ASD: Jangan Jadikan Warga Penonton, Pemulihan Pascabanjir Harus Inklusif dan Berkelanjutan

REDAKSI BANDA ACEH

- Redaksi

Jumat, 2 Januari 2026 - 13:51 WIB

50285 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Waspadaindonesia.com | Banda Aceh — Proses pemulihan pascabanjir di Aceh dinilai tidak cukup jika hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur semata. Aceh Social Development (ASD) menegaskan pentingnya pendekatan sosial dan ekonomi berbasis masyarakat agar warga terdampak dapat kembali bangkit secara berkelanjutan. Hal tersebut disampaikan Direktur ASD, Nasrul Sufi, S.Sos., M.M., dalam keterangannya kepada media.

Menurut Nasrul, masyarakat harus ditempatkan sebagai subjek utama dalam proses rehabilitasi dan rekonstruksi (rehab–rekon), bukan sekadar objek penerima bantuan. “Pemulihan yang sejati adalah ketika masyarakat kembali berdaya, bekerja, dan mampu memenuhi kebutuhan hidupnya sendiri. Tanpa itu, pemulihan hanya bersifat sementara,” ujarnya.

Baca Juga :  Didampingi 16 Pengacara, Ketum PAS Akhyar Kamil Laporkan Dugaan Penghinaan terhadap Aceh ke Mabes Polri

ASD mendorong penerapan konsep community-based recovery dan padat karya berbasis gampong. Melalui pendekatan ini, warga dapat dilibatkan sesuai keterampilan masing-masing, mulai dari perbaikan rumah, pembersihan lingkungan, hingga rehabilitasi fasilitas umum. Selain mempercepat pemulihan wilayah, skema ini juga berfungsi menjaga perputaran ekonomi lokal agar masyarakat tidak kehilangan daya beli.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lebih lanjut, Nasrul menekankan pentingnya peran pemerintah pusat dan daerah dalam menciptakan lapangan kerja sementara bagi korban bencana. Ia menilai, pemetaan kapasitas masyarakat harus menjadi dasar dalam penempatan tenaga kerja agar program pemulihan berjalan adil, tepat sasaran, dan berkelanjutan.

Baca Juga :  Layanan Pulih 100%, BSI Pastikan Operasional dan Transaksi Nasabah di Aceh Kembali Normal

Dalam konteks budaya Aceh, pemulihan pascabencana juga harus berpijak pada nilai gotong royong dan kearifan lokal. Pepatah Aceh “Buya krueng teudong dong, buya tamong merasuki” menjadi pengingat bahwa masyarakat setempat tidak boleh menjadi penonton di tanahnya sendiri. ASD berharap sinergi pemerintah, masyarakat, dan lembaga sosial dapat menghadirkan pemulihan yang tidak hanya membangun fisik, tetapi juga memulihkan martabat dan kehidupan sosial masyarakat Aceh.[R edaksi]

Berita Terkait

Ketua L CAPA Provinsi Aceh Minta Konsultan Pengawasan SD Drin Tujoh Nagan Raya Bersama Kita Buktikan Pernyataan Kepsek di Media Online
Surat Wali Kota,Untuk CV.Lae Saga,Dianggap Angin Lalu
“Ketika Rasa Hilang dari Kekuasaan” “Pemimpin dan Empati yang Retak” “Kontroversi yang Lahir dari Sunyinya Kepekaan”
Ketua PWM Aceh A. Malik Musa Berikan Arahan pada Kegiatan Dukungan Psikososial Korban Banjir dan Longsor di SMA Unggul Pidie Jaya
KASAD KIRIM ALAT BERAT, SURYADI DJAMIL ANGKAT SUARA
Diyakini Publik dan Akademisi, Salim Fakhry: Pemimpin yang Hadir di Titik Lelah Rakyat, Bekerja dengan Hati untuk Aceh Tenggara
Ketua DPRK Aceh Singkil Bersilaturahmi dan Ngopi Bareng Pemerhati Sosial Aceh
Kak Na Apresiasi Sumbangsih Relawan Pada Masa Tanggap Darurat Banjir Aceh

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 22:27 WIB

Pelajar 16 Tahun Diamankan Polisi, Diduga Terlibat Kasus Persetubuhan terhadap Anak di Pringsewu

Rabu, 9 September 2026 - 17:57 WIB

Pemkab Pringsewu Salurkan Bantuan 21,63 Ton Beras Kepada Masyarakat Banyuwangi

Selasa, 8 September 2026 - 13:41 WIB

Bupati Pringsewu Jawab Pemandangan Umum Fraksi-fraksi DPRD Terkait Rancangan Perubahan APBD 2O26

Senin, 7 September 2026 - 20:23 WIB

Bupati Pringsewu Sampaikan Rancangan Perubahan APBD

Jumat, 4 September 2026 - 13:36 WIB

Mantan Kabag Humas Pringsewu Dwi Murniati Fitri Meninggal Dunia di Usia 66 Tahun

Kamis, 3 September 2026 - 14:17 WIB

Wabup Pringsewu Turun Langsung ke Pasar Pagelaran, Sapa Warga & Kendalikan Harga Pangan

Rabu, 2 September 2026 - 20:05 WIB

Si Jago Merah Lalap Satu Hektar Lahan Perkebunan Jati di Ambarawa, Pringsewu

Selasa, 1 September 2026 - 19:47 WIB

Pemkab Pringsewu Adakan Pembinaan SPIP Terintegrasi 2026

Berita Terbaru

BANDA ACEH

MBG Jangan Jadi Eksperimen: SPPG Ditinggalkan, Kantin Dipaksakan

Kamis, 10 Sep 2026 - 22:45 WIB