada sekat, tidak ada batasan, hanya ada rasa kemanusiaan yang mendorong kita untuk saling membantu dan berbagi,” serunya.
Damai: Warisan yang Harus Dijaga
Alima juga mengingatkan bahwa damai yang telah lama dirajut di Aceh adalah warisan berharga yang harus dijaga dan dirawat. “Jangan biarkan banjir ini merusak persatuan dan kesatuan kita. Mari kita jadikan solidaritas ini sebagai momentum untuk memperkuat tali persaudaraan dan membangun Aceh yang lebih damai dan sejahtera,” pintanya.
Ulurkan Tangan, Sentuh Hati, Rawat Damai
Alima mengajak seluruh masyarakat untuk tidak hanya memberikan bantuan materi, tetapi juga memberikan dukungan moral, perhatian, dan kasih sayang kepada para korban banjir. “Sapa mereka, dengar keluh kesah mereka, berikan mereka senyuman dan pelukan hangat. Sentuhan kemanusiaan itu lebih berharga dari apapun,” ujarnya.
Ia juga menambahkan pesan penting: “Mari kita merawat damai dalam solidaritas kemanusiaan. Kita semua diharapkan dapat menahan diri dari rasa emosi demi memulihkan luka trauma psikologis dan menjaga damai yang hakiki.”
“Aceh telah membuktikan bahwa kita adalah bangsa yang tangguh dan penuh kasih. Mari kita buktikan sekali lagi bahwa kita mampu bangkit dari keterpurukan dengan kekuatan kemanusiaan,” pungkas Drs. Isa Alima dengan nada penuh.[Redaksi]

































