Nawi Sekedang Tegaskan Pernyataan Soal Bupati Aceh Tenggara Tak Sesuai Fakta

Waspada Indonesia

- Redaksi

Senin, 5 Januari 2026 - 00:28 WIB

50209 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ACEH TENGGARA — Pernyataan yang dilontarkan Amas Muda terkait penanganan bencana dan gaya kepemimpinan di Aceh Tenggara menuai tanggapan tajam dari Ketua Lembaga Peta Aceh Tenggara, Nawi Sekedang. Ia menilai pernyataan yang menyebut krisis demokrasi di Aceh Tenggara serta tudingan terhadap Bupati setempat sebagai pemimpin yang tuli dan otoriter tak berdasar dan tidak mencerminkan situasi lapangan yang sebenarnya.

Nawi menilai, pernyataan tersebut jauh dari sikap ideal seorang mahasiswa, apalagi datang dari organisasi kemahasiswaan yang seharusnya mengedepankan nilai-nilai objektif, beretika, dan berlandaskan fakta. Ia mempertanyakan dasar dari tudingan yang dilontarkan Amas Muda yang menyebutkan bahwa penanganan bencana hidrometeorologi di Aceh Tenggara tahun lalu sebagai bencana paling dahsyat karena dipimpin oleh kepala daerah yang disebutnya otoriter.

“Kemana kamu selama ini, Amas Muda, sehingga bisa seenaknya saja berbicara tidak sesuai fakta dan tidak beretika? Sejatinya mahasiswa itu menjadi teladan dalam menyampaikan pendapat, bukan malah menyulut kegaduhan tanpa dasar,” ujar Nawi Sekedang saat dimintai tanggapan oleh wartawan pada Jumat (2/1/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Nawi, kritik seharusnya disampaikan secara proporsional dan dibarengi dengan saran konstruktif. Ia mengaku dirinya juga pernah melayangkan kritik terhadap kebijakan tertentu di Aceh Tenggara, namun selalu disertai dengan masukan membangun, bukan sekadar menyudutkan tanpa landasan.

Baca Juga :  Tengku H Ruslan Husni SAg Merupakan Sosok Yang Berbasis Religius (Agamis) Diharapkan Maju Sebagai Kandidat Wakil Bupati Agara Periode 2024-2029

“Sebagai bagian dari masyarakat sipil, saya pun tak sedikit mengkritik kebijakan pemimpin ketika saya nilai tidak tepat. Tetapi tetap saya barengi dengan saran dan jalan keluar. Kritik yang tidak membangun hanya akan menambah beban dan memecah perhatian kita, apalagi di tengah situasi darurat seperti sekarang,” ungkapnya.

Nawi juga memaparkan bahwa penanganan pascabencana oleh Pemerintah Aceh Tenggara sejauh ini dinilai sudah sangat optimal. Ia menyebut Bupati Aceh Tenggara dan jajarannya bekerja tanpa kenal waktu, langsung turun ke lapangan sejak awal banjir melanda, serta melakukan berbagai upaya penanganan tanpa menunda-nunda. Mulai dari evakuasi warga, pendistribusian bantuan, hingga koordinasi lintas sektor bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), instansi provinsi, dan pemerintah pusat.

“Sejak musibah banjir menerpa, beliau dan jajarannya langsung berjibaku di lapangan. Kita melihat dengan mata kepala sendiri bagaimana mereka berpanas-panasan dan berhujan-hujanan mendatangi warga, berkumpul di tenda pengungsian, mendengar keluhan masyarakat tanpa sekat dan tanpa protokoler berlebihan,” kata Nawi menegaskan.

Ia juga menilai, berbagai dokumentasi dan pemberitaan dari media massa telah menunjukkan keseriusan pemerintah daerah dalam menangani dampak bencana. Langkah-langkah percepatan perbaikan infrastruktur, penguatan logistik kemanusiaan, dan koordinasi bersama lembaga-lembaga kemanusiaan merupakan bagian dari bukti nyata kerja pemerintah. Hal itu, menurutnya, tidak bisa disangkal hanya dengan opini pribadi yang tidak berpijak pada data.

Baca Juga :  Emak-emak Blokir Jalan Nasional di Ketambe, Tuntut Normalisasi Sungai Alas yang Ancam Permukiman

“Kalau semua yang sudah dilakukan masih dianggap sebagai bentuk keacuhan atau otoritarianisme, saya kira itu pemikiran yang keliru dan tidak adil. Kita berada dalam situasi serius, menuntut kebersamaan, bukan saling menyalahkan,” tukasnya.

Di tengah masa pemulihan yang penuh tantangan, Nawi mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda dan organisasi masyarakat sipil, untuk bersama-sama menjadi bagian dari solusi. Ia berharap semua pihak dapat menahan diri dari menyebarkan pernyataan yang dapat menimbulkan kegaduhan, apalagi di saat masyarakat masih berduka atas dampak bencana yang masih terasa di berbagai wilayah.

“Masyarakat Aceh Tenggara sedang dalam kesulitan. Mari kita bersikap dewasa, kritis boleh, tetapi tetap dilandasi etika dan fakta. Jangan karena satu pernyataan, kita mengabaikan kerja keras banyak orang yang sejak awal sudah melibatkan diri membantu masyarakat yang terdampak,” ujar Nawi Sekedang.

Ia juga menambahkan bahwa harmonisasi dan ketenangan sosial di saat seperti ini sangat penting dijaga, agar proses pemulihan dapat berjalan lancar dan semua upaya penanganan bencana bisa tetap difokuskan pada kebutuhan korban di lapangan.

Laporan : Salihan Beruh

Berita Terkait

Kapolda Aceh Apresiasi Kinerja Polres Aceh Tenggara dalam Penilaian Pelayanan Publik 2025
Kepedulian Polres Aceh Tenggara terhadap Keamanan Wartawan Meningkatkan Kepercayaan Publik
Pelaku Penyembelihan Ustad Diduga Ulangi Aksi Kekerasan di Aceh Tenggara, Wartawan Jadi Sasaran
Setahun Mengabdi, Kapolres Aceh Tenggara Ukir Prestasi Gemilang: 92 Persen Kasus Tuntas, Narkotika Dihantam Tanpa Ampun
Proyek Irigasi Lawe Harum Aceh Tenggara Dinilai Asal Jadi, Negara Ditantang Tegakkan Tanggung Jawab
Zul Fahmy Dilantik sebagai Plt Inspektur, Aceh Tenggara Pastikan Stabilitas Pengawasan dan Layanan Publik
Bupati Aceh Tenggara Salim Fakhry Kunjungi Posyandu Di Desa Tanjung Mbahku dan Empat Kecamatan
Siswa SMP Negeri Perisai Kutacane Lolos ke SMA Taruna Nusantara, Bukti Kualitas Pendidikan Daerah

Berita Terkait

Minggu, 3 Mei 2026 - 23:48 WIB

Rayakan Hari Pers Sedunia, PWI Nagan Raya Ajak Jurnalis Serukan Perlindungan Hukum yang Lebih Kuat

Minggu, 3 Mei 2026 - 00:22 WIB

Ratusan Siswa SDN Babah Krung Nagan Raya Antusias Ikut Upacara Hardiknas Tahun 2026

Sabtu, 2 Mei 2026 - 15:57 WIB

Iswandi Bin Razali, Abang Anggota PWI Nagan Raya Agus Salim RZ, Tutup Usia

Senin, 27 April 2026 - 15:34 WIB

Satu Unit Rumah Warga Gunong Reubo Kuala Tertimpa Pohon Sawit. Kapolsek Berikan Bantuan Masa Panik

Minggu, 26 April 2026 - 11:26 WIB

Walaupun Hujan Singa Nagan Gelar Perayaan HUT Ke -16  Dengan Meriah Puluhan Atraksi Debus Tampil

Sabtu, 25 April 2026 - 09:27 WIB

Bupati Karo : Program CSR Tidak Hanya Berhenti Pada Bantuan Biaya Tapi Jembatan Bagi Anak Kurang Mampu Meraih Mimpi di Sekolah Terbaik

Jumat, 24 April 2026 - 18:54 WIB

Perkuat Fungsi Reskrim Dirreskrimum Polda Aceh Kunker Ke Polres Nagan Raya.

Kamis, 23 April 2026 - 20:27 WIB

Teuku Raja Yordan S. Habib Pimpin Karang Taruna Nagan Raya 2026–2031

Berita Terbaru